Program Coaching Bisnis Online IMNU

Apa kabar sahabat IMNU semua
Disini dengan kang IM

Sebagai wadah para pemain bisnis online baik dari level pemula maupin level mastah, IMNU selalu membuka diri dalam menerapkan setiap program untuk para anggotanya. Beberapa program yang sudah dan masih berjalan antara lain pelatihan pengenalan bisnis online, program-program pendalaman bisnis online yanag dilakuka secara reguler di cabang-cabang IMNU msupun di pesantren-pesantren yang bekerja zama dengan IMNU. Kemudian FGD berbagai jenis bisnis online mulai dari blogger adsense, dropshipping marketplace hingga scale up bisnis dan lain sebagainya

Read moreProgram Coaching Bisnis Online IMNU

Bertekad Sejahterakan Warga Nahdliyyin dan Pesantren NU di Yogyakarta, IMNU DIY akan Gelar Ini

IMNU.or.id – Bertekad Sejahterakan Warga Nahdliyyin  dan Makmurkan Pesantren NU di Yogyakarta, IMNU DIY  akan Gelar Ini – Sejak terbentuk beberapa pekan lalu, kali ini IMNU Yogyakarta kembali menggelar pertemuan di  kediaman salah satu sesepuh IMNU.

Hal ini dilakukan disamping sebagai rutinitas pengurus IMNU Yogyakarta untuk menggelar rapat dan kunjungan secara rutin dan bergantian di jajaran pengurus internal dan keanggotaannya.

Rapat kali ini juga sebagai pemantapan atas program dan rencana kerja yang akan dilaksanakan waktu dekat ini.

Menurut Muhammad Wahib ketua IMNU Yogyakarta mengungkapkan bahwa pengurus fix akan melakukan seminar pelatihan ekonomi dalam jangka pendek, yang meliputi pelatihan online shop, blogging, desain, sosial media marketing dan mangement bisnis Offline.

Untuk awal kita rencana akan menyasar sedikitnya 6 pondok pesantren yang ada di Yogyakarta untuk mengutus perwakilannya,  database pesantren Berbasis NU yang di dapatkan pengurus sangat banyak, dan untuk perencenaan awal kita akan melibatkan dan  coba mengundang pesantren pesantren seperti ponpes Ali Maksum Krapyak, pesantren Pandanaran, pesantren Nurul Ummah kota gede, pesantren Luqmaniyah, ponpes Nur Ngrukem, ponpes Al-Munawwir dll

Tambahnya kegiatan ini akan digelar di base camp milik bapak Said Muhammad di Yogyakarta nanti.

IMNU Banyumas dan PAC GP Ansor Kembaran Mengadakan Pelatihan Internet Marketing

IMNU.or.id – IMNU Banyumas dan PAC GP Ansor Kembaran Mengadakan Pelatihan Internet Marketing – Perubahan adalah sunatullah. Mereka yang tidak siap dengan perubahan lama kelamaan akan tergerus oleh perkembangan zaman yang luar biasa cepat. Hal ini pulalah yang mendasari GP Ansor PAC Kecamatan Kembaran Banyumas untuk mengadakan kegiatan pelatihan internet marketing bersama IMNU Banyumas dengan pembicara Teguh Sarwono Komisaris Utama Kombas Banyumas pada hari Minggu, 22 April 2018.

Pelatihan internet marketing  tersebut dilaksanakan di SMK Maarif Kembaran yang terletak di komplek Pondok Pesantren Mambaul Ushulil Hikmah Linggasari Kembaran Banyumas asuhan Romo Kyai Sangidun. Dalam pelatihan yang diikuti oleh 121 peserta ini, didominasi oleh santri, Keluarga Mahasiswa NU ( KMNU ) serta guru SMK Maarif dan Asatidz serta  dihadiri oleh Wakil Ketua PW Ansor Jawa Tengah H Faisal Riza M.Si, Ketua PAC GP Ansor Kembaran Elli Yulianto dan wakil sekretaris PC GP Ansor Banyumas.

Di dalam sambutannya, Wakil ketua PW GP Ansor Jawa Tengah mengatakan bahwa teknologi informasi dan internet sudah tidak terpisahkan dari masyarakat dunia khususnya Indonesia. Karenanya, beliau menekankan pada  para peserta untuk dapat menguasai internet guna membangun bangsa Indonesia, melawan berita hoax, dakwah dan peningkatan ekonomi melalui bisnis online. Hal tersebut senada dengan harapan ketua PAC GP Ansor Kembaran, beliau berharap pelatihan internet marketing bisa intens dilakukan dan merambah minimal tiap kecamatan.

Pada kesempatan tersebut juga, Koordinator IMNU Kab Banyumas, Priyono menjelaskan  “ Program pelatihan internet marketing NU adalah bentuk kepedulian kita terhadap warga Nahdliyin agar bisa optimal dalam memanfaatkan Internet serta mampu membangun ekonomi masyarakat dengan prinsip Produk Lokal Go Nasional “ jelas kader Ansor yang kini juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PC GP Ansor Banyumas

“Kedepannya, kami memiliki target untuk dapat membantu UKM  – UKM lokal agar produknya bisa dipasarkan secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan UKM tersebut yang secara otomatis akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat khususnya warga Nahdliyin “ Kata Ketua Panitia Rizki Indra Maulana.

IMNU sebagai wadah para internet marketers NU mulai terlibat aktif dalam peningkatan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan teknologi Internet sebagai media pemasaran. Hal ini merupakan implementasi dari kaidah NU yaitu al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah” memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

IMNU Makassar Siap Wujudkan Ekonomi Mandiri Warga Nahdliyin

IMNU Makassar Siap Wujudkan Ekonomi Mandiri Warga Nahdliyin – Meski baru seumur jagung, namun nyatanya IMNU memberikan peran penting terhadap lembaga Nahdlatul Ulama’. Salah satu peran penting yang sudah kita ketahui sebelumnya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat Nahdliyin di bidang Digital Marketing.

Jika selama ini berbagai macam pelatihan dan seminar banyak dilakukan di pulau Jawa, namun IMNU melebarkan sayapnya di pulau Sulawesi tepatnya di Kota Makassar. Sebab pada tanggal 20 April 2018 lalu, bertempat di Cafe Con Fie beberapa pemuda NU mendeklarasikan berdirinya IMNU Makassar. Deklarasi ini di pimpin langsung oleh Sekretaris PB IMNU, Baldan Burhanudin.

Dalam kesempatan kali ini Haris Tompo ditunjuk sebagai ketua IMNU Makassar, menurutnya dengan adanya IMNU di Kota Makassar ini dapat memberikan ruang kepada para sahabat IMNU dan masyarakat NU secara khusus dan masyarakat Makassar secara umum untuk mampu berlajar memanfaatkan internet. Sebab di era seperti ini Internet sangat bermanfaat sekali sebagai ajang dakwah dan meraup rupiah.

Senada dengan sang ketua, bendaraha IMNU Makassar yakni Nur Asinta Baharuddin juga menuturkan IMNU Makassar siap menjalankan berbagai macam program dan beberapa program unggulan. “Selain pembentukan pengurus baru dalam agenda rapat ini, juga ada tiga target program unggulan  yang kita sudah sepakati dan bangun diawal.” tuturnya.

Salah satu program utama ialah melakukan silaturahmi (sowan) kepada para Kyai dan tokoh penting NU di Kota Makassar untuk mensosialisasikan IMNU. Sebab hampir sebagian besar program IMNU Makassar melibatkan Pesantren sebagai mitra kerja sama.

“Semoga nantinya bisa memberikan dampak ekonomi terhadap kemajuan dan pembangunan  fisik maupun non fisik yang ada di pondok pondok pesantren NU di Makassar”. tambah pengurus Fatayat NU Makassar itu.

Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia

IMNU.or.id – Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia – Seiring dengan perkembangan zaman, pola perputaran ekonomi dari yang konvensional akan semakin beralih ke Digital. Di Indonesia sendiri tak banyak orang yang mengetahui hal ini. Hadirnya IMNU salah satu misinya adalah untuk memberikan edukasi mengenai Internet Marketing yang ada di Indonesia. Dan hal ini dimanfaatkan betul oleh beberapa IMNU Demak, Jawa Tengah untuk mengadakan Workshop IM hasil kerjasama dengan Himpunan Santri Penguasaha Indonesia (HIPSI).

Dalam Workshop IM ini dihadiri langsung oleh Ketua Divisi Kaderisasi IMNU, kang Muzakka Ahmad, dan juga Ketua Divisi Ekonomi IMNU, kang Nano Payaman. Tak ketinggalan salah satu anggota yang sukses menekuni bidang Adsense Youtube yakni Mustofa Nabhan. Ketiganya memberikan beberapa materi seminar dan workshop bagaimana cara mendulang rupiah melalui internet.

Seperti yang dilakukan oleh Kang Nano Payaman yang memberikan berbagai macam tips jualan produk secara online karena memang beliau khusus menekuni bidang tersebut. Lain halnya dengan kang Muzakka dan kang Nabhan yang memberikan pelatihan menjadi seorang Youtuber handal karena keduanya merupakan ahli di bidang Youtube Indonesia.

Acara yang diselenggarakan di Ponpes Al Fattah Demak  ini mendapatkan respon yang sangat tinggi dari para peserta. Antusiasme peserta tak luntur meski mendapatkan materi dalam durasi waktu yang cukup lama. Di lain kesempatan, Ketua IMNU Demak yaitu Eko Siswanto menaruh harapan yang tinggi dalam seminar dan workshop ini.

“Semoga dengan seminar dan pelatihan Internet Marketing mampu menciptakan pengusaha-pengusaha online muda sehingga akan meningkatkan perekonomian mereka pada khususnya dan Kabupaten Demak pada umumunya.” tandasnya seperti dilansir dari laman SuaraKeadilan.net.

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

IMNU.or.id – PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media – Pada hari sabtu tanggal 3 Maret 2018, IMNU bersama IPNU dan IPPNU PAC Kecamatan Bungah Gresik mengadakan Pelatihan Internet Marketers di Gedung SMK Assa’adah Sampurnan Bungah Gresik. Acara yang dilaksanakan dengan tema Berdikari Sejak Dini dengan Pemanfaatan Sosial media ini di hadiri oleh 25 orang yang berasal dari PAC IPNU-IPPNU se Kabupaten Gresik.

Materi Pelatihan dibawakan oleh beberapa orang diantaranya yaitu Nidlomuddin Ar Raffii yang memberikan materi tentang pentingnya personal branding untuk membentuk sebuah market di Facebook sehingga nantinya bisa digunakan untuk banyak hal, khususnya jualan dan menebarkan konten yang positif.

Selanjutnya materi dilanjutan oleh Ja’far Shodiq atau biasa di panggil Mas Jack. Disini, Mas Jack memeberikan pengetahuan dasar tentang cara melakukan editing video menggunakan software software yang mudah digunakan dan tentu saja dengan hasil yang menarik untuk dapat dinikmati banyak pihak di Youtube, mulai dari Videografi, Sinematografi dan cara melakukan Optimasi Personal Youtube Channel.

Kemudian, ada juga materi dadakan tentang How To blogging yang disampaikan oleh Jefri yang merupakan seorang Writter dari Personal Blog yang sudah mulai menikmati hasil jerih payah menulis konten secara manual. Jefri menuturkan bahwa di dunia Internet tidak ada yang instant, harus ada proses belajar dari setiap kesalahan yang dilakukan di setiap waktunya. Jefri sendiri bercerita bahwa sebelum bisa berpenghasilan, dia pernah 12 bulan nge-Blog tanpa hasil sedikitpun

Terakhir, materi disampaikan oleh Teguh Hadi Santoso yang merupakan Owner dari VIP Academy. Disini, Teguh memberikan materi tentang bagaimana mudahnya menjual sebuah produk dengan menggunakan Platform Youtube. Selain itu, Om Teguh -sapaan akrab beliau- juga menegaskan bahwa mindset sebagai seorang marketers perlu dipahami sejak awal, sehingga nantinya teman teman PAC IPNU-IPPNU tidak lagi bingung antara memilih menjadi Produsen atau Marketers. Pada kesempatan ini juga, Om Teguh mengajarkan secara langsung kepada peserta langkah-langkah cepat untuk bisa memanfaatkan Youtube sebagai sebuah sarana mengenalkan Produk yang nantinya bisa dijual.

Harapannya, pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi akan bisa melahirkan pelatihan-pelatihan lain sehingga bisa menjadi sebuah komunitas marketers yang kondusif di Wilayah Gresik.

PCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan

IMNU.or.idPCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan – Dunia bisnis mengalami pergeseran hebat sejak internet mulai umum digunakan masyarakat. Di Indonesia, hal ini terjadi sejak dekade 2000-an, bahkan jauh sebelum masuk tahun 2000, masyarakat sudah sering mendengar jargon “era data” yang pegang datalah yang akan menjadi pemenang. Data disini tentu saja bisa berupa sebuah informasi, karena apapun bisnis anda tanpa anda memiliki sebuah informasi detail tentang market, maka bisnis anda akan mudah dikalahkan dan terjungkal oleh sanga pemilik data. Lalu muncul lagi slogan, “era informasi digital” dilanjut dengan “era digital” disinilah arus pergeseran besar terjadi, mungkin ini sudah dimulai sejak tahun 2000an, tetapi hanya sebagian kecil saja pelaku usaha yang memahami momentum itu, kemudian melakukan langkah-langkah strategis menyikapi perubahan besar ini. Dunia bisnis mengenal ini sebagai era digitalisasi usaha. Sayangnya tak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan arus perubahan besar ini, bahkan mirisnya banyak pembisnis yang tak pernah tahu akan adanya arus perubahan besar ini, sehingga menyebabkan mereka akhirnya gulung tikar. Terjungkal oleh arus besar era digitalisasi usaha.

Kita bisa lihat sekarang, semua sudah serba online, orang butuh apa saja tinggal duduk manis sambil klak-klik hp pesan apa saja yang dibutuhkan jasa atau barang, tak butuh waktu lama, pesanan akan sampai, ada yang instant, ada yang harus menunggu, tetapi semua itu bukti bahwa perubahan besar itu sudah mulai diterima masyarakat, dan sebagai dampaknya, pelaku usaha yang masih belum move on, masih mengandalkan basis layanan offline, akan tertinggal. Dan siapa pemanangnya? Merekalah anak-anak muda kreatif yang jeli mengamati perilaku pasar dan bisa membaca arus perubahan besar itu, serta berani mengambil langkah/ take action!

Menyikapi fenomena ini, pemerintah, dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat maupun para penggiat dunia bisnis melakukan workshop untuk memberikan pemahaman baru tentang era digitalisasi usaha ini.

NU sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, yang tentu saja memiliki banyak sekali kader ataupun jamaahnya yang berkecimpung didunia bisnis, tak bisa lepas dari era perubahan besar ini. Utamanya lembaga atau Banom di tubuh NU yang membidangi usuran ekonomi, tentu harus bisa melakukan kerja nyata mengedukasi jamaahnya yang memiliki usaha/bisnis untuk segera melakukan perubahan signifikan kalau tidak mau tertinggal dan tergerus arus perubahan besar ini.

Warga Nahdliyin tersebar diberbagai kota hampir menyeluruh disegala penjuru Nusantara, tentu memiliki ke-khasan dan ciri sendiri-sendiri dari sisi kegiatan perekonomiannya masing-masing. Sebagai contoh Nahdliyin Pekalongan banyak yang menekuni usaha dibidang perbatikan, sebagaimana kita ketahui, Pekalongan adalah salah satu produsen Batik terbesar tanah air, namanya bahkan sudah melambung ketingkat dunia Internasional. Sayang sekali kalau sampai menjadi korban arus perubahan besar digitalisasi usaha.

Upaya-upaya sudah banyak dilakukan oleh NU untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan menyongsong era online ini. Sebagaimana telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan, yang langsung bergerak atktif memberikan pembelajaran Internet Marketing kepedagang Batik dikota Pekalongan.

Namun nampaknya upaya dari PCNU Kota Pekalongan masih belum mendapatkan respon positif, para pedagang masih menanggapi dingin dan acuh soal pentingnya mengikuti arus pasar yang sedang menuju kearah online/digital. Bisa jadi karena pada umumnya para pedagang ini gaptek dengan teknologi informasi, atau mungkin juga karena susahnya melepaskan sesuatu yang telah mengakar soal pola pikir atau mindset lama soal bisnis.

Hal ini diceritakan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Mutarom, mengisahakan bagiamana perjuangannya dahulu dalam upaya sosialisai dan empowering pebisnis Nahdliyin mengahdapi era digital kepada para pebisnis Batik Kota Pekalongan, yang notabene merupakan jamaahnya.

“Dulu tahun 2005 an, setelah belajar Internet Marketing, saya coba sampaikan konsep itu di Pekalongan, terutama di warga NU, namun kurang mendapat respon,” tutur Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom saat membuka Workshop Digital Marketing IMNU di gedung Aswaja Pekalongan (1/2/2018).

Dan akhirnya terbukti, banyak pelaku bisnis Batik diPekalongan yang tak kuat mengahdapi arus besar ini, akhirnya harus gulung tikar.

Kini di tahun 2018 ini, PCNU Kota Pekalongan kembali ingin memberikan kontribusi nyata lagi kepada para pelaku usaha Batik Kota Pekalongan, khususnya Nahdliyin yang berkecimpung dibisnis Batik. Kali ini PCNU kota Pekalongan bekerjasama dengan IMNU, sebuah komunitas anak-anak muda Nahdliyin yang bergerak dibidang dunia bisnis internet, atau lebih dikenal sebagai Internet Marketers. IMNU sendiri kependekan dari Internet Marketers Nahdlatul Ulama.

Hal ini tentu saja seperti gayung bersambut, disatu sisi misi dan visi IMNU yang ingin berjuang secara sukarela memberikan ilmu dan pelatihan dibidang bisnis online, disisi lain ternyata PCNU kota Pekalongan sedang serius memikirkan tentang bagaiamana memberikan kontribusi nyata kepada pelaku usaha Batik diPekalongan utamanya dalam Migrasi menuju ke Bisnis berbasis Internet atau Online, penggabungan dari core bisnis darat dengan dunia Internet adalah sebuah keniscayaan kalau ingin tetap eksis dan menjadi pemenang.

Sebagaimana kita tahu, bisnis online itu seperti raksasa rakus yang sangat buas memangsa pengusaha-pengusaha konvensional.

“Saat ini pengunjung pasar di Indonesia terlihat menurun. Karena pola belanjanya banyak yang beralih ke online,” kata Muhtarom, yang juga pengusaha batik itu.

Dia berharap pedagang Pekalongan segera sadar perkembangan pasar online. Sehingga perlu digeliatkan pembelajaran online marketing. Untuk memacu para pengusaha dan terciptanya wirausaha baru dari warga NU dan Kota Pekalongan. (Abd)

Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU

Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Ketua PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU

IMNU.or.id – Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU Belum lama ini IMNU, Internet Marketers Nahdlatul Ulama bersama RMI Rabithoh Ma’ahid Islamiyah, mengadakan kegiatan pelatihan dakwah mendulang rupiah di Kabupaten Tegal. Bertempat diPondok Pesantren Dzikrul Ghofilin Al-Hasyimiyah Danawarih Kabupaten Tegal, acara ini ternyata sangat diminati peserta, dari 40 an undangan yang disebar ke beberapa pesantren, ternyata yang menghadiri jumlahnya melebihi Kuota. Bersyukur sekali, pihak panitia dan tuan rumah telah mengantisipasi kejadian, sehingga acara tetap berjalan tertib, meriah dan penuh suka cita. Acara ini sendiri dihadiri oleh ketua PCRMI Pusat Bapak Kyai Haji Syamsul Arifin dan juga Sekretaris Jenderal PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari.

Dalam sambutannya Sekretaris Jenderal PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya sebuah acara Dakwah Mendulang Rupiah yang dimotori oleh IMNU dan RMI. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan rasa bahagianya karena menurutnya kegiatan semacam ini sudah sangat lama dinanti-nanti oleh warga Nahdliyin. Hal ini tentu sangat beralasan, karena menurut beliau, selama ini telah terjadi kegelisahan, diantara pengurus cabang dan pengurus ranting NU pada khususnya dan seluruh warga NU senusantara pada umumnya, H Nurcholish Sobari mengungkapkan, kekhawatirannya terkait maraknya gerakan fundamentalis dan puritanisme, Sekretaris Jenderal menceritakan sebuah kilas balik sejarah 14 abad yang lalu, dimana Sayidina Ali bin Abi Thalib Karomallahuwajha, dibunuh oleh orang yang sama-sama orang Islam, dan bukan sembarang orang Islam, yang membunuh Sayidina Ali adalah Qoimullail, Shoimun Nahar, Hafidzul Qur’an. Beliau adalah Abdurakhman Ibnu Muljam, dan kenapa ulama sekaliber beliau bisa membunuh seorang Sahabat Rasul, yang notabene adalah menantu Rasulullah SAW juga? Tak lain dan tak bukan adalah karena beliau telah salah memahami Alquran, sehingga beliau selalu mengatakan,” La Hukma Illallah” Tidak ada hukum, selain hukum yang dibuat oleh Allah.

Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari

Sementara Sayyidina Ali Bin Abi thalib meneruskan perjuangan nabi kita Muhammad SAW, beliau menyaksikan sendiri, sekaligus terlibat dalam sebuah permusyawaratan, setelah Rasul melakukan sebuah perjalanan Hijrah, dari Mekah menuju kota yang dulu bernama kota Yatsrib, yang sekarang telah berganti nama menjadi Madinah. Setelah Beliau memenangkan peperangan, dan berhasil menguasai Yatsrib, kemudian serta merta akan dibuat sebuah negara Islam? Tetapi ternyata tidak demikian, Rasulullah SAW terlebih dahulu mengumpulkan seluruh komponen masyarakat yang ada di kota Yatsrib, diajak berunding, diajak untuk terlibat secara aktif memikirkan bagiamana Madinah akan dikelola, hal ini terbukti dengan dihasilkannya sebuah kesepakatan bersama, yang sekarang lebih dikenal dengan Piagam Madinah. Bunyi kesepakatan itu adalah: Bismillahirrahmanirrahim, Hadza kitabu muhammad al muslimuna min quraisy wal muslimuna min yatsrib wal yahud waman tabiahum wal khithobihim wajahada ma ahum innahum ummatan waakhidah yang artinya ummat islam pendatang, ummat islam pribumi dan yahudi asalkan satu cita-cita, satu visi dan misi, satu garis perjuangan sebenarnya mereka itu adalah ummatun waakhidah.

Kembali ke 14 abad yang lalu ketika tragedi berdarah terbunuhnya Sayidina Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam, membuktikan bahwa Abdurakhman Ibnu Muljam lupa akan persitiwa penting sejarah terbitnya kesepakatan yang kita kenal sebagai Piagam Madinah tersebut.Ibnu Muljam lebih mengedepankan nafsu dalam memahami agama, sehingga ia tega membunuh Sayidina Ali. Peristiwa ini hampir mirip-mirip seperti akan terulang kembali dalam bentuk lain, tapi dengan semangat yang sama, oleh orang-orang atau kelompok-kelompok fundamentalis dan radikalis.

Penjajahan yang sedang dialami oleh NU saat ini oleh kelompok tersebut, terjadi secara massive didunia internet. Ini semua kita harus menyepakati, bagaimana aksi-aksi yang digelar diJakarta digerakkan hanya melalui media sosial, mulai dari aksi bela Islam pertama, kedua dan seterusnya.

Wakil Ketua IMNU Memberikan Materi Pengenalan IMNU

Ketua PCNU kabupaten Tegal sangat berharap, acara seperti ini kedepannya akan lebih sering diadakan, karena ini sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Nahdliyin, agar bisa ikut serta berperan secara aktif melakukan jihad perjuangan membela NU dan melindungi warga Nahdliyin dari sebaran konten-konten hoax, provokasi dan fitnah yang bertubi-tubi yang diarahkan ke NU. Kita bisa dengan mudah menmukan disosial media bagaimana kyai-kyai NU, BANSER, ANSOR yang terus-terusan diserang dicaci dan difitnah. Nahdliyin harus bangkit untuk melakukan upaya-upaya counter pemberitaan hoax,fitnah dan provokasi, sekaligus membela tanah air tercinta dari upaya-upaya sekelompok orang yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara. Beliau telah menyiapkan peserta khusus dari anggota PCNU untuk diberi pelatihan khusus tentang dakwah cyber, sekaligus pelatihan untuk mendulang rupiah dari internet.

Acara perdana gawean IMNU dan RMI dikabupaten Tegal ini terbilang sukses, dengan ditandai mebludaknya peserta, yang sangat antusias mengikuti run down keseluruhan acara, yang berlangsung dari ba’da Ashar, dan berakhir hingga jam 1 pagi. Antusiasme peserta dijawab dengan penuh gegap gempita oleh panitia, terkhusus oleh para pemateri yang sangat detil dan telaten memberikan setiap materi dari tingkat dasar hingga expert.

Anes Eko Setiawan Sedang Memberikan Pelatiahn Youtube.jpg

Salah satu pemateri bernama Anes Eko Setiawan yang merupakan anggota IMNU Pusat, didatangkan khusus dari Depok, untuk memberikan pelatihan bagaimana bermain Youtube, untuk dijadikan media dakwah, sekaligus untuk dimonetize atau bisa juga untuk dijadikan media jualan. Hampir 1 jam lebih mas Anes semangat memberikan materi-materinya, para peserta langsung disuruh mempraktekan langsung semua teori yang sebelumnya telah lebih dulu disampaikan, dan hasilnya banyak peserta yang tersenyum puas, karena ternyata membuat sebuah konten video, tidak serumit apa yang mereka bayangkan.

Materi yang tak kalah seru juga telah dibawakan oleh pemateri ganteng asal Surabaya, yang saat ini sedang mengambil S2 dikota Jogja, ia bernama Muhammad Mufid Muwafaq, membawakan materi yang juga telah dinanti-nanti peserta, yakni bagaimana menghasilkan uang dari Facebook. Sebagaimana kita tahu, banyak dari kita menggunakan facebook hanya untuk kegiatan sosial saja, berbagi cerita, posting unek-unek, dan media narsis, tetapi ditangan pemuda yang juga merupakan anggota IMNU pusat ini, sekarang main facebook bisa mendapatkan bayaran. Teknik ini sendiri dinamakan Instant Article, yakni mengintegrasikan platform web (wordpres) dengan fanspage.

Mufid Ketua Divisi Dakwah IMNU Memberikan Materi Tentang Instant Articles

Sesi selanjutnya yaotu materi tentan UU ITE yang dijelaskan oleh Ahmad Muzakka, disini Zakka -panggilan akrab- yang merupakan advokat yang juga tergabung dalam IMNU Pusat menuturkan pentingnya mengetahui Undang-Undang tentang ITE khususnya di sosial media, sehingga memberi garis tegas bahwa di dalam kegiatan bersosial media yang kita lakukan, terdapat peraturan yang harus dipatuhi berkenaan dengan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Ahmad Muzakka Memberikan Penjelasan Mengenai UU ITE

Terakhir adalah tanya jawab, dilanjutkan dengan pembagian kelompok terhadap minat masing-masing peserta, bagi yang yang mau bermain Instant article, Youtube, Blog maupun jualan online, mereka dibagi dalam kelompoknya masing-masing, untuk selanjutnya dikasih materi pendalaman.

Acara ini tidak hanya dihadiri peserta dari lingkup Tegal saja, tercatat ada beberapa peserta luar kota yag sengaja datang jauh-jauh dari Kota seperti Cirebon, Pekalongan, Banjarnegara, dan Purwokerto.

Setelah acara selesai, selanjutnya para peserta akan tetap mendapatkan bimbingan (follow up) dari kawan-kawan IMNU, demi tercapainya target bisa berdakwah sekaligus mendulang rupiah lewat internet. Semoga kedepannya acara angkatan selanjutnya bisa diadakan dengan lebih matang persiapan, sarana dan prasarana, dan semoga bisa menjangkau lebih banyak peserta. (Imam Soleh/Red)

Bersama PC GP ANSOR Jombang, IMNU Berikan Pelatihan Optimasi YouTube

Bersama PC GP ANSOR Jombang, IMNU Berikan Pelatihan Optimasi YouTube

IMNU.or.idBersama PC GP ANSOR Jombang, IMNU Berikan Pelatihan Optimasi YouTube Sukses dengan pelatihan pertama, IMNU kembali menggelar pelatihan Internet Marketing untuk warga Nahdliyin di Jombang. Motor penggagas pada pelatihan kali ini masih sama yaitu Om Teguh Hadi Santoso. Selain berperan sebagai penggagas, ia juga berperan sebagai pengisi materi dalam pelatihan tersebut. Jika pada pelatihan perdana pria yang akrab disapa Om Teguh ini hanya memperkenalkan apa itu Internet Marketing, kini ia lebih memfokuskan pelatihan pada Youtube.

Seperti yang kita ketahui bahwa Youtube dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sosial media yang sangat populer di Indonesia. Mungkin sebagian besar orang melihat Youtube hanya sebagai hiburan semata, namun bagi sebagian besar orang lain melihat Youtube sebagai ladang penghasilan. Lihat saja bagaimana para Youtuber Profesional yang berhasil meraup jutaan rupiah per bulannya dari Youtube ini.

Namun ada satu sisi Youtube yang tidak banyak diketahui oleh orang, yaitu sisi pemasaran. Om Teguh yang memiliki usaha Apotik di daerah Sidoarjo, Jawa Timur ini menyadari betul bagaimana Youtube sangat bermanfaat sebagai alat pemasaran untuk obat dan alat kesehatan yang ia jual. Dan hasilnya tak main-main, bahkan ia bercerita pernah menjual barang seharga 80 Juta Rupiah melalui Youtube. Sungguh bermanfaat bukan ?

Nah pengetahuan inilah yang ingin ia tularkan kepada masyarakat Nahdliyin di wilayah Jombang. Pelatihan Youtube oleh Om Teguh ini pun dilakukan dua sesi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sesi pertama dimulai dari pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB, dan sesi kedua di mulai dari pukul 14.00 WIB – 20.00 WIB. Setiap sesi memiliki waktu istirahat untuk sholat dan makan.

Guna memaksimalkan pelatihan, di setiap sesinya Om Teguh hanya membatasi maksimal 20 Orang. Hal ini jelas lebih efektif ketimbang langsung mengadakan workshop untuk banyak orang dalam satu waktu. Tak hanya pematerinya saja yang bersemangat, para peserta pun tak kalah antusias dalam menyambut pelatihan ini. Sebab meski secara formal pelatihan berakhir pukul 20.00 WIB, namun sesi ramah tamah dilakukan hingga pukul 01.00 WIB dini hari, sungguh luar biasa.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini warga Nahdliyin Jombang bisa memanfaatkan Youtube sebagai media pemasaran mereka. Sebab sangat disayangkan jika kita hanya memanfaatkan Youtube hanya untuk hiburan semata. Nah, jadi kapan daerah kamu akan di kunjungi IMNU ?

IMNU Subang – NU harus Menjadi Fa’il di Internet

Pelatihan IMNU di Subang

IMNU.or.idIMNU Subang – NU harus Menjadi Fa’il di Internet Untuk memanfaatkan penggunaan internet dengan positif, PCNU Kabupaten Subang menggelar kegiatan pelatihan Internet Marketing berbasis media sosial dan aplikasi android, kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) tersebut digelar di aula Kantor PCNU Subang Jalan Darmodiharjo No.4, Sukamelang Subang. Ahad (26/11)

Dalam sambutannya, KH Musyfiq Amrullah menyampaikan bahwa warga NU perlu lebih banyak mewarnai konten-konten positif di internet karena disadari ataupun tidak saat ini internet sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat, hal ini bisa diukur dari aktifitas masyarakat hampir semuanya bisa dilakukan secara online.

“Di zaman now kita harus bisa menjadi fa`il di dunia internet, jangan hanya menjadi maf`ul saja dan melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan semua peserta bisa menjadi fa`il dalam mengisi konten-konten positif di internet”tandasnya

Pengasuh Pesantren Attawazun ini menambahkan, karena internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari maka pelatihan internet marketing ini merupakan bagian dari pelaksanaan kaidah yang menjadi salah satu prinsip NU, yaitu al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Senada dengan Kiai Musyfiq, Fahmi Baihaqi, wakil ketua IMNU Pusat menjelaskan bahwa tujuan berdirinya IMNU antara lain adalah untuk mengisi konten positif dan konten ke-NU-an di dunia maya, karena sebelumnya konten Islam Ahus Sunah waljamaah an-nahdliyah di internet sangat minim sekali, dampaknya adalah ajaran Islam Ahus Sunah waljamaah an-nahdliyah kurang begitu dikenal masyarakat secara luas. “Atas kegelisahan tersebut para pelaku internet marketing yang berlatarbelakang NU akhirnya sepakat untuk mendirikan IMNU” Tutup praktisi aplikasi android ini.

Dalam pelatihan yang dilakukan satu hari penuh ini, ada beberapa materi yang disampaikan, diantaranya yang paling utama adalah pelatihan Toko Online menggunakan Facebook Ads yang disampaikan oleh Aola Sahidin yang memang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam Facebook Marketing, khususnya branding terhadap produk sendiri. Pelatihan juga dilakukan dengan pengenalan bagaimana cara membuat Aplikasi Android yang disampaikan oleh Fahmi Baihaqi. (Aiz Luthfi/Redaksi)