IMNU Meluncurkan Pasarijo, Marketplace Produk Lokal

Memasuki tahun kedua, tepatnya 1 juli 2019, IMNU (Internet Marketers Nahdlatul Ulama) kembali membuat suatu gebrakan dengan meluncurkan (soft launch) sebuah patform jual beli online bernama PASARIJO. Sebagaimana pada umumnya marketplace yang ada di tanah air, dalam PASARIJO setiap individu dapat menjadi penjual dan pembeli aneka produk yang ada. Beberapa hal yang menjadi pembeda antara lain, pertama selain sebagai pembeli, setiap orang juga dapat menjadi dropshipper (reseller yang tanpa membeli produk terlebih dahulu sebelum menjual produknya), suppllier. Kedua, setiap droshipper dan supplier akan memiliki dashboard untuk mengelola produk yang dijual belikan seperti pengaturan harga, toko, foto-foto produk dan lain-lain. Ketiga, setiap dropshipper dan supplier akan memiliki group-group tersendiri untuk konsultasi dan pembelajaran bisnis online yang dibimbing langsung oleh para pakar bisnis online IMNU. Keempat dan ini yang menjadikan PASARIJO sangat berbeda dengan lainnya adalah dengan memiliki jaringan cabang IMNU di berbagai daerah, para dropshipper dan supplier dapat dibimbing secara langsung (offline) di masing-masing daerah tentang berbagai hal untuk meningkatkan produksi dan penjualan secara online. Pelatihan dan workshop bisnis online ini sekaligus untuk memberdayakan ekonomi secara digital terhadap produk-produk yang dimiliki UKM-UKM di daerah maupun pesantren-pesantren

Read moreIMNU Meluncurkan Pasarijo, Marketplace Produk Lokal

IMNU Banyumas Adakan Pelatihan Google Adword Untuk Memasarkan Produk Lokal

Read moreIMNU Banyumas Adakan Pelatihan Google Adword Untuk Memasarkan Produk Lokal

Program Coaching Bisnis Online IMNU

Apa kabar sahabat IMNU semua
Disini dengan kang IM

Sebagai wadah para pemain bisnis online baik dari level pemula maupin level mastah, IMNU selalu membuka diri dalam menerapkan setiap program untuk para anggotanya. Beberapa program yang sudah dan masih berjalan antara lain pelatihan pengenalan bisnis online, program-program pendalaman bisnis online yanag dilakuka secara reguler di cabang-cabang IMNU msupun di pesantren-pesantren yang bekerja zama dengan IMNU. Kemudian FGD berbagai jenis bisnis online mulai dari blogger adsense, dropshipping marketplace hingga scale up bisnis dan lain sebagainya

Read moreProgram Coaching Bisnis Online IMNU

Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia

IMNU.or.id – Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia – Seiring dengan perkembangan zaman, pola perputaran ekonomi dari yang konvensional akan semakin beralih ke Digital. Di Indonesia sendiri tak banyak orang yang mengetahui hal ini. Hadirnya IMNU salah satu misinya adalah untuk memberikan edukasi mengenai Internet Marketing yang ada di Indonesia. Dan hal ini dimanfaatkan betul oleh beberapa IMNU Demak, Jawa Tengah untuk mengadakan Workshop IM hasil kerjasama dengan Himpunan Santri Penguasaha Indonesia (HIPSI).

Dalam Workshop IM ini dihadiri langsung oleh Ketua Divisi Kaderisasi IMNU, kang Muzakka Ahmad, dan juga Ketua Divisi Ekonomi IMNU, kang Nano Payaman. Tak ketinggalan salah satu anggota yang sukses menekuni bidang Adsense Youtube yakni Mustofa Nabhan. Ketiganya memberikan beberapa materi seminar dan workshop bagaimana cara mendulang rupiah melalui internet.

Seperti yang dilakukan oleh Kang Nano Payaman yang memberikan berbagai macam tips jualan produk secara online karena memang beliau khusus menekuni bidang tersebut. Lain halnya dengan kang Muzakka dan kang Nabhan yang memberikan pelatihan menjadi seorang Youtuber handal karena keduanya merupakan ahli di bidang Youtube Indonesia.

Acara yang diselenggarakan di Ponpes Al Fattah Demak  ini mendapatkan respon yang sangat tinggi dari para peserta. Antusiasme peserta tak luntur meski mendapatkan materi dalam durasi waktu yang cukup lama. Di lain kesempatan, Ketua IMNU Demak yaitu Eko Siswanto menaruh harapan yang tinggi dalam seminar dan workshop ini.

“Semoga dengan seminar dan pelatihan Internet Marketing mampu menciptakan pengusaha-pengusaha online muda sehingga akan meningkatkan perekonomian mereka pada khususnya dan Kabupaten Demak pada umumunya.” tandasnya seperti dilansir dari laman SuaraKeadilan.net.

PCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan

IMNU.or.idPCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan – Dunia bisnis mengalami pergeseran hebat sejak internet mulai umum digunakan masyarakat. Di Indonesia, hal ini terjadi sejak dekade 2000-an, bahkan jauh sebelum masuk tahun 2000, masyarakat sudah sering mendengar jargon “era data” yang pegang datalah yang akan menjadi pemenang. Data disini tentu saja bisa berupa sebuah informasi, karena apapun bisnis anda tanpa anda memiliki sebuah informasi detail tentang market, maka bisnis anda akan mudah dikalahkan dan terjungkal oleh sanga pemilik data. Lalu muncul lagi slogan, “era informasi digital” dilanjut dengan “era digital” disinilah arus pergeseran besar terjadi, mungkin ini sudah dimulai sejak tahun 2000an, tetapi hanya sebagian kecil saja pelaku usaha yang memahami momentum itu, kemudian melakukan langkah-langkah strategis menyikapi perubahan besar ini. Dunia bisnis mengenal ini sebagai era digitalisasi usaha. Sayangnya tak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan arus perubahan besar ini, bahkan mirisnya banyak pembisnis yang tak pernah tahu akan adanya arus perubahan besar ini, sehingga menyebabkan mereka akhirnya gulung tikar. Terjungkal oleh arus besar era digitalisasi usaha.

Kita bisa lihat sekarang, semua sudah serba online, orang butuh apa saja tinggal duduk manis sambil klak-klik hp pesan apa saja yang dibutuhkan jasa atau barang, tak butuh waktu lama, pesanan akan sampai, ada yang instant, ada yang harus menunggu, tetapi semua itu bukti bahwa perubahan besar itu sudah mulai diterima masyarakat, dan sebagai dampaknya, pelaku usaha yang masih belum move on, masih mengandalkan basis layanan offline, akan tertinggal. Dan siapa pemanangnya? Merekalah anak-anak muda kreatif yang jeli mengamati perilaku pasar dan bisa membaca arus perubahan besar itu, serta berani mengambil langkah/ take action!

Menyikapi fenomena ini, pemerintah, dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat maupun para penggiat dunia bisnis melakukan workshop untuk memberikan pemahaman baru tentang era digitalisasi usaha ini.

NU sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, yang tentu saja memiliki banyak sekali kader ataupun jamaahnya yang berkecimpung didunia bisnis, tak bisa lepas dari era perubahan besar ini. Utamanya lembaga atau Banom di tubuh NU yang membidangi usuran ekonomi, tentu harus bisa melakukan kerja nyata mengedukasi jamaahnya yang memiliki usaha/bisnis untuk segera melakukan perubahan signifikan kalau tidak mau tertinggal dan tergerus arus perubahan besar ini.

Warga Nahdliyin tersebar diberbagai kota hampir menyeluruh disegala penjuru Nusantara, tentu memiliki ke-khasan dan ciri sendiri-sendiri dari sisi kegiatan perekonomiannya masing-masing. Sebagai contoh Nahdliyin Pekalongan banyak yang menekuni usaha dibidang perbatikan, sebagaimana kita ketahui, Pekalongan adalah salah satu produsen Batik terbesar tanah air, namanya bahkan sudah melambung ketingkat dunia Internasional. Sayang sekali kalau sampai menjadi korban arus perubahan besar digitalisasi usaha.

Upaya-upaya sudah banyak dilakukan oleh NU untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan menyongsong era online ini. Sebagaimana telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan, yang langsung bergerak atktif memberikan pembelajaran Internet Marketing kepedagang Batik dikota Pekalongan.

Namun nampaknya upaya dari PCNU Kota Pekalongan masih belum mendapatkan respon positif, para pedagang masih menanggapi dingin dan acuh soal pentingnya mengikuti arus pasar yang sedang menuju kearah online/digital. Bisa jadi karena pada umumnya para pedagang ini gaptek dengan teknologi informasi, atau mungkin juga karena susahnya melepaskan sesuatu yang telah mengakar soal pola pikir atau mindset lama soal bisnis.

Hal ini diceritakan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Mutarom, mengisahakan bagiamana perjuangannya dahulu dalam upaya sosialisai dan empowering pebisnis Nahdliyin mengahdapi era digital kepada para pebisnis Batik Kota Pekalongan, yang notabene merupakan jamaahnya.

“Dulu tahun 2005 an, setelah belajar Internet Marketing, saya coba sampaikan konsep itu di Pekalongan, terutama di warga NU, namun kurang mendapat respon,” tutur Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom saat membuka Workshop Digital Marketing IMNU di gedung Aswaja Pekalongan (1/2/2018).

Dan akhirnya terbukti, banyak pelaku bisnis Batik diPekalongan yang tak kuat mengahdapi arus besar ini, akhirnya harus gulung tikar.

Kini di tahun 2018 ini, PCNU Kota Pekalongan kembali ingin memberikan kontribusi nyata lagi kepada para pelaku usaha Batik Kota Pekalongan, khususnya Nahdliyin yang berkecimpung dibisnis Batik. Kali ini PCNU kota Pekalongan bekerjasama dengan IMNU, sebuah komunitas anak-anak muda Nahdliyin yang bergerak dibidang dunia bisnis internet, atau lebih dikenal sebagai Internet Marketers. IMNU sendiri kependekan dari Internet Marketers Nahdlatul Ulama.

Hal ini tentu saja seperti gayung bersambut, disatu sisi misi dan visi IMNU yang ingin berjuang secara sukarela memberikan ilmu dan pelatihan dibidang bisnis online, disisi lain ternyata PCNU kota Pekalongan sedang serius memikirkan tentang bagaiamana memberikan kontribusi nyata kepada pelaku usaha Batik diPekalongan utamanya dalam Migrasi menuju ke Bisnis berbasis Internet atau Online, penggabungan dari core bisnis darat dengan dunia Internet adalah sebuah keniscayaan kalau ingin tetap eksis dan menjadi pemenang.

Sebagaimana kita tahu, bisnis online itu seperti raksasa rakus yang sangat buas memangsa pengusaha-pengusaha konvensional.

“Saat ini pengunjung pasar di Indonesia terlihat menurun. Karena pola belanjanya banyak yang beralih ke online,” kata Muhtarom, yang juga pengusaha batik itu.

Dia berharap pedagang Pekalongan segera sadar perkembangan pasar online. Sehingga perlu digeliatkan pembelajaran online marketing. Untuk memacu para pengusaha dan terciptanya wirausaha baru dari warga NU dan Kota Pekalongan. (Abd)

IMNU Berbeda Dengan Organisasi Lain, Inilah Kemandirian IMNU

IMNU.or.id – IMNU Berbeda Dengan Organisasi Lain, Inilah Kemandirian IMNU – Setelah pulang dari kopdar kedua dan rakernas di Bandung tanggal 5-5 Agustus 2017 sekaligus peresmian IMNU oleh KH Maman Imanulhaq dari LDN NU, anggota-anggota IMNU langsung bergerak di daerah masing-masing. Tidak menunggu lama dan bersantai, anggota-anggota IMNU langsung terjun ke lapangan untuk merelasisasikan hasil-hasil rakernas tersebut.

Pertama adalah silaturahmi ke lembaga / banom, non lemaba NU dan komunitas-komunitas di NU seperti PCNU, MWC, IPPNU, LTN, Pagar Nusa, LazisNU dan lain-lain. Alhamdulillah sambutan mereka cukup positif terhadap kehadiran kita meski ada beberapa hal yang harus kita jelaskan secara detil seperti keberadaan kita yang secara struktural seperti apa dan visi misi kita bagaimana.

Kedua adalah realisasi pelatihan-pelatihan untuk warga nahdliyin khususnya di mana ini adalah fokus dan tujuan utama dari keberadaan IMNU. Anggota-anggota IMNU segera merapat ke lembaga-lembaga NU di daerah masing-masing dan mengusulkan pelatihan-pelatihan antara lain pelatihan dakwah cyber dan pelatihan bisnis online. Beberapa tempat sudah berhasil dilaksanakan berkat kerjasama dengan lembaga-lembaga NU tersebut. Pelatihan yang sudah dilaksanakan antara lain di kota Semarang, Sumedang, Tuban, Magelang. Dalam waktu dengan pelatihan-pelatihan di kota lainnya segera menyusul.

Satu hal yang patut diacungi jempol dari anggota-anggota IMNU ini selama relalisasi pelatihan ini adalah tentang kemandirian. Pertama adalah proses yang tidak mudah dan cepat selama koordinasi pelaksaan pelatihan. Anggota IMNU di daerah harus bolak-balik mengadakan pertemuan dengan pengurus lembaga NU untuk mengusulkan pelatihan ini. Bahkan beberapa anggota harus lintas kota untuk pertemuan dan diskusi pelatihan ini.

Baca : Awenk Audico: IM Adalah Tentang Fokus dan Percepatan
Salah satu anggota dengan pendapatan perbulan yang cukup besar di IMNU

Tidak sekali dua kali, diskusi ini terus berjalan hingga setelah acara selesai dan komunikasi antar lembaga/komunitas ini tetap terjaga hingga saat ini. Kedua selama proses pelatihan di mana anggota-anggota IMNU saling bahu membahu terlibat aktif di dalamnya baik dalam menyusun materi pelatihan Dakwah Cyber dan Interne Marketing (IM) maupun menyediakan pematerinya.

Dan ketiga adalah proses selama pelatihan di mana, para peserta tetap di monitor khususnya dalam menerapkan materi pelatihan IM tersebut. Grup-grup khusus untuk konsultasi dan tanya jawab lebih lanjut tentang IM juga disediakan. Semangat yang luar biasa dari anggota-anggota IMNU di daerah ini bisa dimengerti karena dua hal. Pertama karena sebagian besar latar belakang anggotanya yang memiliki basic pemain internet (internet marketers) di mana sehari-harinya mereka terhubung ke internet minimal 8 jam sehari.

Jadi mereka tahu persis suasana di internet khususnya sosial media sehingga tak kenal lelah untuk menularkan pengalaman tersebut ke pesantren-pesantren agar lebih giat menjadiakan internet sebagai ladang dakwah. Kedua, mereka secara ekonomi sudah mandiri yang didapatkan dari kegiatannya sebagai pemain Internet Marketing. Dengan mayoritas sudah full time di dunia online, mereka dengan sadar dan ikhlas ingin berbagi dan memberi kontribusi lebih ke warga nahdliyin melalui keahlian mereka di dunia Internet Marketing (IM).

Kemandirian mereka khususnya secara finansial memudahkan mereka dalam bergerak sehingga tidak bergantung satu sama lain, tidak saling menunggu dan tidak mengharap dana bantuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan di atas. Tidak heran saat kopdar IMNU, baik pertama dan kedua, banyak anggota yang hadir dan dengan biaya sendiri baik yang dari jawa maupun luar jawa.

Kemandirian finansial ini mereka dapatkan dari aktivitas online yang mereka lakukan baik sebaik blogger, youtuber, affliate marketer, android developer, online shopper dan lain-lain. Ribuan dollar bisa mereka dapatkan dari aktivitas ini setiap bulannya. Kehadiran anggota-anggota IMNU di daerah ini memberi warna baru bagi warga nahdliyin khususnya. Bisa dilihat dari antusias mereka untuk mengikuti pelatihan-pelatihan ini baik yang sudah terlaksana maupun yang sudah mengisi form pelatihan di website IMNU. Warna lain adalah tentang kemandirian para anggotanya.

Earning dari salah satu anggota IMNU. Belum Earning dari anggota lainnya :D

Earning dari salah satu anggota IMNU. Belum Earning dari anggota lainnya 😀

Selain kemandirian secara finansial, para anggotanya juga secara flexible dan mandiri bergerak tanpa menunggu komando dan instruksi dari pusat. Ini merupakan tradisi baru dan hal positif yang perlu digalakkan sehingga mengurangi ketergantungan ketergantungan. Namun tentunya koordinasi dengan pusat tepat dilakukan untuk hal-hal terntu saja. Selebihnya inisiatif dan melihat situasi dan kondisi dilapangan.

Dengan latar belakang dan visi mengedukasi kaum nahdliyin baik dalam hal dakwah internet maupun bisnis online, diharapkan kehadiran IMNU ini bisa diterima warga nahdlyin baik NU secara struktural maupun kultural. Insya Allah, niat kami ingin memberi kontribusi positif kepada warga nahdlyin sesuai dengan keahlian kita di bidang Internet Marketing (IM). Kami adalah komunitas independent yang tidak terikat dengan lembaga manapun dan tidak partisan secara politik. Kehadiran kami murni untuk memberi sumbangsih kepada keluarga kami di NU.

*Artikel ini ditulis oleh mas Gaban – Ketua IMNU

IMNU Adakan Pelatihan Internet Marketing Gratis di Magelang

IMNU.or.idIMNU Adakan Pelatihan Internet Marketing Gratis di Magelang – Belum genap dua bulan setelah IMNU diresmikan, organisasi yang memiliki akronim Internet Marketers Nahdlatul Ulama’ ini bergerak cepat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat NU, khususnya dibidang Internet Marketing. Hal ini diwujudkan dengan adanya pelatihan Internet Marketing di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang dipelopori oleh Awan Wiratno yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Perekonomian IMNU.

Pelatihan yang dilakukan selama dua bulan penuh mulai tanggal 22 Agustus hingga 20 Oktober 2017 ini berangkat dari keprihatinan Awan Wiratno -sebagai ketua divisi ekonomi IMNU- yang melihat masyarakat NU yang masih tidak terlalu mengenal apa itu Internet Marketing. Pria yang akrab disapa Mas Nano ini juga menyadari betul bahwa sebenarnya potensi masyarakat NU untuk berkecimpung di dunia Internet Marketing cukup besar, terlebih lagi bagi mereka yang menjalankan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sebab, seperti yang kita ketahui sendiri bahwa sektor perdagangan atau UKM menjadi salah satu mata pencaharian paling utama sebagian besar warga NU diseluruh pelosok negeri. “UKM warga NU ini sangat luar biasa potensinya, tapi belum banyak yang menggarap. Jadi kita ingin memberdayakan mereka melalui metode internet marketing,” ungkap Mas Nano kepada NU Online pada Sabtu (27/8).

“Pelatihan ini fokusnya untuk menjualkan produk UKM milik Nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Dengan begitu manfaatnya akan dirasakan dari hulu sampai hilir. Misalnya saya jualan suvenir, mulai yang bikin suvenir, yang tebang kayu, yang produksi, semua merasakan manfaatnya.” lanjut pria yang sudah menekuni Internet Marketing selama 11 tahun ini.

IMNU: Merubah Kemasan dan Mempertahankan Isi

Mas Nano sendiri juga menyadari betul bahwa produk-produk milik UKM para warga Nahdliyin ini mampu menggerakkan roda perekonomian yang cukup besar mulai dari Produsen hingga Konsumen, terlebih lagi dengan memanfaatkan teknologi Internet yang saat ini dan hingga seterusnya masih akan menjadi trend perdagangan di Indonesia.

Dan pelatihan milik Mas Nano ini pun disambut antusias oleh para warga Nahdliyin yang memang serius ingin menekuni Internet Marketing. Sebanyak 10 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa seperti Jakarta, Tegal, Purbalingga, Probolinggo, dan Magelang semangat dalam memerhatikan setiap materi yang disampaikan oleh Mas Nano dan kawan-kawan.

Dan para peserta pun menyebutkan bahwa pelatihan seperti ini sangat mudah untuk dipahami karena konsep pengajaran sendiri juga mengacu pada 20 persen teori, dan 80 persen praktik. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Rozi (33), peserta yang berasal dari Jakarta. “Dengan adanya pelatihan ini saya dapat ilmu yang lebih sistematis. Kalau dulunya saya otodidak, di sini saya lebih ngerti gimana sih cara bikin iklan di youtube, di google. Selain itu saya juga bisa menambah jaringan pertemanan.” ungkapnya.

Dan yang membuat para peserta bisa bernapas lega adalah pelatihan ini tidak ditarik biaya sepeser pun alias gratis, tidak seperti pelatihan yang dilakukan pada umumnya yang berbiaya cukup mahal mengingat ilmu yang di dapatkan pun cukup sulit dan tak semua orang memahaminya. Tak hanya berasal dari peserta saja, warga NU disana pun mendukung program yang sangat bermanfaat ini. Bahkan tempat pelatihan yang digunakan merupakan salah satu rumah warga yang diwakafkan untuk keperluan IMNU dan berbagai macam kegiatannya. (Muhammad Jefri)