Syariaid, Aplikasi Cari Ustadz Terdekat

Keinginan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman agama menjadi trend kebutuhan masyarakat terutama masyarakat perkotaan akhir-akhir ini di Indonesia. Hal ini muncul sebagai kesadaran masif masyarakat tentang pentingnya memaknai kehidupan yang tidak hanya dilihat dari sisi materi saja. Ada hal-hal diluar jangkauan pikiran manusia untuk bisa dipahami dan disitulah ruang agama masuk.

Kesadaran ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan informasi keagamaan baik media digital maupun konvensiional. Mulai itu mendatangi majelis taklim di mesjid maupun tempat umum, mengakses kanal berita-berita agama, menonton youtube hingga aktif di sosial media yang membicarakan hal-hal terkait agama

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi atau aktivitas yang rutin seperti karyawan swasta, PNS, BUMN dan lain sebagaimana mereka lebih banyak memanfaatkan media digital seperti youtube, Facebook, Instagram dan website untuk mendapatkan berbagai jenis informasi keagamaan.  Selain itu sebagian dari mereka memanfaatkan waktu yang terbatas untuk mengikuti kajian-kajian seleas sholat dhuhur maupun Ashar di mesjid-mesjid perkantoran mereka

Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya pemahaman agama yang didapat terutama dari sumber mediga digital yang kadang cenderung klik bait (permainan dari judul agar diklik user), informasi yang dipotong, sumber yang tidak terverifikasi jikalaupun sumbernya ada, belum tentu sumber itu memiliki kapabilitas menyampaikan pemahaman agama yang utuh. Belum lagi jika ada beragam pemahaman yang berbeda namun cenderung menyalahkan pemahaman yang berbeda tersebut karena sudah mendapat pemahaman dari satu sumber

Dari sisi keluarga juga mengalami masalah yang sama terutama untuk pendidikan agama anak-anak kita. Minimnya waktu dan pemahaman agama yang dimiliki orang tua mengakibatkan pengetahuan dan pemahaman agama anak diserahkan kepada institusi pendidikan. Jika sekolah mereka merupakan institusi pendidikan berbasis agama maka mereka akan mendapatkan materi dan pemahaman agama yang cukup. Namun jika mereka bersekolah di institusi pendidikan umum, mereka mendapat porsi pengetahuan dan pemahaman agama yang kurang signifikan. Di sinilah peran orang tua untuk menambahkan kekurangan tersebut. Namun apa daya orang tua juga memiliki pemahaman agama yang kurang serta waktu yang tidak tersedia karena kesibukan pekerjaan

Disinilah urgensinya kehadiran aplikasi SYARIAID ditengah-tengah masyarakan perkotaan pada khususnya. SYARIAID adalah aplikasi pencarian ustadz dan ustadzah terdekat berbasis android. Melalui aplikasi ini siapa saja bisa mencari  dan mengundang ustadz dan ustadzah terdekat untuk mengisi berbagai kajian dan pengajian baik di rumah, mesjid, perkantoran, kampus, sekolah dan lain sebagainya sesuai dengan kesepakatan lokasi dan waktu

Melalui aplikasi SYARIAID, jamaah dapat menentukan sendiri kapan dan dimana untuk mengadakan kajian maupun bimbingan islam seperti kajian sunnah, kajian tauhid, belajar bahasa Arab, tahfidz Quran dan lain-lain. Jamaah juga dapat melihat profile para ustadz yang tergabung dengan aplikasi SYARIAID sebagai mitra mulai dari latar belakang pendidikan umum dan pendidikan agama, kitab-kitab yang dikuasai hingga aktivitas saat ini. Selain itu foto para ustadznya juga dapat dilihat secara jelas. Selain fleksibilitas penentuan waktu dan lokasi, kelebihan  lainnya adalah jamaah dapat menentukan materi kajian secara spesifik. Jamaah hanya perlu menuliskan secara detil materi seperti apa yang ingin disampaikan oleh ustadz pada saat kajian tersebut. Kemudian terkait infaq yang akan diberikan ke ustadz, aplikasi SYARIAID tidak menampung dana infaq dari jamaah untuk diberikan ke ustadz namun jamaah yang memberikan langsung infaq tersebut setelah kajian selesai.

Aplikasi SYARIAID sangat bermanfaat sekali bagi individu-individu di kota-kota besar yang ingin mendapatkan bimbingan islam secara langsung dari ustadz dan ustadzah yang memiliki kompetensi  ilmu keagamaan. Mereka dapat memanfaatkan aplikasi SYARIAID untuk mencari dan mengundang ustadz untuk mengisi kajian keluarga, acara pengajian rutin bersama tetangga juga untuk membimbing anak-anak mereka dalam belajar agama islam secara baik dan benar. Selain dibutuhkan oleh para keluarga, aplikasi ini juga sangat berguna untuk para pengurus mesjid baik mesjid komplek perumahan maupun mesjid perkantoran yang membutuhkan ustadz dan ustadzah untuk mengisi kajian-kajian rutin.

SYARIAID, aplikasi yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan khususnya untuk belajar dan memahami agama secara baik dan benar langsung dari sumber yang terverifikasi secara keilmuannya. Download aplikasi cari ustadz SYARIAID disini

DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis

DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis

IMNU.or.id – DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis. Halo sahabat IMNU, Apa kabar ? Kali ini admin akan membawa kabar gembira bagi kamu. Demi mensukseskan Visi dan Misi IMNU, DKC IMNU Surabaya berencana akan berbagai plus membantu berbagai macam sekolah yang belum memiliki sistem informasi berbasis website.

Dalam hal ini, program DKC IMNU Surabaya adalah membantu sekolah untuk membangun sistem informasi berbasis web tanpa dikenakan biaya sepeser pun lohh alias GRATIS tis. Beberapa hal yang bisa kamu dapatkan untuk membangun website di sekolah kamu adalah :

  • Domain .sch.id GRATIS Selama setahun
  • Cloud Hosting Paket Home Pro / Business Pro GRATIS selama 6 Bulan
  • Google For Education

DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis

Cukup membantu bukan ? Di era digital seperti saat ini, sudah hal yang lumrah suatu sekolah memiliki sistem informasi berbasis website. Hal tersebut dikarenakan berbagai informasi dapat mudah di akses melalui Smartphone yang mana Website adalah salah satu bentuk sistem informasi yang familiar dan mudah di akses oleh semua orang.

Jika sekolah kamu belum memiliki sistem informasi berbasis website, yuk segera daftarkan dan bekerja sama dengan IMNU Surabaya dengan menghubungi Contact Person dibawah ini :

Hubungi Segera Mas Dian :

  • 0813-3228-3443 WA
  • 0813-6634-8116 Telpon

Jika ingin menggunakan layanan gratis dari DKC IMNU Surabaya ini tentunya kamu harus menyiapkan beberapa persyaratan administrasi surat-surat dari pihak sekolah ya Sobat IMNU. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi pihak DKC IMNU Surabaya diatas. Dan ayo sebarkan sehingga semakin banyak sekolah yang memiliki akses informasi berbasis website. #IMNU #IMNUBerbagi #IMNUSurabaya

Sekjen IMNU Serukan Netizen Cerdas Bersosial Media

Sekjen IMNU Serukan Netizen Cerdas Bersosial Media

IMNU.or.id – Sekjen IMNU Serukan Netizen Cerdas Bersosial Media. Tulisan di bawah ini merupakan pesan sekjen IMNU Baldanur Baharuddin untuk Netizen. Berikut pesannya.

Di era saat ini, Media Sosial sudah mulai menjamur dan banyak digunakan oleh seluruh penduduk di dunia. Tak terkecuali Indonesia, Media Sosial seakan menjadi salah satu ‘kebutuhan pokok’ yang harus dipenuhi setiap harinya.

Pada awalnya, Media Sosial hanya digunakan untuk menjalin pertemanan, berhubungan dengan sanak saudara atau kerabat, hingga digunakan untuk mencurahkan segala isi hati.

Namun seiring dengan berbagai masalah dan polemik di negeri ini, Media Sosial seakan menjadi sebuah ‘Medan Tempur’ yang harus dikuasai.

Tak heran memang, sebab menurut Kominfo pengguna Media Sosial di Indonesia mencapai 63 Juta orang. Untuk Facebook saja, Indonesia menjadi negara ke 4 dengan pengguna terbanyak. Menurut data dari Webershandwick, ada 33 Juta pengguna Facebook di Indonesia aktif setiap harinya. Jelas sebuah angka yang luar biasa.

Namun bagi orang cerdas, tentu Media Sosial bukanlah ‘Medan Tempur’ yang harus dikuasai. Sebab ada banyak sekali manfaat Media Sosial yang bisa kita dapatkan. Salah satu yang bisa kita dapatkan adalah ‘Lapangan Pekerjaan’.

Sekjen IMNU Serukan Netizen Cerdas Bersosial Media

Lho kok bisa mendapatkan ‘Lapangan Pekerjaan’ di Media Sosial ? Tentu saja pertanyaan ini sering saya dengar dari mereka yang agak kurang melek teknologi.

Sebab di masa yang akan datang, kita akan dituntut untuk se-kreatif mungkin dalam bekerja, tak melulu mengandalkan etos dan semangat kerja yang tinggi.

Lagi pula, pelaku ujaran kebencian di Media Sosial juga memiliki kemungkinan besar untuk berurusan dengan hukum, dengan UU ITE.

Selain itu, para pelaku ujaran kebencian ini juga memiliki ‘masalah’ dengan psikis mereka, karena mereka lebih senang mengajak ‘ribut’ daripada mengajak ‘damai’.

Oleh karena itu, mari kita sudahi segala bentuk Hate Speech di Media Sosial dengan tidak menjadi pelaku, dan membalas si ‘Pelaku’ tersebut. Sebab hal tersebut hanya akan membuang energi dan waktu kita.

Kita bisa memanfaatkan Media Sosial lebih banyak lagi kapanpun dan dimanapun kita berada.

Sekjen IMNU Serukan Netizen Cerdas Bersosial Media
Salah satu bentuk ujaran kebencian.

Maka dari itu Saya menghimbau kepada seluruh Nahdliyyin untuk selalu cerdas menggunakan sosial media, menjaga diri untuk tidak menyebar informasi HOAX, dan tetap Bijak dan santun mengcounter isu2 yang meskipun itu dianggap cenderung mendiskreditkan NU secara jam’iyyah maupun Individu”

Berpendapat atau bersemangat atas sesuatu tentu boleh-boleh saja. Tentunya hal tersebut harus diimbangi dengan Adab dan Akhlak. Bagaimana cara berpendapat yang santun, bagaimana cara kita menghadapi suatu masalah dengan santun pula. Karena ilmu tanpa diimbangi Adab tak akan bernilai sama sekali.

So, mari kita manfaatkan Media Sosial minimal dengan tidak memberikan ujaran kebencian dan atau caci maki kepada orang lain.

Soal Mindset Ala Kang IM

Soal Mindset Ala Kang IM

IMNU.or.id – Soal Mindset Ala Kang IMAssalamualaikum sahabat IMNU. Apa kabar semuanya ? Semoga tetep sehat. Siap action dan berkah. Kali ini Kang IM akan sharing tentang selayamg pandang grup2 mentoring bisnis online yang diadakan oleh IMNU Kang IM akan mulai dari tema MINDSET dulu karena ini sangat kritikal.

Siap… ?
Simak….

Menjadi pemain internet marketing meski medianya digital, virtual tidak berarti hasilnya bisa di dapat dengan instan dan mudah. Apalagi saat ini Indonesia lagi booming2nya bisnis digital mulai dari marketplace hingga layanan jasa seperti gojek, grab, traveloka dan sejenisnya. Yang artinya kesadaran akan adanya bisnis online itu semakin meluas dan pada akhirnya kompetisi semakin banyak

Karena itu satu hal yang sangat penting ketika mau terjun ke dalam bisnis online adalah soal mindset atau cara berpikir soal bisnis online tadi. Beberapa cara pandang yang harus dipahami temen2 ketika terjun bisnis online yamg perlu diketahuai antara lain:

1. Hilangkan kata instan

Memang bisa dilakukan secara instan. Banyak pemain online yang dilakukan secara instan. Bahkan tersedia juga jasa penyedia instan2 seperti tool2. Tapi percayalah sama Oang IM bahwa sesuatu yang didapat secara instan akan hilang secara instan pula. Kemudian harus memulai lagi dari awal ketika aset yang kita bangun secara instan itu hilang. Begitu seterusnya. Bangun – earning – hilang (banned)

Begitu kira2 siklusnya…

Kalau ditanya apakah menghasilkan dengan cara instan maka jawabannya memghasilkan. Tapi ritme bisnisnya jadi sangat cepat, instan tadi. Apalagi ketika algoritma google update, bisa jadi teori yang kemarin dipraktekan tidak work lagi. Facebook update, imstagram update, tokopedia update, shopee update. Bisa jadi ya.g kemarin bisa menghasilkan setelah update tersebut tidak work lagi

Itu kenapa Kang IM selalu mewanti2 lebih baik hindari kata instan dalam menjalankan bisnis online meski tidak 100% dihindarkan karena dalam beberapa hal2 yang instan ini diperlukan. Contohnya pembayaran transaksi toko online kita harus lewat instan payment dengan e-banking atao kartu kredit. Masa harus transfer langsung ke bank? Itu contohnya

2. Disiplin dan komitmen

Saya yakin temen2 sudah paham semua kalau sesuatu mau berhasil harus dikerjakan dengan sungguh2 dan penuh disiplin dan komitmen. Hal itupun berlaku di dunia online. Jangan harap dengan bersantai-santai dan dikerjakan dengan sekedarnya bisnis online yang kita jalankan bisa berhasil. Meski dilakukan di dunia maya bukan berarti bisnis tersebut dijalankan dengan serampangan.

Kita harus komit dengan target yang sudah kita buat. Harus disiplin menjalankan setiap langkah yang sudah kita susun untuk mencapai target tersebut. Selain itu kita juga harus disiplin mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan setiap langkah yang kita jalankan

Apalagi seperti Kang IM sebutkan di atas bahwa kompetisi bisnis online semakin ke sini semakin ramai. Kalau Anda jalankan bisnis online Anda sekedarnya saja, kang iM yakin bahkan haqul yakin Anda akan ketinggalan. Catet ya …!

3. Kerja cerdas

Bekerja keras itu penting tapi bekerja cerdas jauh lebih penting dalam menjalankan bisnis online.
Terkait kerja cerdas ini Kang IM hanya akan soroti hal terkait team work dan sharing kompetensi. Bisnis online bisa dilakukan seorang diri. Tapi jika kita sudah mau scale up, sudah mau menaikan level bisnis, kita harus siap2 membangun tim. Siapkan tim untuk bertugas misal mulai jadi CS, produk quality control, kelola website, marketing, sales dll.

Jadi bagi temen2 yang terbiasa bekerja sendiri mulai dari nyari produk sendiri, promosi sendiri, bikin web sendiri, CS in sendiri dll harus bersiap untuk membentuk tim jika ingin bisnis onlinenya berkembang

Bentuk tim ini bisa dimulai dengan kerjasama. Ajak teman yang memiliki keahlian yang berbeda untuk bergabung. Anda ahli marketing bisa kolaborasi dengan ahli programing untuk create produk digital. Itu contohnya. Contoh lain lagi, Anda jago desain bisa kolaborasi dengan ahli marketing untuk jualan kaos misalnya. Dsr…dst

Kang IM sangat terkesan sekali dengan nasehat dari pembina IMNU sekaligus “Dewa IM Indonesi” Kang Rully Kustandar yang mengatakan “Kita jangan habiskan waktu kita untuk menutupi apa yang jadi kekurangan kita. Sebaliknya kita maksimalkan apa yang jadi kelebihan kita”. Karena apa yang jadi kekurangan kita bisa disediakan oleh orang lain dengan cara kita hire, kita kolaborasi

Catet ya…!!!

Soal Mindset Ala Kang IM

4. Berkomunitas

Ini yang tak kalah pentingnya kalo temen2 mau menjalankan bisnis online … BERKOMUNITAS
Sekali lagi BERKOMUNITAS

Apakah tidak bisa menjalankan bisnis online sendiri2, toh bisa belajar online dan mbah google siap jawab pertanyaan kita 24 jam hanya dengan ngomong “Hi Google”?

Tentu saja bisa. Anda bahkan bisa menjalankan bisnis online dari kamar, mengurung diri 24 jam. Dan bisa menghasilkan. Tapi…

Anda harus menghabiskan ribuan jam untuk belajar

Anda harus rajin beli ebook

Mungkin sampai pada bayar mahal pelatihan online, webinar. Setelah itu kembali mengurung diri

Berkomunitas bukan saja untuk silaturahmi tapi lebih sering saat kopdar misalnya, ilmu para suhu yang tidak mereka tulis di ebook atau share pada saat seminar, akan dengan senang hati mereka share

Masih banyak sekali manfaat berkomunitas

Kang IM sangat menganjurkan sekali bagi temen2 yang ingin terjun bisnis online untuk ikut komunitas
Beruntung sekali bagi warga nahdliyin khususnya sudah ada komunitas IMNU. Bergbunglah sekarang juga. Banyak ilmu dan manfaat yang bisa didapat untuk pribadi dan saudar2 kita nahdliyin

Cukup sekian sharing Kang IM hari ini
Tunggu sharing berikutnya

SILAHKAN SHARE KE FB MASING2 AGAR SAUDARA KITA SEMAKIN MELEK DUNIA IM

Note :

  • Gambar adalah selayang pandang grup mentoring adsense IMNU
  • Peserta hanya tinggal mengikuti bimbingan mentor2 IMNU yang sudah terbukti menghasilkan
  • Jadi meski gratis, tiap peserta WAJIB mengerjakan tugas. Kalo tidak mengerjakan tugas maka akan di KICK
  • Dan Sdh banyak yang di kick 😁

IMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital

Ketua IMNU Pusat Memberikan Pelatihan di Sumedang

IMNU.or.idIMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital – Belum genap empat bulan, IMNU kembali mengadakan pelatihan dakwah santri digital di kabupaten Sukabumi tanggal 28/03/2018. Kegiatan yang mengusung tema : mewujudkan generasi milenial meneguhkan kedaulatan digital, kali ini diadakan di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah yang dihadiri oleh sekitar 100 orang lebih, yang terdiri dari Mahasiswa, IPNU, IPPMU, PMII, dan para santri.

Pelatihan kali ini juga diisi materi oleh ketua pusat IMNU Cariban Gaban, dan Anes Eko Setiawan seorang youtube expert dan SEO.

Peserta Pelatihan Sumedang Peserta Pelatihan Sumedang

Di dalam pelatihan ini, suhu (sapaan akrab master) Cariban Gaban, mensosialisasikan komunitas Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU), serta menumbuhkan kesadaran akan kedaulatan aswaja di dunia digital. Selain itu, suhu Anes Eko Setiawan juga menyampaikan materi yang sangat menarik, yaitu creative youtube dan brain storming internet marketing. Suhu Anes memang spesialis mendulang rupiah lewat youtube, dan adsense.

Dengan adanya pelatihan ini, IMNU berharap kesadaran nahdliyin khususnya di kabupaten Sukabumi untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dan aswaja dari serangan faham non aswaja yang telah lebih dulu menguasai jagat digital, khususna di halaman pertama google, youtube, facebook, dan media sosial lainnya. [Ichsan]

Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia

IMNU.or.id – Seminar IM IMNU Demak dan Himpunan Santri Pengusaha Indonesia – Seiring dengan perkembangan zaman, pola perputaran ekonomi dari yang konvensional akan semakin beralih ke Digital. Di Indonesia sendiri tak banyak orang yang mengetahui hal ini. Hadirnya IMNU salah satu misinya adalah untuk memberikan edukasi mengenai Internet Marketing yang ada di Indonesia. Dan hal ini dimanfaatkan betul oleh beberapa IMNU Demak, Jawa Tengah untuk mengadakan Workshop IM hasil kerjasama dengan Himpunan Santri Penguasaha Indonesia (HIPSI).

Dalam Workshop IM ini dihadiri langsung oleh Ketua Divisi Kaderisasi IMNU, kang Muzakka Ahmad, dan juga Ketua Divisi Ekonomi IMNU, kang Nano Payaman. Tak ketinggalan salah satu anggota yang sukses menekuni bidang Adsense Youtube yakni Mustofa Nabhan. Ketiganya memberikan beberapa materi seminar dan workshop bagaimana cara mendulang rupiah melalui internet.

Seperti yang dilakukan oleh Kang Nano Payaman yang memberikan berbagai macam tips jualan produk secara online karena memang beliau khusus menekuni bidang tersebut. Lain halnya dengan kang Muzakka dan kang Nabhan yang memberikan pelatihan menjadi seorang Youtuber handal karena keduanya merupakan ahli di bidang Youtube Indonesia.

Acara yang diselenggarakan di Ponpes Al Fattah Demak  ini mendapatkan respon yang sangat tinggi dari para peserta. Antusiasme peserta tak luntur meski mendapatkan materi dalam durasi waktu yang cukup lama. Di lain kesempatan, Ketua IMNU Demak yaitu Eko Siswanto menaruh harapan yang tinggi dalam seminar dan workshop ini.

“Semoga dengan seminar dan pelatihan Internet Marketing mampu menciptakan pengusaha-pengusaha online muda sehingga akan meningkatkan perekonomian mereka pada khususnya dan Kabupaten Demak pada umumunya.” tandasnya seperti dilansir dari laman SuaraKeadilan.net.

IMNU Ponorogo Kembali Sukses Menggelar Pelatihan Online Shop

IMNU Ponorogo Kembali Sukses Menggelar Pelatihan Online Shop

IMNU.or.id – IMNU Ponorogo kembali sukses menggelar Pelatihan Online Shop – Cuaca cerah pada siang hari itu (3/3) sejalan dengan suasana hati panitia gelaran Pelatihan Santri Olshop. Ya, IMNU Ponorogo, yang baru saja dibentuk, pada hari sabtu kemarin mengadakan pelatihan online marketing yang bertajuk “Pelatihan Gratis Santri Olshop”. Bertempat di Aula Kampus INSURI Ponorogo, pelatihan tersebut mendatangkan Kang Ichvan Setiawan, yang biasa disapa Kang Ivan, senior pelaku bisnis Online dari Magelang.

Ichvan Setiawan bersama Banser Ponorogo

Pelatihan santri olshop kali ini mengambil tema “ Wujudkan kemandirian umat demi tegaknya islam    ”. Cukup besar antusiasme warga Ponorogo dalam mengikuti pelatihan ini. Terbukti, dari 40 kuto peserta yang ditetapkan panitia hadir lebih dari 50 orang. Pesertanyapun juga beragam dari berbagai latarbelakang pekerjaan, mulai dari santri, mahasiswa, pelaku bisnis, bahkan ibu rumah tanggapun juga hadir dalam acara tersebut.

Antusiasme warga Ponorogo yang besar menambah semangat Kang Ivan dalam menyampaikan materinya. Ia menyampaikan kisah suka dukanya dalam dunia online shop, yang sudah ia mulai sejak 5 tahun silam. “Untuk memulai bisnis, kita harus punya faktor penekan” Kata Kang Ivan memulai cerita soal kegagalannya dalam usaha yang pernah dijalaninya pernah merugi ratusan juta rupiah dan menyisakan hutang. Faktor penekan itulah yang membuat Kang Ivan berfikir keras supaya dia bisa bangkit dari kegagalan dan segera melunasi hutang-hutangnya. Dan pilihan itu jatuh pada bisnis Online.

Pemaparan langsung lika-liku bisnis internet marketing dari pelaku asli tampak membuka harapan besar dari para peserta untuk ikut sukses dalam dunia internet marketing. Kang Barok selaku ketua panitia mengaku bahagia dan bangga, acara yang dia dan teman-teman IMNU Ponorogo adakan, menambah semangat peserta untuk siap sukses dalam bisnis internet marketing. Karena sejalan dengan visi-misi NU dalam pemberdayaan umat khususnya didibang ekonomi.

Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah peserta diharapkan mampu secara mandiri menjalankan bisnis internet marketing. Untuk itu, dari 50 peserta yang ada akan dibentuk kelompok-kelompok kecil. Dari kelompok-kelompok kecil tadi akan dilakukan mentoring intensif oleh para sahabat IMNU Ponorogo, seperti Kang Gofur, Kang Ade, Kang Zam, dan Kang Barok sendiri yang sekaligus sebagai ketua panitia.

Jangan pula dilupakan, suksesnya acara ini juga berkat dukungan dari HMJ Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, INSURI Ponorogo yang sekaligus sebagai panitia lokal, dan beberapa Banom NU seperti : GP Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU Ponorogo. Juga tentu ada dukungan moral spiritual dari sesepuh NU Ponorogo.

Semoga acara semacam ini lebih banyak digelar diberbagai daerah di Indonesia. Diharapkan pelatihan internet marketing seperti ini dapat membawa manfaat yang besar bagi Nahdiyin sebagai upaya pemberdayaan ekonomi. Selain itu pelaku bisnis internet marketing juga dapat membantu memerangi hoax dan menebarkan Islam yang ramah, Islam cinta damai, dan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Adb/Ans)

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

IMNU.or.id – PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media – Pada hari sabtu tanggal 3 Maret 2018, IMNU bersama IPNU dan IPPNU PAC Kecamatan Bungah Gresik mengadakan Pelatihan Internet Marketers di Gedung SMK Assa’adah Sampurnan Bungah Gresik. Acara yang dilaksanakan dengan tema Berdikari Sejak Dini dengan Pemanfaatan Sosial media ini di hadiri oleh 25 orang yang berasal dari PAC IPNU-IPPNU se Kabupaten Gresik.

Materi Pelatihan dibawakan oleh beberapa orang diantaranya yaitu Nidlomuddin Ar Raffii yang memberikan materi tentang pentingnya personal branding untuk membentuk sebuah market di Facebook sehingga nantinya bisa digunakan untuk banyak hal, khususnya jualan dan menebarkan konten yang positif.

Selanjutnya materi dilanjutan oleh Ja’far Shodiq atau biasa di panggil Mas Jack. Disini, Mas Jack memeberikan pengetahuan dasar tentang cara melakukan editing video menggunakan software software yang mudah digunakan dan tentu saja dengan hasil yang menarik untuk dapat dinikmati banyak pihak di Youtube, mulai dari Videografi, Sinematografi dan cara melakukan Optimasi Personal Youtube Channel.

Kemudian, ada juga materi dadakan tentang How To blogging yang disampaikan oleh Jefri yang merupakan seorang Writter dari Personal Blog yang sudah mulai menikmati hasil jerih payah menulis konten secara manual. Jefri menuturkan bahwa di dunia Internet tidak ada yang instant, harus ada proses belajar dari setiap kesalahan yang dilakukan di setiap waktunya. Jefri sendiri bercerita bahwa sebelum bisa berpenghasilan, dia pernah 12 bulan nge-Blog tanpa hasil sedikitpun

Terakhir, materi disampaikan oleh Teguh Hadi Santoso yang merupakan Owner dari VIP Academy. Disini, Teguh memberikan materi tentang bagaimana mudahnya menjual sebuah produk dengan menggunakan Platform Youtube. Selain itu, Om Teguh -sapaan akrab beliau- juga menegaskan bahwa mindset sebagai seorang marketers perlu dipahami sejak awal, sehingga nantinya teman teman PAC IPNU-IPPNU tidak lagi bingung antara memilih menjadi Produsen atau Marketers. Pada kesempatan ini juga, Om Teguh mengajarkan secara langsung kepada peserta langkah-langkah cepat untuk bisa memanfaatkan Youtube sebagai sebuah sarana mengenalkan Produk yang nantinya bisa dijual.

Harapannya, pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi akan bisa melahirkan pelatihan-pelatihan lain sehingga bisa menjadi sebuah komunitas marketers yang kondusif di Wilayah Gresik.

Sukses! Seminar Kiprah IMNU di Abad Informasi di Tasikmalaya Peserta Membludak

Seminar IMNU di Tasikmalaya

IMNU.or.idSukses! Seminar Kiprah IMNU di Abad Informasi di Tasikmalaya Peserta Membludak Untuk kesekian kalinya IMNU (Internet Marketers Nahdlatul Ulama) mengadakan pelatihan dan seminar yang dikhususkan untuk warga Nahdliyin dalam rangka memberikan pembekalan bagaimana berdakwah melalui internet, serta pemberdayaan ekonomi melalui dunia online/digital. Kali ini Kota Tasikmalaya yang mendaptkan jatah gelaran workshop IMNU, setelah sebelumnya IMNU banyak melakukan roadshow kebeberapa daerah hampir diseluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Acara yang ditunggu-tunggu oleh pelaku bisnis internet khususnya warga Nahdliyin jadi juga digelar pada tanggal 18/02/2018. Bertempat di Hotel Horison Kota Tasikmalaya Jawa Barat, acara bertajuk Kiprah IMNU di Abad Informasi ini sukses digelar dengan menghadirkan banyak tokoh senior pelaku Internet Marketers dari Kota-kota Besar.

Sekedar kilas balik, IMNU adalah sebuah komunitas kecil yang terbentuk atas inisiatif beberapa individu yang jiwanya terpanggil untuk berdaya bhakti kepada NU. Founding father IMNU adalah anak-anak muda pelaku bisnis online yang gerah dengan keadaan bangsa. Anak-anak muda NU yang pekerjaan sehari-harinya aktif diinternet sangat tahu dan paham betul bagaimana hoax dan fitnah-fitnah keji hampir setiap detik muncul diberanda akun media sosial, menyerang membabi-buta kepada ulama-ulama dan kyai-kayai NU.

Kegelisahan ini ternyata banyak juga dirasakan oleh generasi muda NU yang notabene tidak terdata secara struktural ada didalam keanggotaan NU, tetapi jiwa dan spiritnya sangat cinta NU karena secara historis terlahir dari keluarga NU, tetapi tidak pernah masuk kedalam keanggotaan. Bahkan sebagian anggota IMNU adalah mantan anak-anak pesantren yang terjun didunia internet Marketing. Jiwa mereka terpanggil, kemudian saling mencari teman yang masih peduli dengan NU, mereka bergerilya melalui media sosila berusaha menemukan teman-teman yang sepemikiran dan satu ide, yang didarah dan sanubarinya masih mengalir spirit NU, kecintaan kepada kyai dan ulama-ulama NU, kecintaan kepada negara dan bangsa, akhirnya terbentuklah sebuah komunitas kecil cikal bakal berdirinya IMNU.

Tak lama setelah terbentuk, IMNU langsung melakukan gebrakan. Setelah kopdar perdananya di gedung PBNU pusat (Jakarta), kemudian peresmian dan pendeklarasian berdirinya IMNU diBandung, komunitas kecil ini langsung mendapat perhatian dari khalayak terkhusus warga Nahdliyin, serta pengurus-pengurus NU, baik dipusat maupun daerah, seperti menemukan oase digurun gersang, karena kiprah IMNU sangat sejalan dengan apa yang sedang dibutuhkan NU, IMNU adalah eksekutor lapangan, orang-orang yang ikhlas yang memiliki skill dan pengetahuan memadai dibidang ilmu internet yang totalitas mau terjun berjuang memberdayakan NU, bagaimana berdakwah melalui internet, sekaligus mendulang rupiah, sebagai wujud nyata gerakan IMNU dalam rangka pemberdayaan Nahdliyin dibidang ekonomi.

Seminar gawean IMNU di Tasikmalaya ini termasuk Istimewa, karena banyak menghadirkan tokoh-tokoh besar pelaku bisnis online, serta dihadiri banyak pengurus pusat IMNU yang sengaja datang dari luar kota, khusus untuk mengikuti dan memberikan sepatah dua patah kata tentang pengalaman serta ilmu-ilmu internet marketing yang mereka miliki.

Diantara pembicara dari IMNU yang boleh dibilang sudah menjadi The Legend didunia Internet Marketing adalah Bapak Rully Kustandar, serta Oom Wientor Rahmada, dua punggawa besar di tubuh IMNU yang telah mencatatkan banyak kisah suka duka perjalanan awal mereka merintis bisnis internet marketing, serta kisah sukses gemilang dunia internet marketing yang telah mereka raih.

Tentu saja duo Legend ini saja sudah cukup membuat animo peserta seminar menjadi tinggi. Antusiasme para peserta seminar yang diikuti dari beberapa perwakilan BANOM dan Lembaga-lembaga dibawah naungan NU serta dari perwakilan Pondok Pesantren dan juga BEM mahasiswa se-Kota Tasikmalaya, sangat terlihat jelas tergambar dari keseriusan mereka dalam menyimak setiap materi-materi yang diberikan oleh para pembicara.

Bahkan menurut pihak panitia penyelenggara, Muh. A Ramdan Al-Qusaeri yang merupakan ketua IMNU Tasikmalaya, acara ini juga dihadiri oleh pelaku internet Marketer dari luar kota Tasik seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Sumedang, Kuningan, Pangandaran, Ciamis serta Purbalingga Jawa Tengah. Mereka sengaja datang menghadiri seminar.

Tanpa bermaksud mengecilkan peran pembicara IMNU lainnya yang juga adalah anak-anak IMERS yang sudah cukup punya nama didunia bisnis online, seperti Mas Cariban sang Ketum IMNU, Ustadz Fahmi Baihaqi, WAKETUM IMNU, Ahmad Imdadun Hakim (Pengasuh Pondok Spammer), M Rijal AR Sutadiredja (CV. Bang Zenk), serta mastah serta suhu-suhu lain yang tidak bisa disebut satu persatu. Beliau para suhu-suhu inipun sudah lama mengidolakn duo Legends IM, Karena duo Legends ini (Mas Rully Kustandar dan oom Wientor ) adalah memang senior dan sering memberi pelatihan-pelatihan baik secara pribadi maupun secara colongan, dengan cara sowan kerumahnya.

Tujuan diadakan acara ini adalah sesuai tema, yakni memberikan pemahaman serta pelatihan bagaimana cara berdakwah melalui internet untuk melawan hoax dan fitnah serta provokasi-provokasi yang terus dilemparkan dari kaum intoleran, yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, bisa menhancurkan kerukunan dan keharmonisan yang selama ini telah susah payah dibina bersama.

NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar tanah air memiliki andil besar dalam rangka ikut serta berperan aktif menjada kedamaian, dan kerukunan antar umat beragama, serta sudah teruji dan terbukti menjadi benteng terakhir pertahanan kedaulatan Pancasila dan NKRI. Sayangnya diera digital ini, NU seperti kalah langkah dan tertinggal, padahal ada jutaan umat didunia maya yang butuh binaan dari NU, agar tidak termakan oleh propaganda jahat kaum intoleran yang tidak suka dengan kedaiaman dan persatuan. Sebagaimana kita tahu, para perongrong akidah ASWAJA, para perusak kedaulatan negara dan kerukunan bangsa ini bergerak secara leluasa didunia maya.

Untuk itulah IMNU bersinergi dengan Pengurus-pengurus NU pusat dan daerah serta BANOM melakukan langkah dan gerak cepat untuk mengejar ketertinggalan itu.

Dalam sambutannya, ketua PCNU Kota Tasikmalaya memberi arahan, agar terselengaranya acara ini bisa berdampak pada semakin menguatnya tali persaudaraan, serta untuk para santri dan siapapun yang telah mengikuti seminar ini agar segera bisa mempraktekkan dan beraksi nyata berjuang dan berdakwah melalui internet.

Acara ini juga dihadiri tamu undangan khusus diantaranya Setda Kota Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota, Ketua MUI, dan juga perwakilan dari PT. Telkom Kota Tasikmalaya.

Semoga kedepannya acara-acara serupa bisa juga dihadirkan dikota-kota lainnya dengan harapan agar gaung dakwah Nahdliyin melalui Internet semakin terasa dan tersebar luas, karena NU masih membutuhkan sangat banyak generasi muda yang mau berjihad serius didunia internet.

PCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan

IMNU.or.idPCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan – Dunia bisnis mengalami pergeseran hebat sejak internet mulai umum digunakan masyarakat. Di Indonesia, hal ini terjadi sejak dekade 2000-an, bahkan jauh sebelum masuk tahun 2000, masyarakat sudah sering mendengar jargon “era data” yang pegang datalah yang akan menjadi pemenang. Data disini tentu saja bisa berupa sebuah informasi, karena apapun bisnis anda tanpa anda memiliki sebuah informasi detail tentang market, maka bisnis anda akan mudah dikalahkan dan terjungkal oleh sanga pemilik data. Lalu muncul lagi slogan, “era informasi digital” dilanjut dengan “era digital” disinilah arus pergeseran besar terjadi, mungkin ini sudah dimulai sejak tahun 2000an, tetapi hanya sebagian kecil saja pelaku usaha yang memahami momentum itu, kemudian melakukan langkah-langkah strategis menyikapi perubahan besar ini. Dunia bisnis mengenal ini sebagai era digitalisasi usaha. Sayangnya tak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan arus perubahan besar ini, bahkan mirisnya banyak pembisnis yang tak pernah tahu akan adanya arus perubahan besar ini, sehingga menyebabkan mereka akhirnya gulung tikar. Terjungkal oleh arus besar era digitalisasi usaha.

Kita bisa lihat sekarang, semua sudah serba online, orang butuh apa saja tinggal duduk manis sambil klak-klik hp pesan apa saja yang dibutuhkan jasa atau barang, tak butuh waktu lama, pesanan akan sampai, ada yang instant, ada yang harus menunggu, tetapi semua itu bukti bahwa perubahan besar itu sudah mulai diterima masyarakat, dan sebagai dampaknya, pelaku usaha yang masih belum move on, masih mengandalkan basis layanan offline, akan tertinggal. Dan siapa pemanangnya? Merekalah anak-anak muda kreatif yang jeli mengamati perilaku pasar dan bisa membaca arus perubahan besar itu, serta berani mengambil langkah/ take action!

Menyikapi fenomena ini, pemerintah, dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat maupun para penggiat dunia bisnis melakukan workshop untuk memberikan pemahaman baru tentang era digitalisasi usaha ini.

NU sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, yang tentu saja memiliki banyak sekali kader ataupun jamaahnya yang berkecimpung didunia bisnis, tak bisa lepas dari era perubahan besar ini. Utamanya lembaga atau Banom di tubuh NU yang membidangi usuran ekonomi, tentu harus bisa melakukan kerja nyata mengedukasi jamaahnya yang memiliki usaha/bisnis untuk segera melakukan perubahan signifikan kalau tidak mau tertinggal dan tergerus arus perubahan besar ini.

Warga Nahdliyin tersebar diberbagai kota hampir menyeluruh disegala penjuru Nusantara, tentu memiliki ke-khasan dan ciri sendiri-sendiri dari sisi kegiatan perekonomiannya masing-masing. Sebagai contoh Nahdliyin Pekalongan banyak yang menekuni usaha dibidang perbatikan, sebagaimana kita ketahui, Pekalongan adalah salah satu produsen Batik terbesar tanah air, namanya bahkan sudah melambung ketingkat dunia Internasional. Sayang sekali kalau sampai menjadi korban arus perubahan besar digitalisasi usaha.

Upaya-upaya sudah banyak dilakukan oleh NU untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan menyongsong era online ini. Sebagaimana telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan, yang langsung bergerak atktif memberikan pembelajaran Internet Marketing kepedagang Batik dikota Pekalongan.

Namun nampaknya upaya dari PCNU Kota Pekalongan masih belum mendapatkan respon positif, para pedagang masih menanggapi dingin dan acuh soal pentingnya mengikuti arus pasar yang sedang menuju kearah online/digital. Bisa jadi karena pada umumnya para pedagang ini gaptek dengan teknologi informasi, atau mungkin juga karena susahnya melepaskan sesuatu yang telah mengakar soal pola pikir atau mindset lama soal bisnis.

Hal ini diceritakan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Mutarom, mengisahakan bagiamana perjuangannya dahulu dalam upaya sosialisai dan empowering pebisnis Nahdliyin mengahdapi era digital kepada para pebisnis Batik Kota Pekalongan, yang notabene merupakan jamaahnya.

“Dulu tahun 2005 an, setelah belajar Internet Marketing, saya coba sampaikan konsep itu di Pekalongan, terutama di warga NU, namun kurang mendapat respon,” tutur Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom saat membuka Workshop Digital Marketing IMNU di gedung Aswaja Pekalongan (1/2/2018).

Dan akhirnya terbukti, banyak pelaku bisnis Batik diPekalongan yang tak kuat mengahdapi arus besar ini, akhirnya harus gulung tikar.

Kini di tahun 2018 ini, PCNU Kota Pekalongan kembali ingin memberikan kontribusi nyata lagi kepada para pelaku usaha Batik Kota Pekalongan, khususnya Nahdliyin yang berkecimpung dibisnis Batik. Kali ini PCNU kota Pekalongan bekerjasama dengan IMNU, sebuah komunitas anak-anak muda Nahdliyin yang bergerak dibidang dunia bisnis internet, atau lebih dikenal sebagai Internet Marketers. IMNU sendiri kependekan dari Internet Marketers Nahdlatul Ulama.

Hal ini tentu saja seperti gayung bersambut, disatu sisi misi dan visi IMNU yang ingin berjuang secara sukarela memberikan ilmu dan pelatihan dibidang bisnis online, disisi lain ternyata PCNU kota Pekalongan sedang serius memikirkan tentang bagaiamana memberikan kontribusi nyata kepada pelaku usaha Batik diPekalongan utamanya dalam Migrasi menuju ke Bisnis berbasis Internet atau Online, penggabungan dari core bisnis darat dengan dunia Internet adalah sebuah keniscayaan kalau ingin tetap eksis dan menjadi pemenang.

Sebagaimana kita tahu, bisnis online itu seperti raksasa rakus yang sangat buas memangsa pengusaha-pengusaha konvensional.

“Saat ini pengunjung pasar di Indonesia terlihat menurun. Karena pola belanjanya banyak yang beralih ke online,” kata Muhtarom, yang juga pengusaha batik itu.

Dia berharap pedagang Pekalongan segera sadar perkembangan pasar online. Sehingga perlu digeliatkan pembelajaran online marketing. Untuk memacu para pengusaha dan terciptanya wirausaha baru dari warga NU dan Kota Pekalongan. (Abd)