HomeBeritaPelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU
Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Ketua PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU

Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU

Berita Edukasi 0 0 likes 507 views share

IMNU.or.id – Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU Belum lama ini IMNU, Internet Marketers Nahdlatul Ulama bersama RMI Rabithoh Ma’ahid Islamiyah, mengadakan kegiatan pelatihan dakwah mendulang rupiah di Kabupaten Tegal. Bertempat diPondok Pesantren Dzikrul Ghofilin Al-Hasyimiyah Danawarih Kabupaten Tegal, acara ini ternyata sangat diminati peserta, dari 40 an undangan yang disebar ke beberapa pesantren, ternyata yang menghadiri jumlahnya melebihi Kuota. Bersyukur sekali, pihak panitia dan tuan rumah telah mengantisipasi kejadian, sehingga acara tetap berjalan tertib, meriah dan penuh suka cita. Acara ini sendiri dihadiri oleh ketua PCRMI Pusat Bapak Kyai Haji Syamsul Arifin dan juga Sekretaris Jenderal PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari.

Dalam sambutannya Sekretaris Jenderal PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya sebuah acara Dakwah Mendulang Rupiah yang dimotori oleh IMNU dan RMI. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan rasa bahagianya karena menurutnya kegiatan semacam ini sudah sangat lama dinanti-nanti oleh warga Nahdliyin. Hal ini tentu sangat beralasan, karena menurut beliau, selama ini telah terjadi kegelisahan, diantara pengurus cabang dan pengurus ranting NU pada khususnya dan seluruh warga NU senusantara pada umumnya, H Nurcholish Sobari mengungkapkan, kekhawatirannya terkait maraknya gerakan fundamentalis dan puritanisme, Sekretaris Jenderal menceritakan sebuah kilas balik sejarah 14 abad yang lalu, dimana Sayidina Ali bin Abi Thalib Karomallahuwajha, dibunuh oleh orang yang sama-sama orang Islam, dan bukan sembarang orang Islam, yang membunuh Sayidina Ali adalah Qoimullail, Shoimun Nahar, Hafidzul Qur’an. Beliau adalah Abdurakhman Ibnu Muljam, dan kenapa ulama sekaliber beliau bisa membunuh seorang Sahabat Rasul, yang notabene adalah menantu Rasulullah SAW juga? Tak lain dan tak bukan adalah karena beliau telah salah memahami Alquran, sehingga beliau selalu mengatakan,” La Hukma Illallah” Tidak ada hukum, selain hukum yang dibuat oleh Allah.

Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari

Sementara Sayyidina Ali Bin Abi thalib meneruskan perjuangan nabi kita Muhammad SAW, beliau menyaksikan sendiri, sekaligus terlibat dalam sebuah permusyawaratan, setelah Rasul melakukan sebuah perjalanan Hijrah, dari Mekah menuju kota yang dulu bernama kota Yatsrib, yang sekarang telah berganti nama menjadi Madinah. Setelah Beliau memenangkan peperangan, dan berhasil menguasai Yatsrib, kemudian serta merta akan dibuat sebuah negara Islam? Tetapi ternyata tidak demikian, Rasulullah SAW terlebih dahulu mengumpulkan seluruh komponen masyarakat yang ada di kota Yatsrib, diajak berunding, diajak untuk terlibat secara aktif memikirkan bagiamana Madinah akan dikelola, hal ini terbukti dengan dihasilkannya sebuah kesepakatan bersama, yang sekarang lebih dikenal dengan Piagam Madinah. Bunyi kesepakatan itu adalah: Bismillahirrahmanirrahim, Hadza kitabu muhammad al muslimuna min quraisy wal muslimuna min yatsrib wal yahud waman tabiahum wal khithobihim wajahada ma ahum innahum ummatan waakhidah yang artinya ummat islam pendatang, ummat islam pribumi dan yahudi asalkan satu cita-cita, satu visi dan misi, satu garis perjuangan sebenarnya mereka itu adalah ummatun waakhidah.

Kembali ke 14 abad yang lalu ketika tragedi berdarah terbunuhnya Sayidina Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam, membuktikan bahwa Abdurakhman Ibnu Muljam lupa akan persitiwa penting sejarah terbitnya kesepakatan yang kita kenal sebagai Piagam Madinah tersebut.Ibnu Muljam lebih mengedepankan nafsu dalam memahami agama, sehingga ia tega membunuh Sayidina Ali. Peristiwa ini hampir mirip-mirip seperti akan terulang kembali dalam bentuk lain, tapi dengan semangat yang sama, oleh orang-orang atau kelompok-kelompok fundamentalis dan radikalis.

Penjajahan yang sedang dialami oleh NU saat ini oleh kelompok tersebut, terjadi secara massive didunia internet. Ini semua kita harus menyepakati, bagaimana aksi-aksi yang digelar diJakarta digerakkan hanya melalui media sosial, mulai dari aksi bela Islam pertama, kedua dan seterusnya.

Artikel IM Lainnya:  IMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital
Wakil Ketua IMNU Memberikan Materi Pengenalan IMNU

Ketua PCNU kabupaten Tegal sangat berharap, acara seperti ini kedepannya akan lebih sering diadakan, karena ini sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Nahdliyin, agar bisa ikut serta berperan secara aktif melakukan jihad perjuangan membela NU dan melindungi warga Nahdliyin dari sebaran konten-konten hoax, provokasi dan fitnah yang bertubi-tubi yang diarahkan ke NU. Kita bisa dengan mudah menmukan disosial media bagaimana kyai-kyai NU, BANSER, ANSOR yang terus-terusan diserang dicaci dan difitnah. Nahdliyin harus bangkit untuk melakukan upaya-upaya counter pemberitaan hoax,fitnah dan provokasi, sekaligus membela tanah air tercinta dari upaya-upaya sekelompok orang yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara. Beliau telah menyiapkan peserta khusus dari anggota PCNU untuk diberi pelatihan khusus tentang dakwah cyber, sekaligus pelatihan untuk mendulang rupiah dari internet.

Acara perdana gawean IMNU dan RMI dikabupaten Tegal ini terbilang sukses, dengan ditandai mebludaknya peserta, yang sangat antusias mengikuti run down keseluruhan acara, yang berlangsung dari ba’da Ashar, dan berakhir hingga jam 1 pagi. Antusiasme peserta dijawab dengan penuh gegap gempita oleh panitia, terkhusus oleh para pemateri yang sangat detil dan telaten memberikan setiap materi dari tingkat dasar hingga expert.

Anes Eko Setiawan Sedang Memberikan Pelatiahn Youtube.jpg

Salah satu pemateri bernama Anes Eko Setiawan yang merupakan anggota IMNU Pusat, didatangkan khusus dari Depok, untuk memberikan pelatihan bagaimana bermain Youtube, untuk dijadikan media dakwah, sekaligus untuk dimonetize atau bisa juga untuk dijadikan media jualan. Hampir 1 jam lebih mas Anes semangat memberikan materi-materinya, para peserta langsung disuruh mempraktekan langsung semua teori yang sebelumnya telah lebih dulu disampaikan, dan hasilnya banyak peserta yang tersenyum puas, karena ternyata membuat sebuah konten video, tidak serumit apa yang mereka bayangkan.

Materi yang tak kalah seru juga telah dibawakan oleh pemateri ganteng asal Surabaya, yang saat ini sedang mengambil S2 dikota Jogja, ia bernama Muhammad Mufid Muwafaq, membawakan materi yang juga telah dinanti-nanti peserta, yakni bagaimana menghasilkan uang dari Facebook. Sebagaimana kita tahu, banyak dari kita menggunakan facebook hanya untuk kegiatan sosial saja, berbagi cerita, posting unek-unek, dan media narsis, tetapi ditangan pemuda yang juga merupakan anggota IMNU pusat ini, sekarang main facebook bisa mendapatkan bayaran. Teknik ini sendiri dinamakan Instant Article, yakni mengintegrasikan platform web (wordpres) dengan fanspage.

Mufid Ketua Divisi Dakwah IMNU Memberikan Materi Tentang Instant Articles

Sesi selanjutnya yaotu materi tentan UU ITE yang dijelaskan oleh Ahmad Muzakka, disini Zakka -panggilan akrab- yang merupakan advokat yang juga tergabung dalam IMNU Pusat menuturkan pentingnya mengetahui Undang-Undang tentang ITE khususnya di sosial media, sehingga memberi garis tegas bahwa di dalam kegiatan bersosial media yang kita lakukan, terdapat peraturan yang harus dipatuhi berkenaan dengan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Ahmad Muzakka Memberikan Penjelasan Mengenai UU ITE

Terakhir adalah tanya jawab, dilanjutkan dengan pembagian kelompok terhadap minat masing-masing peserta, bagi yang yang mau bermain Instant article, Youtube, Blog maupun jualan online, mereka dibagi dalam kelompoknya masing-masing, untuk selanjutnya dikasih materi pendalaman.

Acara ini tidak hanya dihadiri peserta dari lingkup Tegal saja, tercatat ada beberapa peserta luar kota yag sengaja datang jauh-jauh dari Kota seperti Cirebon, Pekalongan, Banjarnegara, dan Purwokerto.

Setelah acara selesai, selanjutnya para peserta akan tetap mendapatkan bimbingan (follow up) dari kawan-kawan IMNU, demi tercapainya target bisa berdakwah sekaligus mendulang rupiah lewat internet. Semoga kedepannya acara angkatan selanjutnya bisa diadakan dengan lebih matang persiapan, sarana dan prasarana, dan semoga bisa menjangkau lebih banyak peserta. (Imam Soleh/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *