HomeDakwahSeberapa Pentingkah BerQurban?
Seberapa Pentingkah BerQurban ?

Seberapa Pentingkah BerQurban?

Dakwah 0 4 likes 592 views share

IMNU.or.idSeberapa Pentingkah BerQurban? – Di awal pembicaraan kita kali ini, penulis akan membawa teman-teman untuk menanyakan dirinya masing-masing mengenai seberapa pentingkah berQurban ? Tentu, diantara kita ada yang menyebut cukup penting, sangat penting, tidak penting, atau biasa saja. Hal ini jelas cukup wajar mengingat setiap orang memiliki persepsi dan sudut pandang masing-masing, tentu semua kembali di dasari dengan ilmu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang ibadah berQurban di Hari Raya Idul Adha ini, yukk simak dahulu beberapa dalil mengenai landasan berQurban, hingga hukum tentang Qurban dibawah ini :

Dalil-Dalil Qurban:

1. Firman Allah dalam surah al-Kauthsar: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”.
Ayat ini boleh dijadikan dalil disunnahkannya qurban dengan asumsi bahwa ayat tersebut madaniyyah, karena ibadah qurban mulai diberlakukan setelah beliau hijrah ke Madinah.

2. ”Rasulullah SAW berqurban dengan dua ekor domba gemuk bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau dengan membaca bismillah dan takbir, beliau menginjakkan kakinya di paha domba”. Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a.

Hukum Qurban :

1. Mayoritas ulama terdiri antar lain: Abu Bakar siddiq, Uamr bin Khattab, Bilal, Abu Masud, Said bin Musayyab, Alqamah, Malik, Syafii Ahmad, Abu Yusuf dll. Mengatakan Qurban hukumnya sunnah, barangsiapa melaksanakannya mendapatkan pahala dan barang siapa tidak melakukannya tidak dosa dan tidak harus qadla, meskipun ia mampu dan kaya. Qurban hukumnya sunnah kifayah kepada keluarga yang beranggotakan lebih satu orang, apabila salah satu dari mereka telah melakukannya maka itu telah mencukupi. Qurban menjadi sunnah ain kepada keluarga yang hanya berjumlah satu orang. Mereka yang disunnah berqurban adalah yang mempunyai kelebihan dari kebutuhan sehari-harinya yang kebutuhan makanan dan pakaian.

2. Riwayat dari ulama Malikiyah mengatakan qurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu.

Keutamaan Qurban:

1. Dari Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Amal yang paling disukai Allah pada hari penyembelihan adalah mengalirkan darah hewan qurban, sesungguhnya hewan yang diqurbankan akan datang (dengan kebaikan untuk yang melakukan qurban) di hari kiamat kelak dengan tanduk-tanduknya, bulu dan tulang-tulangnya, sesunguhnya (pahala) dari darah hewan qurban telah datang dari Allah sebelum jatuh ke bumi, maka lakukanlah kebaikan ini”. (H.R. Tirmidzi).

2. Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda: ”Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di hari raya Adha”(H.R. Dar Qutni).

Dari beberapa hukum mayoritas para sahabat, tabi’in, para Imam 4 Madzhab, dan para ulama’ sepakat bahwa hukum berQurban adalah sunnah. Sunnah Kifayah bagi mereka yang memiliki lebih dari satu anggota keluarga, dan Sunnah ‘Ain bagi mereka yang hanya hidup sendiri dalam sebuah keluarga.  Namun ada beberapa ulama’ Malikiyah yang menyebut hukum Qurban ini adalah wajib bagi mereka yang mampu. Tentunya hukum ini bukanlah tanpa landasan mengingat berQurban adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW yang paling utama.

Andai kata kita lebih dari mampu untuk berQurban 1 ekor saja, namun kita tidak berQurban, kita tidaklah dosa. Namun adab kita dalam memandangan sunnah sangatlah buruk. Kita hanya berQurban setahun sekali itupun dengan Kambing, Domba, Sapi, atau Unta yang harganya masih beberapa juta, bayangkan bagaimana kalau Allah SWT memerintahkan kita untuk menyembelih anak kita seperti yang Allah SWT perintahkan kepada Sayyidina Nabi Ibrahim A.S.

Artikel IM Lainnya:  PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

Mampukah kita melaksanakan ?

Tentu akan sangat berat bagi kita untuk menyembelih buah hati kita sendiri. Kadar iman dan ilmu kita tidak seperti Sayyidina Nabi Ibrahim A.S. Allah SWT sudah mempermudah kita dalam beribadah, sudah mempermudah kita dalam mendekat kepadaNya, namun kenapa kadang kita masih enggan untuk mendekat kepadaNya ?

Bahkan ada ulama’ dalam suatu majelis berkata “Jangan sekali-kali kita memandang remeh suatu sunnah, meski itu hanya sunnah dalam bersiwak. Sebab bisa jadi dengan sunnah itu Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW ridho dengan kita, bisa jadi dengan sunnah itu Allah SWT menurunkan ampunan untuk kita dan keluarga kita”.

Seberapa Pentingkah BerQurban ?

Sumber Gambar : percikaniman.org

Kadang saya sendiri malu melihat teman saya yang masih bersekolah menyisihkan sebagian uang jajannya dalam satu tahun untuk membeli seekor kambing yang ia gunakan untuk berQurban. Pada waktu itu ia hanya memiliki uang Rp. 1.100.000,-. Jelas sebuah nominal yang kurang untuk membeli seekor kambing. Namun karena kuasa Allah SWT, ia dapat membeli seekor kambing kecil, namun layak untuk dijadikan hewan Qurban. Allah SWT jelas tak hanya melihat apa yang di Qurbankan oleh teman saya tadi, Allah SWT juga pasti melihat bagaimana perjuangannya dalam menyisihkan uang jajan untuk bisa berQurban, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepadanya.

Itu hanyalah secuil kisah dari banyaknya kisah orang yang rela menabung untuk bisa berQurban, padahal orang-orang tersebut bisa dikatakan belum mampu. Jika kita mampu, tidak malukah kita sama mereka ? Tidak malukah kita sama Allah SWT yang sangat banyak sekali memberi kita nikmat berupa harta benda namun untuk membeli satu ekor kambing saja kita masih cukup berat ?

Andai ibadah Qurban bukanlah suatu yang istimewa di sisi Allah SWT tentu Allah SWT tidak akan menjadikan Idul Adha sebagai hari raya kedua umat muslim setelah Idul Fitri. Andai ibadah Qurban bukanlah sesuatu yang penting, tentu Allah SWT tak langsung memerintahkannya dalam sebuah firman di Surah Al Kauthsar. Jangan sampai di akhirat kelak kita akan menyesal dan iri melihat balasan Allah SWT kepada orang-orang yang telah berQurban. Dan jangan sampai pula kita termasuk orang-orang yang merugi dan tidak beruntung hanya karena kita menyepelehkan sunnah-sunnah yang telah di tetapkan oleh Allah SWT.

Semua informasi mengenai Dalil Qurban diambil dari situs NU.or.id karena keterbatasan dan kefaqiran ilmu penulis. Karena kefaqiran ilmu itulah penulis tidak memberikan berbagai hukum hingga tata cara berQurban, penulis hanya mengajak kepada para pembaca untuk lebih mentadabburi arti ibadah Qurban dan mengajak para pembaca untuk berQurban, karena tentunya diluar sana banyak orang yang tidak mampu mengharapkan daging Qurban untuk mereka makan dan hanya di dapatkan dalam satu tahun sekali. Mohon maaf jika terjadi banyak kesalahan kata, penulisan, dan bahasa, mohon kritik dan sarannya, terima kasih. Wallahu’alam Bisshowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *