HomeBeritaPelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now
Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

Berita Dakwah Edukasi 0 2 likes 819 views share

IMNU.or.id Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now Dakwah kini dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, Tak terbatas ruang dan waktu. Pesatnya perkembangan teknologi membuat para kader dakwah harus senantiasa mengikuti perkembangan tersebut. Tugas dan tanggung jawab para kader dakwah saat ini semakin kompleks, terutama sebab teknologi yang tak tak dapat dibendung. Informasi mengenai agama saat ini sangat mudah didapatkan terlepas dari bagaimana kejelasan sanad informasi tersebut. Beberapa diantara informasi bahkan merupakan pemahaman yang mengancam Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nahdliyyah. Oleh karena itu, para santri yang merupakan kader dakwah, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk turut serta terjun kedalam medan dakwah saat ini. Utamanya pemahaman bermedia.

Media sosial merupakan salah satu wadah baru dalam menyebarkan pemahaman ajaran samawi (red : Agama). Berbagai pemahaman mengenai agama disebarluaskan melalui media ini. Media yang heterogen membuat sanad informasi menjadi bias. Oleh sebab itulah, pentingnya para santri dalam memahami teknologi digital (media sosial) guna menangkal biasnya informasi keagamaan di media sosial.

PCNU Sukabumi menggelar pelatihan Dakwah Santri Digital bekerjasama dengan IMNU (Internet Marketer Nahdlatul Ulama). Pelatihan ini digelar pada tanggal 14 Desember 2017 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Salafi Ma’arif Al-Fathonah, Sukabumi, dengan mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Milenial, Meneguhkan Kedaulatalan Digital”.

Kegiatan ini disambut dan dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-fathonah, KH Ridwan. Dalam sambutannya, KH Ridwan mengatakan bahwa para santri dituntut untuk melakukan tabayyun. Tabayyun saat ini tak serta merta merupakan kefasihan retorika saja, namun juga kefasihan menggunakan media sosial sebagai wadah dakwah.

Sebanyak 60 peserta terdiri dari santri dan guru perwakilan pondok pesantren dan masyarakat umum nampak antusias mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan langsung oleh ketua IMNU, Cariban Gaban serta didampingi oleh Anes Eko Setiawan.

Artikel IM Lainnya:  Tasikmalaya: IMNU Hadir di Tengah Lautan Santri

Menjadi Nilai Tambah

Selain diajarkan bagaimana menggunakan media sosial, para peserta pun diajarkan bagaimana mendapat penghasilan dari media sosial yang dimiliki. Bekal pengetahuan ini, amat bermanfaat guna menjadi ladang untuk mencari pendapatan yang menunjang perjuangan dakwah.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para santri dapat menjadi motor penggerak dalam menangkal isu negatif mengenai agama. Selain itu, para santri juga diharapkan memiliki wawasan luas untuk memanfaatkan berbagai peluang di dunia maya. Serta diharapkan dapat menambah imunitas pesantren dalam menghadapi isu-isu tersebut. Sukabumi 15/12/2017 (NUlfie/Red.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *