HomeEkonomiIMNU Berbeda Dengan Organisasi Lain, Inilah Kemandirian IMNU

IMNU Berbeda Dengan Organisasi Lain, Inilah Kemandirian IMNU

Ekonomi 0 0 likes 832 views share

IMNU.or.id – IMNU Berbeda Dengan Organisasi Lain, Inilah Kemandirian IMNU – Setelah pulang dari kopdar kedua dan rakernas di Bandung tanggal 5-5 Agustus 2017 sekaligus peresmian IMNU oleh KH Maman Imanulhaq dari LDN NU, anggota-anggota IMNU langsung bergerak di daerah masing-masing. Tidak menunggu lama dan bersantai, anggota-anggota IMNU langsung terjun ke lapangan untuk merelasisasikan hasil-hasil rakernas tersebut.

Pertama adalah silaturahmi ke lembaga / banom, non lemaba NU dan komunitas-komunitas di NU seperti PCNU, MWC, IPPNU, LTN, Pagar Nusa, LazisNU dan lain-lain. Alhamdulillah sambutan mereka cukup positif terhadap kehadiran kita meski ada beberapa hal yang harus kita jelaskan secara detil seperti keberadaan kita yang secara struktural seperti apa dan visi misi kita bagaimana.

Kedua adalah realisasi pelatihan-pelatihan untuk warga nahdliyin khususnya di mana ini adalah fokus dan tujuan utama dari keberadaan IMNU. Anggota-anggota IMNU segera merapat ke lembaga-lembaga NU di daerah masing-masing dan mengusulkan pelatihan-pelatihan antara lain pelatihan dakwah cyber dan pelatihan bisnis online. Beberapa tempat sudah berhasil dilaksanakan berkat kerjasama dengan lembaga-lembaga NU tersebut. Pelatihan yang sudah dilaksanakan antara lain di kota Semarang, Sumedang, Tuban, Magelang. Dalam waktu dengan pelatihan-pelatihan di kota lainnya segera menyusul.

Satu hal yang patut diacungi jempol dari anggota-anggota IMNU ini selama relalisasi pelatihan ini adalah tentang kemandirian. Pertama adalah proses yang tidak mudah dan cepat selama koordinasi pelaksaan pelatihan. Anggota IMNU di daerah harus bolak-balik mengadakan pertemuan dengan pengurus lembaga NU untuk mengusulkan pelatihan ini. Bahkan beberapa anggota harus lintas kota untuk pertemuan dan diskusi pelatihan ini.

Baca : Awenk Audico: IM Adalah Tentang Fokus dan Percepatan
Salah satu anggota dengan pendapatan perbulan yang cukup besar di IMNU

Tidak sekali dua kali, diskusi ini terus berjalan hingga setelah acara selesai dan komunikasi antar lembaga/komunitas ini tetap terjaga hingga saat ini. Kedua selama proses pelatihan di mana anggota-anggota IMNU saling bahu membahu terlibat aktif di dalamnya baik dalam menyusun materi pelatihan Dakwah Cyber dan Interne Marketing (IM) maupun menyediakan pematerinya.

Dan ketiga adalah proses selama pelatihan di mana, para peserta tetap di monitor khususnya dalam menerapkan materi pelatihan IM tersebut. Grup-grup khusus untuk konsultasi dan tanya jawab lebih lanjut tentang IM juga disediakan. Semangat yang luar biasa dari anggota-anggota IMNU di daerah ini bisa dimengerti karena dua hal. Pertama karena sebagian besar latar belakang anggotanya yang memiliki basic pemain internet (internet marketers) di mana sehari-harinya mereka terhubung ke internet minimal 8 jam sehari.

Artikel IM Lainnya:  Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia

Jadi mereka tahu persis suasana di internet khususnya sosial media sehingga tak kenal lelah untuk menularkan pengalaman tersebut ke pesantren-pesantren agar lebih giat menjadiakan internet sebagai ladang dakwah. Kedua, mereka secara ekonomi sudah mandiri yang didapatkan dari kegiatannya sebagai pemain Internet Marketing. Dengan mayoritas sudah full time di dunia online, mereka dengan sadar dan ikhlas ingin berbagi dan memberi kontribusi lebih ke warga nahdliyin melalui keahlian mereka di dunia Internet Marketing (IM).

Kemandirian mereka khususnya secara finansial memudahkan mereka dalam bergerak sehingga tidak bergantung satu sama lain, tidak saling menunggu dan tidak mengharap dana bantuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan di atas. Tidak heran saat kopdar IMNU, baik pertama dan kedua, banyak anggota yang hadir dan dengan biaya sendiri baik yang dari jawa maupun luar jawa.

Kemandirian finansial ini mereka dapatkan dari aktivitas online yang mereka lakukan baik sebaik blogger, youtuber, affliate marketer, android developer, online shopper dan lain-lain. Ribuan dollar bisa mereka dapatkan dari aktivitas ini setiap bulannya. Kehadiran anggota-anggota IMNU di daerah ini memberi warna baru bagi warga nahdliyin khususnya. Bisa dilihat dari antusias mereka untuk mengikuti pelatihan-pelatihan ini baik yang sudah terlaksana maupun yang sudah mengisi form pelatihan di website IMNU. Warna lain adalah tentang kemandirian para anggotanya.

Earning dari salah satu anggota IMNU. Belum Earning dari anggota lainnya :D

Earning dari salah satu anggota IMNU. Belum Earning dari anggota lainnya 😀

Selain kemandirian secara finansial, para anggotanya juga secara flexible dan mandiri bergerak tanpa menunggu komando dan instruksi dari pusat. Ini merupakan tradisi baru dan hal positif yang perlu digalakkan sehingga mengurangi ketergantungan ketergantungan. Namun tentunya koordinasi dengan pusat tepat dilakukan untuk hal-hal terntu saja. Selebihnya inisiatif dan melihat situasi dan kondisi dilapangan.

Dengan latar belakang dan visi mengedukasi kaum nahdliyin baik dalam hal dakwah internet maupun bisnis online, diharapkan kehadiran IMNU ini bisa diterima warga nahdlyin baik NU secara struktural maupun kultural. Insya Allah, niat kami ingin memberi kontribusi positif kepada warga nahdlyin sesuai dengan keahlian kita di bidang Internet Marketing (IM). Kami adalah komunitas independent yang tidak terikat dengan lembaga manapun dan tidak partisan secara politik. Kehadiran kami murni untuk memberi sumbangsih kepada keluarga kami di NU.

*Artikel ini ditulis oleh mas Gaban – Ketua IMNU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *