Syariaid, Aplikasi Cari Ustadz Terdekat

Keinginan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman agama menjadi trend kebutuhan masyarakat terutama masyarakat perkotaan akhir-akhir ini di Indonesia. Hal ini muncul sebagai kesadaran masif masyarakat tentang pentingnya memaknai kehidupan yang tidak hanya dilihat dari sisi materi saja. Ada hal-hal diluar jangkauan pikiran manusia untuk bisa dipahami dan disitulah ruang agama masuk.

Kesadaran ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan informasi keagamaan baik media digital maupun konvensiional. Mulai itu mendatangi majelis taklim di mesjid maupun tempat umum, mengakses kanal berita-berita agama, menonton youtube hingga aktif di sosial media yang membicarakan hal-hal terkait agama

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi atau aktivitas yang rutin seperti karyawan swasta, PNS, BUMN dan lain sebagaimana mereka lebih banyak memanfaatkan media digital seperti youtube, Facebook, Instagram dan website untuk mendapatkan berbagai jenis informasi keagamaan.  Selain itu sebagian dari mereka memanfaatkan waktu yang terbatas untuk mengikuti kajian-kajian seleas sholat dhuhur maupun Ashar di mesjid-mesjid perkantoran mereka

Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya pemahaman agama yang didapat terutama dari sumber mediga digital yang kadang cenderung klik bait (permainan dari judul agar diklik user), informasi yang dipotong, sumber yang tidak terverifikasi jikalaupun sumbernya ada, belum tentu sumber itu memiliki kapabilitas menyampaikan pemahaman agama yang utuh. Belum lagi jika ada beragam pemahaman yang berbeda namun cenderung menyalahkan pemahaman yang berbeda tersebut karena sudah mendapat pemahaman dari satu sumber

Dari sisi keluarga juga mengalami masalah yang sama terutama untuk pendidikan agama anak-anak kita. Minimnya waktu dan pemahaman agama yang dimiliki orang tua mengakibatkan pengetahuan dan pemahaman agama anak diserahkan kepada institusi pendidikan. Jika sekolah mereka merupakan institusi pendidikan berbasis agama maka mereka akan mendapatkan materi dan pemahaman agama yang cukup. Namun jika mereka bersekolah di institusi pendidikan umum, mereka mendapat porsi pengetahuan dan pemahaman agama yang kurang signifikan. Di sinilah peran orang tua untuk menambahkan kekurangan tersebut. Namun apa daya orang tua juga memiliki pemahaman agama yang kurang serta waktu yang tidak tersedia karena kesibukan pekerjaan

Disinilah urgensinya kehadiran aplikasi SYARIAID ditengah-tengah masyarakan perkotaan pada khususnya. SYARIAID adalah aplikasi pencarian ustadz dan ustadzah terdekat berbasis android. Melalui aplikasi ini siapa saja bisa mencari  dan mengundang ustadz dan ustadzah terdekat untuk mengisi berbagai kajian dan pengajian baik di rumah, mesjid, perkantoran, kampus, sekolah dan lain sebagainya sesuai dengan kesepakatan lokasi dan waktu

Melalui aplikasi SYARIAID, jamaah dapat menentukan sendiri kapan dan dimana untuk mengadakan kajian maupun bimbingan islam seperti kajian sunnah, kajian tauhid, belajar bahasa Arab, tahfidz Quran dan lain-lain. Jamaah juga dapat melihat profile para ustadz yang tergabung dengan aplikasi SYARIAID sebagai mitra mulai dari latar belakang pendidikan umum dan pendidikan agama, kitab-kitab yang dikuasai hingga aktivitas saat ini. Selain itu foto para ustadznya juga dapat dilihat secara jelas. Selain fleksibilitas penentuan waktu dan lokasi, kelebihan  lainnya adalah jamaah dapat menentukan materi kajian secara spesifik. Jamaah hanya perlu menuliskan secara detil materi seperti apa yang ingin disampaikan oleh ustadz pada saat kajian tersebut. Kemudian terkait infaq yang akan diberikan ke ustadz, aplikasi SYARIAID tidak menampung dana infaq dari jamaah untuk diberikan ke ustadz namun jamaah yang memberikan langsung infaq tersebut setelah kajian selesai.

Aplikasi SYARIAID sangat bermanfaat sekali bagi individu-individu di kota-kota besar yang ingin mendapatkan bimbingan islam secara langsung dari ustadz dan ustadzah yang memiliki kompetensi  ilmu keagamaan. Mereka dapat memanfaatkan aplikasi SYARIAID untuk mencari dan mengundang ustadz untuk mengisi kajian keluarga, acara pengajian rutin bersama tetangga juga untuk membimbing anak-anak mereka dalam belajar agama islam secara baik dan benar. Selain dibutuhkan oleh para keluarga, aplikasi ini juga sangat berguna untuk para pengurus mesjid baik mesjid komplek perumahan maupun mesjid perkantoran yang membutuhkan ustadz dan ustadzah untuk mengisi kajian-kajian rutin.

SYARIAID, aplikasi yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan khususnya untuk belajar dan memahami agama secara baik dan benar langsung dari sumber yang terverifikasi secara keilmuannya. Download aplikasi cari ustadz SYARIAID disini

Rujukan Kaum Milenial Belajar Agama

Ada satu tantangan yang dihadapi pesantren dan lembaga pendidikan agama tradisional dalam era keterbukaan informasi digital saat itu. Tantangannya adalah apakah metode belajar agama dengan konsep mereka saat ini mampu bertahan di tengah gempuran internet khususnya media sosial di mana orang-orang bisa dengan mudah mempelajari ilmu agama di mana saja dan kapan saja dengan mudah sesuai keinginan mereka. Berbanding terbalik dengan metode pesantren yang mengharuskan orang mengikuti metode belajar secara ketat

Apakah dakwah digital ini akan mematikan lembaga pendidikan seperti pesantren?

Read moreRujukan Kaum Milenial Belajar Agama

DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis

DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis

IMNU.or.id – DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis. Halo sahabat IMNU, Apa kabar ? Kali ini admin akan membawa kabar gembira bagi kamu. Demi mensukseskan Visi dan Misi IMNU, DKC IMNU Surabaya berencana akan berbagai plus membantu berbagai macam sekolah yang belum memiliki sistem informasi berbasis website.

Dalam hal ini, program DKC IMNU Surabaya adalah membantu sekolah untuk membangun sistem informasi berbasis web tanpa dikenakan biaya sepeser pun lohh alias GRATIS tis. Beberapa hal yang bisa kamu dapatkan untuk membangun website di sekolah kamu adalah :

  • Domain .sch.id GRATIS Selama setahun
  • Cloud Hosting Paket Home Pro / Business Pro GRATIS selama 6 Bulan
  • Google For Education

DKC IMNU Surabaya Berbagai Domain, Cloud Hosting, & Google For Education Gratis

Cukup membantu bukan ? Di era digital seperti saat ini, sudah hal yang lumrah suatu sekolah memiliki sistem informasi berbasis website. Hal tersebut dikarenakan berbagai informasi dapat mudah di akses melalui Smartphone yang mana Website adalah salah satu bentuk sistem informasi yang familiar dan mudah di akses oleh semua orang.

Jika sekolah kamu belum memiliki sistem informasi berbasis website, yuk segera daftarkan dan bekerja sama dengan IMNU Surabaya dengan menghubungi Contact Person dibawah ini :

Hubungi Segera Mas Dian :

  • 0813-3228-3443 WA
  • 0813-6634-8116 Telpon

Jika ingin menggunakan layanan gratis dari DKC IMNU Surabaya ini tentunya kamu harus menyiapkan beberapa persyaratan administrasi surat-surat dari pihak sekolah ya Sobat IMNU. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi pihak DKC IMNU Surabaya diatas. Dan ayo sebarkan sehingga semakin banyak sekolah yang memiliki akses informasi berbasis website. #IMNU #IMNUBerbagi #IMNUSurabaya

Perdamaian Israel – Palestina Mungkinkah ?

IMNU.or.id – Perdamaian Israel – Palestina, Mungkinkah ? Siapa sangka kedua pemimpin yang tampangnya serem ini bisa bertemu dan berdialog untuk mencari solusi damai di semenanjung korea

Alkisah korsel dan korut statusnya saat ini adalah genjatan senjata sejak perang tahun 70an. Perang antar keduanya bisa terjadi lagi kapan saja. Apalagi kedua negara saling lempar retorika dan provokasi perang. Korut dengan berbagai uji rudal dan senjata nuklir yang dimiliki. Korsel dengan dukungan penuh Amerika melakukan latihan perang di perbatasan

Tidak usah ditanya berapa besar biaya dan korban kemanusiaan dari kedua pihak selama puluhan tahun utk aksi2 kedua belah pihak tsb. Tidak usah ditanya betapa tegang dan was2nya warga kedua negara tsb selama puluhan tahun mendengar retorika perang dari pemimpin mereka

Kini secercah harapan muncul ketika Trump – Kim berdialog setelah sebelumnya Kim Jong Un melakukan pertemuan bersejarah dengan presiden Korea Selatan di perbatasan kedua negara. Ada harapan kedua negara korut mau menurunkan tensi ketegangan. Ada harapan perdamaian abadi dapat terjalin antar keduanya
Dunia juga berharap ancaman perang nuklir yang melibatkan amerika dapat terhindar.

Memang masih terlalu dini menilai positif dari hasil pertemuan ini. Jalan panjang menuju perdamaian kedua negara masih panjang. Tapi setidaknya jalan menuju ke sana telah dibuka.

Sementara itu, jalan terjal yang sama coba disampaikan oleh seorang kiai rembang di belahan bumi yang berbeda. Meneruskan rintisan jalan damai dari sang guru Gus Dur, Gus Yahya seorang diri mendatangi jantung negara yahudi demi mengajak misi perdamaian yang tidak mudah.

Sama halnya seperti konflik di kedua negara Korea, konflik Israel – Palestina juga sudah berlangsung puluhan tahun. Sudah tidak terhitung korban harta dan jiwa dari kedua kubu. Kekerasan demi kekerasan berlangsung dari dulu hingga kini. Perang demi perang hingga melibatkan berbagai negara hanya menghasilkan kerusakan yang lebih parah di kedua belah pihak. Hingga saat ini Palestina belum mendapatkan haknya secara penuh. Begitu juga Israel yang dengan congkak selalu mengklaim apa yang bukan menjadi haknya

Berbeda dengan metode yang dilakukan para simpatisan Palestina di tanah air, Gus Yahya percaya bahwa sebagian besar kedua rakyat negara tersebut masih menginginkan kedamaian antar kedua negara dan berharap dapat terwujud dengan jalan damai pula. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibangun rasa saling percaya antar kedua dan dialog adalah jalan menuju kesana.

Tentu bukan pekerjaan yang mudah membangun kepercayaan kedua pihak yang selama ini bertikai. Apalagi sebagian dari masing-masing pihak meyakini apa yang mereka klaim saat ini adalah nubuwah agama. Belum lagi faksi-faksi di masing-masing kubu yang memanfaatkan konflik tersebut untuk kepentingan bisnis. Begitu pula dengan negara pihak ketiga yang memanfaatkan situasi konflik ini untuk kepentingan dan kampanye politik negaranya.

Masing panjang jalan rahmah yang coba dibangun Gus Yahya. Setelah sebelumnya menemui wakil presiden Amerika seorang ini dan menghadiri undangan dari AJC untuk menyampaikan pemahaman bahwa Islam juga mengajarkan keadilan dan kasih sayang selain dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina , mudah-mudahan dalam jangka dekat ini Gus Yahya juga menemui pihak-pihak internal Palestina untuk meyakinkan mereka bahwa ketakutan yang sama juga dirasakan warga Israel terhadap perang yang berkepanjangan

Jalan dialog telah dirintis seorang Gus Yahya, mari kita hormati langkah beliau untuk meneruskan jalan yang telah dirintis Gus Dur. Memang jalan dialog tidak menghasilkan output yang maksimal. Karena kepentingan kedua pihak harus ada yang dikorbankan demi terwujudnya kedamaian. Tapi jalan ini mampu menghindarkan konflik-konflik lainnya yang muncul dan korban yang tidak perlu.

Tidak usahlah kita mencaci maki langkah yang beliau ambil. Tidak sepaham boleh-boleh saja tapi mari kita sampaikan dengan cara yang elegan bukan dengan menghujat.

Semoga ikhtiar Gus Yahya diridhoi Allah SWT. Amin

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

IMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital

Ketua IMNU Pusat Memberikan Pelatihan di Sumedang

IMNU.or.idIMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital – Belum genap empat bulan, IMNU kembali mengadakan pelatihan dakwah santri digital di kabupaten Sukabumi tanggal 28/03/2018. Kegiatan yang mengusung tema : mewujudkan generasi milenial meneguhkan kedaulatan digital, kali ini diadakan di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah yang dihadiri oleh sekitar 100 orang lebih, yang terdiri dari Mahasiswa, IPNU, IPPMU, PMII, dan para santri.

Pelatihan kali ini juga diisi materi oleh ketua pusat IMNU Cariban Gaban, dan Anes Eko Setiawan seorang youtube expert dan SEO.

Peserta Pelatihan Sumedang Peserta Pelatihan Sumedang

Di dalam pelatihan ini, suhu (sapaan akrab master) Cariban Gaban, mensosialisasikan komunitas Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU), serta menumbuhkan kesadaran akan kedaulatan aswaja di dunia digital. Selain itu, suhu Anes Eko Setiawan juga menyampaikan materi yang sangat menarik, yaitu creative youtube dan brain storming internet marketing. Suhu Anes memang spesialis mendulang rupiah lewat youtube, dan adsense.

Dengan adanya pelatihan ini, IMNU berharap kesadaran nahdliyin khususnya di kabupaten Sukabumi untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dan aswaja dari serangan faham non aswaja yang telah lebih dulu menguasai jagat digital, khususna di halaman pertama google, youtube, facebook, dan media sosial lainnya. [Ichsan]

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

IMNU.or.id – PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media – Pada hari sabtu tanggal 3 Maret 2018, IMNU bersama IPNU dan IPPNU PAC Kecamatan Bungah Gresik mengadakan Pelatihan Internet Marketers di Gedung SMK Assa’adah Sampurnan Bungah Gresik. Acara yang dilaksanakan dengan tema Berdikari Sejak Dini dengan Pemanfaatan Sosial media ini di hadiri oleh 25 orang yang berasal dari PAC IPNU-IPPNU se Kabupaten Gresik.

Materi Pelatihan dibawakan oleh beberapa orang diantaranya yaitu Nidlomuddin Ar Raffii yang memberikan materi tentang pentingnya personal branding untuk membentuk sebuah market di Facebook sehingga nantinya bisa digunakan untuk banyak hal, khususnya jualan dan menebarkan konten yang positif.

Selanjutnya materi dilanjutan oleh Ja’far Shodiq atau biasa di panggil Mas Jack. Disini, Mas Jack memeberikan pengetahuan dasar tentang cara melakukan editing video menggunakan software software yang mudah digunakan dan tentu saja dengan hasil yang menarik untuk dapat dinikmati banyak pihak di Youtube, mulai dari Videografi, Sinematografi dan cara melakukan Optimasi Personal Youtube Channel.

Kemudian, ada juga materi dadakan tentang How To blogging yang disampaikan oleh Jefri yang merupakan seorang Writter dari Personal Blog yang sudah mulai menikmati hasil jerih payah menulis konten secara manual. Jefri menuturkan bahwa di dunia Internet tidak ada yang instant, harus ada proses belajar dari setiap kesalahan yang dilakukan di setiap waktunya. Jefri sendiri bercerita bahwa sebelum bisa berpenghasilan, dia pernah 12 bulan nge-Blog tanpa hasil sedikitpun

Terakhir, materi disampaikan oleh Teguh Hadi Santoso yang merupakan Owner dari VIP Academy. Disini, Teguh memberikan materi tentang bagaimana mudahnya menjual sebuah produk dengan menggunakan Platform Youtube. Selain itu, Om Teguh -sapaan akrab beliau- juga menegaskan bahwa mindset sebagai seorang marketers perlu dipahami sejak awal, sehingga nantinya teman teman PAC IPNU-IPPNU tidak lagi bingung antara memilih menjadi Produsen atau Marketers. Pada kesempatan ini juga, Om Teguh mengajarkan secara langsung kepada peserta langkah-langkah cepat untuk bisa memanfaatkan Youtube sebagai sebuah sarana mengenalkan Produk yang nantinya bisa dijual.

Harapannya, pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi akan bisa melahirkan pelatihan-pelatihan lain sehingga bisa menjadi sebuah komunitas marketers yang kondusif di Wilayah Gresik.

Sukses! Seminar Kiprah IMNU di Abad Informasi di Tasikmalaya Peserta Membludak

Seminar IMNU di Tasikmalaya

IMNU.or.idSukses! Seminar Kiprah IMNU di Abad Informasi di Tasikmalaya Peserta Membludak Untuk kesekian kalinya IMNU (Internet Marketers Nahdlatul Ulama) mengadakan pelatihan dan seminar yang dikhususkan untuk warga Nahdliyin dalam rangka memberikan pembekalan bagaimana berdakwah melalui internet, serta pemberdayaan ekonomi melalui dunia online/digital. Kali ini Kota Tasikmalaya yang mendaptkan jatah gelaran workshop IMNU, setelah sebelumnya IMNU banyak melakukan roadshow kebeberapa daerah hampir diseluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Acara yang ditunggu-tunggu oleh pelaku bisnis internet khususnya warga Nahdliyin jadi juga digelar pada tanggal 18/02/2018. Bertempat di Hotel Horison Kota Tasikmalaya Jawa Barat, acara bertajuk Kiprah IMNU di Abad Informasi ini sukses digelar dengan menghadirkan banyak tokoh senior pelaku Internet Marketers dari Kota-kota Besar.

Sekedar kilas balik, IMNU adalah sebuah komunitas kecil yang terbentuk atas inisiatif beberapa individu yang jiwanya terpanggil untuk berdaya bhakti kepada NU. Founding father IMNU adalah anak-anak muda pelaku bisnis online yang gerah dengan keadaan bangsa. Anak-anak muda NU yang pekerjaan sehari-harinya aktif diinternet sangat tahu dan paham betul bagaimana hoax dan fitnah-fitnah keji hampir setiap detik muncul diberanda akun media sosial, menyerang membabi-buta kepada ulama-ulama dan kyai-kayai NU.

Kegelisahan ini ternyata banyak juga dirasakan oleh generasi muda NU yang notabene tidak terdata secara struktural ada didalam keanggotaan NU, tetapi jiwa dan spiritnya sangat cinta NU karena secara historis terlahir dari keluarga NU, tetapi tidak pernah masuk kedalam keanggotaan. Bahkan sebagian anggota IMNU adalah mantan anak-anak pesantren yang terjun didunia internet Marketing. Jiwa mereka terpanggil, kemudian saling mencari teman yang masih peduli dengan NU, mereka bergerilya melalui media sosila berusaha menemukan teman-teman yang sepemikiran dan satu ide, yang didarah dan sanubarinya masih mengalir spirit NU, kecintaan kepada kyai dan ulama-ulama NU, kecintaan kepada negara dan bangsa, akhirnya terbentuklah sebuah komunitas kecil cikal bakal berdirinya IMNU.

Tak lama setelah terbentuk, IMNU langsung melakukan gebrakan. Setelah kopdar perdananya di gedung PBNU pusat (Jakarta), kemudian peresmian dan pendeklarasian berdirinya IMNU diBandung, komunitas kecil ini langsung mendapat perhatian dari khalayak terkhusus warga Nahdliyin, serta pengurus-pengurus NU, baik dipusat maupun daerah, seperti menemukan oase digurun gersang, karena kiprah IMNU sangat sejalan dengan apa yang sedang dibutuhkan NU, IMNU adalah eksekutor lapangan, orang-orang yang ikhlas yang memiliki skill dan pengetahuan memadai dibidang ilmu internet yang totalitas mau terjun berjuang memberdayakan NU, bagaimana berdakwah melalui internet, sekaligus mendulang rupiah, sebagai wujud nyata gerakan IMNU dalam rangka pemberdayaan Nahdliyin dibidang ekonomi.

Seminar gawean IMNU di Tasikmalaya ini termasuk Istimewa, karena banyak menghadirkan tokoh-tokoh besar pelaku bisnis online, serta dihadiri banyak pengurus pusat IMNU yang sengaja datang dari luar kota, khusus untuk mengikuti dan memberikan sepatah dua patah kata tentang pengalaman serta ilmu-ilmu internet marketing yang mereka miliki.

Diantara pembicara dari IMNU yang boleh dibilang sudah menjadi The Legend didunia Internet Marketing adalah Bapak Rully Kustandar, serta Oom Wientor Rahmada, dua punggawa besar di tubuh IMNU yang telah mencatatkan banyak kisah suka duka perjalanan awal mereka merintis bisnis internet marketing, serta kisah sukses gemilang dunia internet marketing yang telah mereka raih.

Tentu saja duo Legend ini saja sudah cukup membuat animo peserta seminar menjadi tinggi. Antusiasme para peserta seminar yang diikuti dari beberapa perwakilan BANOM dan Lembaga-lembaga dibawah naungan NU serta dari perwakilan Pondok Pesantren dan juga BEM mahasiswa se-Kota Tasikmalaya, sangat terlihat jelas tergambar dari keseriusan mereka dalam menyimak setiap materi-materi yang diberikan oleh para pembicara.

Bahkan menurut pihak panitia penyelenggara, Muh. A Ramdan Al-Qusaeri yang merupakan ketua IMNU Tasikmalaya, acara ini juga dihadiri oleh pelaku internet Marketer dari luar kota Tasik seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Sumedang, Kuningan, Pangandaran, Ciamis serta Purbalingga Jawa Tengah. Mereka sengaja datang menghadiri seminar.

Tanpa bermaksud mengecilkan peran pembicara IMNU lainnya yang juga adalah anak-anak IMERS yang sudah cukup punya nama didunia bisnis online, seperti Mas Cariban sang Ketum IMNU, Ustadz Fahmi Baihaqi, WAKETUM IMNU, Ahmad Imdadun Hakim (Pengasuh Pondok Spammer), M Rijal AR Sutadiredja (CV. Bang Zenk), serta mastah serta suhu-suhu lain yang tidak bisa disebut satu persatu. Beliau para suhu-suhu inipun sudah lama mengidolakn duo Legends IM, Karena duo Legends ini (Mas Rully Kustandar dan oom Wientor ) adalah memang senior dan sering memberi pelatihan-pelatihan baik secara pribadi maupun secara colongan, dengan cara sowan kerumahnya.

Tujuan diadakan acara ini adalah sesuai tema, yakni memberikan pemahaman serta pelatihan bagaimana cara berdakwah melalui internet untuk melawan hoax dan fitnah serta provokasi-provokasi yang terus dilemparkan dari kaum intoleran, yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, bisa menhancurkan kerukunan dan keharmonisan yang selama ini telah susah payah dibina bersama.

NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar tanah air memiliki andil besar dalam rangka ikut serta berperan aktif menjada kedamaian, dan kerukunan antar umat beragama, serta sudah teruji dan terbukti menjadi benteng terakhir pertahanan kedaulatan Pancasila dan NKRI. Sayangnya diera digital ini, NU seperti kalah langkah dan tertinggal, padahal ada jutaan umat didunia maya yang butuh binaan dari NU, agar tidak termakan oleh propaganda jahat kaum intoleran yang tidak suka dengan kedaiaman dan persatuan. Sebagaimana kita tahu, para perongrong akidah ASWAJA, para perusak kedaulatan negara dan kerukunan bangsa ini bergerak secara leluasa didunia maya.

Untuk itulah IMNU bersinergi dengan Pengurus-pengurus NU pusat dan daerah serta BANOM melakukan langkah dan gerak cepat untuk mengejar ketertinggalan itu.

Dalam sambutannya, ketua PCNU Kota Tasikmalaya memberi arahan, agar terselengaranya acara ini bisa berdampak pada semakin menguatnya tali persaudaraan, serta untuk para santri dan siapapun yang telah mengikuti seminar ini agar segera bisa mempraktekkan dan beraksi nyata berjuang dan berdakwah melalui internet.

Acara ini juga dihadiri tamu undangan khusus diantaranya Setda Kota Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota, Ketua MUI, dan juga perwakilan dari PT. Telkom Kota Tasikmalaya.

Semoga kedepannya acara-acara serupa bisa juga dihadirkan dikota-kota lainnya dengan harapan agar gaung dakwah Nahdliyin melalui Internet semakin terasa dan tersebar luas, karena NU masih membutuhkan sangat banyak generasi muda yang mau berjihad serius didunia internet.

PCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan

IMNU.or.idPCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan – Dunia bisnis mengalami pergeseran hebat sejak internet mulai umum digunakan masyarakat. Di Indonesia, hal ini terjadi sejak dekade 2000-an, bahkan jauh sebelum masuk tahun 2000, masyarakat sudah sering mendengar jargon “era data” yang pegang datalah yang akan menjadi pemenang. Data disini tentu saja bisa berupa sebuah informasi, karena apapun bisnis anda tanpa anda memiliki sebuah informasi detail tentang market, maka bisnis anda akan mudah dikalahkan dan terjungkal oleh sanga pemilik data. Lalu muncul lagi slogan, “era informasi digital” dilanjut dengan “era digital” disinilah arus pergeseran besar terjadi, mungkin ini sudah dimulai sejak tahun 2000an, tetapi hanya sebagian kecil saja pelaku usaha yang memahami momentum itu, kemudian melakukan langkah-langkah strategis menyikapi perubahan besar ini. Dunia bisnis mengenal ini sebagai era digitalisasi usaha. Sayangnya tak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan arus perubahan besar ini, bahkan mirisnya banyak pembisnis yang tak pernah tahu akan adanya arus perubahan besar ini, sehingga menyebabkan mereka akhirnya gulung tikar. Terjungkal oleh arus besar era digitalisasi usaha.

Kita bisa lihat sekarang, semua sudah serba online, orang butuh apa saja tinggal duduk manis sambil klak-klik hp pesan apa saja yang dibutuhkan jasa atau barang, tak butuh waktu lama, pesanan akan sampai, ada yang instant, ada yang harus menunggu, tetapi semua itu bukti bahwa perubahan besar itu sudah mulai diterima masyarakat, dan sebagai dampaknya, pelaku usaha yang masih belum move on, masih mengandalkan basis layanan offline, akan tertinggal. Dan siapa pemanangnya? Merekalah anak-anak muda kreatif yang jeli mengamati perilaku pasar dan bisa membaca arus perubahan besar itu, serta berani mengambil langkah/ take action!

Menyikapi fenomena ini, pemerintah, dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat maupun para penggiat dunia bisnis melakukan workshop untuk memberikan pemahaman baru tentang era digitalisasi usaha ini.

NU sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, yang tentu saja memiliki banyak sekali kader ataupun jamaahnya yang berkecimpung didunia bisnis, tak bisa lepas dari era perubahan besar ini. Utamanya lembaga atau Banom di tubuh NU yang membidangi usuran ekonomi, tentu harus bisa melakukan kerja nyata mengedukasi jamaahnya yang memiliki usaha/bisnis untuk segera melakukan perubahan signifikan kalau tidak mau tertinggal dan tergerus arus perubahan besar ini.

Warga Nahdliyin tersebar diberbagai kota hampir menyeluruh disegala penjuru Nusantara, tentu memiliki ke-khasan dan ciri sendiri-sendiri dari sisi kegiatan perekonomiannya masing-masing. Sebagai contoh Nahdliyin Pekalongan banyak yang menekuni usaha dibidang perbatikan, sebagaimana kita ketahui, Pekalongan adalah salah satu produsen Batik terbesar tanah air, namanya bahkan sudah melambung ketingkat dunia Internasional. Sayang sekali kalau sampai menjadi korban arus perubahan besar digitalisasi usaha.

Upaya-upaya sudah banyak dilakukan oleh NU untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan menyongsong era online ini. Sebagaimana telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan, yang langsung bergerak atktif memberikan pembelajaran Internet Marketing kepedagang Batik dikota Pekalongan.

Namun nampaknya upaya dari PCNU Kota Pekalongan masih belum mendapatkan respon positif, para pedagang masih menanggapi dingin dan acuh soal pentingnya mengikuti arus pasar yang sedang menuju kearah online/digital. Bisa jadi karena pada umumnya para pedagang ini gaptek dengan teknologi informasi, atau mungkin juga karena susahnya melepaskan sesuatu yang telah mengakar soal pola pikir atau mindset lama soal bisnis.

Hal ini diceritakan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Mutarom, mengisahakan bagiamana perjuangannya dahulu dalam upaya sosialisai dan empowering pebisnis Nahdliyin mengahdapi era digital kepada para pebisnis Batik Kota Pekalongan, yang notabene merupakan jamaahnya.

“Dulu tahun 2005 an, setelah belajar Internet Marketing, saya coba sampaikan konsep itu di Pekalongan, terutama di warga NU, namun kurang mendapat respon,” tutur Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom saat membuka Workshop Digital Marketing IMNU di gedung Aswaja Pekalongan (1/2/2018).

Dan akhirnya terbukti, banyak pelaku bisnis Batik diPekalongan yang tak kuat mengahdapi arus besar ini, akhirnya harus gulung tikar.

Kini di tahun 2018 ini, PCNU Kota Pekalongan kembali ingin memberikan kontribusi nyata lagi kepada para pelaku usaha Batik Kota Pekalongan, khususnya Nahdliyin yang berkecimpung dibisnis Batik. Kali ini PCNU kota Pekalongan bekerjasama dengan IMNU, sebuah komunitas anak-anak muda Nahdliyin yang bergerak dibidang dunia bisnis internet, atau lebih dikenal sebagai Internet Marketers. IMNU sendiri kependekan dari Internet Marketers Nahdlatul Ulama.

Hal ini tentu saja seperti gayung bersambut, disatu sisi misi dan visi IMNU yang ingin berjuang secara sukarela memberikan ilmu dan pelatihan dibidang bisnis online, disisi lain ternyata PCNU kota Pekalongan sedang serius memikirkan tentang bagaiamana memberikan kontribusi nyata kepada pelaku usaha Batik diPekalongan utamanya dalam Migrasi menuju ke Bisnis berbasis Internet atau Online, penggabungan dari core bisnis darat dengan dunia Internet adalah sebuah keniscayaan kalau ingin tetap eksis dan menjadi pemenang.

Sebagaimana kita tahu, bisnis online itu seperti raksasa rakus yang sangat buas memangsa pengusaha-pengusaha konvensional.

“Saat ini pengunjung pasar di Indonesia terlihat menurun. Karena pola belanjanya banyak yang beralih ke online,” kata Muhtarom, yang juga pengusaha batik itu.

Dia berharap pedagang Pekalongan segera sadar perkembangan pasar online. Sehingga perlu digeliatkan pembelajaran online marketing. Untuk memacu para pengusaha dan terciptanya wirausaha baru dari warga NU dan Kota Pekalongan. (Abd)

Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

IMNU.or.id Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now Dakwah kini dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, Tak terbatas ruang dan waktu. Pesatnya perkembangan teknologi membuat para kader dakwah harus senantiasa mengikuti perkembangan tersebut. Tugas dan tanggung jawab para kader dakwah saat ini semakin kompleks, terutama sebab teknologi yang tak tak dapat dibendung. Informasi mengenai agama saat ini sangat mudah didapatkan terlepas dari bagaimana kejelasan sanad informasi tersebut. Beberapa diantara informasi bahkan merupakan pemahaman yang mengancam Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nahdliyyah. Oleh karena itu, para santri yang merupakan kader dakwah, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk turut serta terjun kedalam medan dakwah saat ini. Utamanya pemahaman bermedia.

Media sosial merupakan salah satu wadah baru dalam menyebarkan pemahaman ajaran samawi (red : Agama). Berbagai pemahaman mengenai agama disebarluaskan melalui media ini. Media yang heterogen membuat sanad informasi menjadi bias. Oleh sebab itulah, pentingnya para santri dalam memahami teknologi digital (media sosial) guna menangkal biasnya informasi keagamaan di media sosial.

PCNU Sukabumi menggelar pelatihan Dakwah Santri Digital bekerjasama dengan IMNU (Internet Marketer Nahdlatul Ulama). Pelatihan ini digelar pada tanggal 14 Desember 2017 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Salafi Ma’arif Al-Fathonah, Sukabumi, dengan mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Milenial, Meneguhkan Kedaulatalan Digital”.

Kegiatan ini disambut dan dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-fathonah, KH Ridwan. Dalam sambutannya, KH Ridwan mengatakan bahwa para santri dituntut untuk melakukan tabayyun. Tabayyun saat ini tak serta merta merupakan kefasihan retorika saja, namun juga kefasihan menggunakan media sosial sebagai wadah dakwah.

Sebanyak 60 peserta terdiri dari santri dan guru perwakilan pondok pesantren dan masyarakat umum nampak antusias mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan langsung oleh ketua IMNU, Cariban Gaban serta didampingi oleh Anes Eko Setiawan.

Menjadi Nilai Tambah

Selain diajarkan bagaimana menggunakan media sosial, para peserta pun diajarkan bagaimana mendapat penghasilan dari media sosial yang dimiliki. Bekal pengetahuan ini, amat bermanfaat guna menjadi ladang untuk mencari pendapatan yang menunjang perjuangan dakwah.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para santri dapat menjadi motor penggerak dalam menangkal isu negatif mengenai agama. Selain itu, para santri juga diharapkan memiliki wawasan luas untuk memanfaatkan berbagai peluang di dunia maya. Serta diharapkan dapat menambah imunitas pesantren dalam menghadapi isu-isu tersebut. Sukabumi 15/12/2017 (NUlfie/Red.)

IMNU – Merubah Kemasan dan Mempertahankan Isi

IMNU: Merubah Kemasan dan Mempertahankan Isi

IMNU – Merubah Kemasan dan Mempertahankan Isi

Oleh: Cariban Gaban*

IMNU.or.id – Merubah Kemasan dan Mempertahankan Isi – Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo beberapa kali menyatakan bahwa perubahan dunia begitu cepat, kita harus terus belajar agar kita tidak terus tertinggal. Pesan pesan singkat ini mengandung makna yang dalam yang dapat merepresentasikan kondisi Indonesia dibanding dengan negara-negara maju di mana mereka berlomba menciptakan teknologi kemudian menjualnya secara masif kepada negara-negara ketiga. Negara-negara berkembang termasuk Indonesia lebih banyak menjadi sasaran produk-produk mereka. Pesan singkat Bapak Presiden ini harus terus menerus disampaikan hingga seluruh pelosok tanah air agar semangat perubahan ini terpatri dalam sanubari masyarakan Indonesia dan bergerak melakukan perubahan

Tidak terkecuali kaum Nahdliyin. Ormas islam terbesar di tanah air ini yang diperkirakan ber anggotaka lebih dari 90 juta memiliki potensi yang sangat besar sekali dalam memajukan Indonesia. Namun selama ini, potensi besar tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan sesaat seperti kepentingan politik. Kondisi pendidikan dan ekonomi sebagian besar warganya tetap dalam ketertinggalan. Di sinilah relevansinya menyampaikan pesan Bapak Presiden bahwa semangat perubahan juga harus muncul dalam diri setiap warga Nahdliyin karena perubahan pada diri mereka akan sangat mempengaruhi kemajuan bangsa

Era teknologi informasi khususnya internet yang berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini begitu terasa betapa tertinggalnya warga Nahdliyin dalam bidang pendidikan, dakwah dan ekonomi. Ketika sebagian besar pesantren masih mentabukan internet, pada saat yang sama media ini dimanfaatkan secara optimal oleh penganut islam garis keras untuk menyebarkan pemahaaman keagamaan mereka dan mendapatkan simpatisan sebanyak-banyakan. Cara ini cukup efektif dan terbukti mendapatkan simpati  yang tidak sedikit terutama dari generasi millenial. Kita bisa lihat saat ini di dunia maya baik itu website maupun social media konten-konten aswaja khususnya dari kalangan NU kalah telak. Sebagai contoh kita bisa melakukan riset kecil-kecilan dengan mengetikan kata kunci tentang islam di halaman Google maka yang muncul di halaman tersebut bukan website-website yang dikelola NU atau berfaham aswaja. Sedikit sekali website-website aswaja yang bisa muncul di halaman pertama Google sebagai prasyarat website tersebut akan dikunjungi orang. Atau kita bisa lihat di Facebook, postingan yang viral dengan banyaknya orang yang me”like”, “comment” dan “share” hingga pulhan ribu bukanlah postingan-postingan dari aswaja. Di sinilah urgensi edukasi dikalangan Nahdliyin bahwa dunia maya baik website atau social media adalah sebuah metode yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan dakwah. Kemudian langkah berikutnya adalah mengenalkan metode yang tepat dan efektif agar menjangkau orang lebih banyak lagi lewat website dan social media

Kilas balik bulan Ramadhan kemarin, ketika Guru mulia kita Gus Mus melakukan pengajian “live streaming” yang dapat kita lihat di Youtube. Ini adalah hal positif dalam menghadapi ketertinggalan kita di dunia maya. Meski masih banyak yang perlu diperbaiki seperti kemasan atau penyajiannya agar lebih entertaining mulai dari audio, latar hingga penampilan da’inya. Ini adalah langkah awal yang harus diikuti setiap da’i dan ulama NU lainnya baik di pesantren, lembaga-lembaga NU maupun secara individu dalam menyebarkan islam yang toleran. Di internet baik website maupun social media,selain kalah dalam hal engagement (like, comment, share), postingan-postingan dengan konten aswaja juga jumlahnya sangat sedikit. Membanjiri internet dengan konten-konten aswaja ini merupakan PR yang tidak ringan yang perlu melibatkan semua pihak baik institusi maupun individu-individu warga Nahdliyin

Berikutnya, kemajuan teknologi internet dalam dunia e-commerce dampaknya begitu besar dalam hal perubahan cara orang bertransaksi dari konvensional ke digital. Sekali lagi warga Nahdliyin dalam hal ini masih sebagai target pasar dari kemajuan teknologi ini. Padahal dengan jumlah anggota yang sangat besar dan dengan UKM-UKM di bawahnya, Nahdlyin seharusnya memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk mengentaskan diri dari ketertinggalan dan bahkan menjadi pemimpin dalam dunia e-commerce ini. Namun sayangnya yang terjadi tidak demikian. Perubahan era digital ini terlambat disadari dan bahkan tidak bisa memanfaatkan potensi besar ini

Ketika perusahaan raksasa-raksasa internet dunia sudah melihat begitu besar potensi pasar Indonesia mulai dari Google yang pada tahun ini bersedia membayar pajak, Facebook yang akhirnya buka kantor cabang di Indonesia serta Jack Ma dengan Ali baba nya menginvestasikan hingga 15 trilyun di perusahaan marketplace local, ini harusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku-pelaku ekonomi Nahdliyin khususnya agar berdampak secara positif kepada warga NU secara lebih luas. Dunia ini mungkin terasa masih awam untuk sebagian kalangan Nahdliyin tapi kita harus menuju kesana agar tidak terus tertinggal. Kita harus berani berubah karena perubahan pada diri kita agar berdampak sangat luas untuk Indonesia

Perubahan-perubahan di atas menjadi fokus perjuangan komunitas Internet Marketers NU (IMNU) kedepan di mana anggota yang tergabung adalah para pelaku bisnis online yang setiap hari terhubung ke internet minimal 8 jam mulai dari pelaku online shopping, blogger, facebook marketing, aplikasi android, youtuber, affiliate marketers, digital product creator dan lain sebagainya. Kami hadir bukan untuk mengubah konten-konten yang sudah jadi keahdlian saudara-saudara Aswaja kita baik di pesantren maupun lembaga struktural dan non struktural NU. Kita hanya ingin mengubah kemasan produk yang ada saat ini dari konvensional ke digital agar lebih menarik minat terutama bagi kalangan millenial yang cenderung visual. Mulai dari cara berdakwah hingga meningkatkan penjualan produk UKM. Kami sadar perjuangan ini tidak ringan dan butuh keterlibatan banyak pihak. Karena itu kami mengundang siapa saja yang memiliki keperdulian yang sama untuk bergabung dengan kami

 

Referensi;

  1. http://m.metrotvnews.com/welcome-page/news/ZkeWOjAN-rugilah-yang-remehkan-simpati-nu
  2. http://nasional.kontan.co.id/news/ini-penjelasan-lengkap-rhenald-soal-daya-beli-lesu
  3. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3528503/cerita-sri-mulyani-sukses-paksa-google-bayar-pajak
  4. http://tekno.kompas.com/read/2017/08/14/17094217/facebook-resmi-buka-kantor-di-indonesia
  5. https://www.merdeka.com/uang/antisipasi-ekspansi-amazon-alibaba-suntik-lazada-dana-segar-rp-13-t.html
  6. http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/17/05/15/opziw5396-generasi-millenial-umkm-dan-media-pemasaran-digital
*Cariban Gaban adalah seorang Founder yang mempunyai insiatif untuk mengumpulkan praktisi Internet Marketers Nahdlatul Ulama sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum IMNU.