HomeDakwahPerdamaian Israel – Palestina Mungkinkah ?

Perdamaian Israel – Palestina Mungkinkah ?

Dakwah 0 2 likes 444 views share

IMNU.or.id – Perdamaian Israel – Palestina, Mungkinkah ? Siapa sangka kedua pemimpin yang tampangnya serem ini bisa bertemu dan berdialog untuk mencari solusi damai di semenanjung korea

Alkisah korsel dan korut statusnya saat ini adalah genjatan senjata sejak perang tahun 70an. Perang antar keduanya bisa terjadi lagi kapan saja. Apalagi kedua negara saling lempar retorika dan provokasi perang. Korut dengan berbagai uji rudal dan senjata nuklir yang dimiliki. Korsel dengan dukungan penuh Amerika melakukan latihan perang di perbatasan

Tidak usah ditanya berapa besar biaya dan korban kemanusiaan dari kedua pihak selama puluhan tahun utk aksi2 kedua belah pihak tsb. Tidak usah ditanya betapa tegang dan was2nya warga kedua negara tsb selama puluhan tahun mendengar retorika perang dari pemimpin mereka

Kini secercah harapan muncul ketika Trump – Kim berdialog setelah sebelumnya Kim Jong Un melakukan pertemuan bersejarah dengan presiden Korea Selatan di perbatasan kedua negara. Ada harapan kedua negara korut mau menurunkan tensi ketegangan. Ada harapan perdamaian abadi dapat terjalin antar keduanya
Dunia juga berharap ancaman perang nuklir yang melibatkan amerika dapat terhindar.

Memang masih terlalu dini menilai positif dari hasil pertemuan ini. Jalan panjang menuju perdamaian kedua negara masih panjang. Tapi setidaknya jalan menuju ke sana telah dibuka.

Sementara itu, jalan terjal yang sama coba disampaikan oleh seorang kiai rembang di belahan bumi yang berbeda. Meneruskan rintisan jalan damai dari sang guru Gus Dur, Gus Yahya seorang diri mendatangi jantung negara yahudi demi mengajak misi perdamaian yang tidak mudah.

Sama halnya seperti konflik di kedua negara Korea, konflik Israel – Palestina juga sudah berlangsung puluhan tahun. Sudah tidak terhitung korban harta dan jiwa dari kedua kubu. Kekerasan demi kekerasan berlangsung dari dulu hingga kini. Perang demi perang hingga melibatkan berbagai negara hanya menghasilkan kerusakan yang lebih parah di kedua belah pihak. Hingga saat ini Palestina belum mendapatkan haknya secara penuh. Begitu juga Israel yang dengan congkak selalu mengklaim apa yang bukan menjadi haknya

Artikel IM Lainnya:  IMNU - Merubah Kemasan dan Mempertahankan Isi

Berbeda dengan metode yang dilakukan para simpatisan Palestina di tanah air, Gus Yahya percaya bahwa sebagian besar kedua rakyat negara tersebut masih menginginkan kedamaian antar kedua negara dan berharap dapat terwujud dengan jalan damai pula. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibangun rasa saling percaya antar kedua dan dialog adalah jalan menuju kesana.

Tentu bukan pekerjaan yang mudah membangun kepercayaan kedua pihak yang selama ini bertikai. Apalagi sebagian dari masing-masing pihak meyakini apa yang mereka klaim saat ini adalah nubuwah agama. Belum lagi faksi-faksi di masing-masing kubu yang memanfaatkan konflik tersebut untuk kepentingan bisnis. Begitu pula dengan negara pihak ketiga yang memanfaatkan situasi konflik ini untuk kepentingan dan kampanye politik negaranya.

Masing panjang jalan rahmah yang coba dibangun Gus Yahya. Setelah sebelumnya menemui wakil presiden Amerika seorang ini dan menghadiri undangan dari AJC untuk menyampaikan pemahaman bahwa Islam juga mengajarkan keadilan dan kasih sayang selain dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina , mudah-mudahan dalam jangka dekat ini Gus Yahya juga menemui pihak-pihak internal Palestina untuk meyakinkan mereka bahwa ketakutan yang sama juga dirasakan warga Israel terhadap perang yang berkepanjangan

Jalan dialog telah dirintis seorang Gus Yahya, mari kita hormati langkah beliau untuk meneruskan jalan yang telah dirintis Gus Dur. Memang jalan dialog tidak menghasilkan output yang maksimal. Karena kepentingan kedua pihak harus ada yang dikorbankan demi terwujudnya kedamaian. Tapi jalan ini mampu menghindarkan konflik-konflik lainnya yang muncul dan korban yang tidak perlu.

Tidak usahlah kita mencaci maki langkah yang beliau ambil. Tidak sepaham boleh-boleh saja tapi mari kita sampaikan dengan cara yang elegan bukan dengan menghujat.

Semoga ikhtiar Gus Yahya diridhoi Allah SWT. Amin

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *