HomeBeritaKita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama
Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama

Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama

Berita 0 2 likes 455 views share

IMNU.or.id – Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama Drama kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob Depok akhirnya berhasil ditanggulangi oleh aparat penegak hukum setelah berlangsung selama 36 jam. Kerusuhan akibat ulah nara pidana teroris itu merenggut 5 nyawa anggora kepolisian yang tewas secara mengenaskan dan 1 pihak teroris. Kita mengutuk keras tindakan para narapidana teroris tersebut dan semoga para korban mendapat tetap yang mulia di sisi Allah SWT. Kita patut apresiasi terhadap pihak kepolisian yang tetap melakukan pendekatan persuasif kepada para perusuh tersebut meskipun lebih banyak korban dari pihak kepolisian.

Dukungan dari masyarakat kepada aparat kepolisianpun terus mengalir begitu juga ucapan bela sungkawa kepada para korban dari pihak kepolisian. Hal ini tentu membuktikan bahwa masyarakat kita sudah dapat berpikir dengan cerdas dalam menyikapi kejadian akhir-akhir ini. Masyarakat sudah dapat membedakan mana kejadian yang patut mendapat apresiasi dan dukungan moral serta mana peristiwa-peristiwa yang bersifat politis yang hanya perlu disikapi sewajarnya meski dibalut dengan nuansa religi.

Peristiwa kerusuhan yang memakan korban nyawa di Mako Brimob ini tentu menjadi catatan serius untuk aparat kepolisian kita. Perlu dilakukan evaluasi-evaluasi internal agar kejadian tersebut tidak terulang di masa mendatang. Hal ini mengigat para narapidana tersebut adalah narapidana teroris baik yang ditangkap di tanah air maupun alumni-alumni suriah yang ditangkap saat berusaha pulang ke Indonesia. Para teroris berkedok islam ini sangat berbahaya sekali. Bukan hanya karena mereka rela mengorbankan nyawa demi ideologi islam yang mereka percayai seperti pemerintahan Indonesia yang thogut yang harus diganti dengan sistem khilafah. Namun lebih dari itu, aksi “heroik” mereka yang dengan mudah dan cepat tersebar keluar lewat media online maupun social media akan berpengaruh besar pada simpatisan-simpatisan mereka di luar maupun orang-orang yang gamang yang sedang mencari indentitas keislaman. Sel-sel tidur itu akan merasa bangga dan memompa semagat mereka untuk mengikuti “martir-martir” mereka.

Sebagai masyarakat pada umumnya, tentu kita tidak bisa tinggal diam melihat fenomena tersebut. Meski tindakan nyata tidak bisa kita lakukan secara langsung kepada para teroris tersebut namun satu hal yang sangat penting yang harus ada dalam benak setiap anggota masyarakat adalah bahwa tindakan teroris tersebut layak dikutuk. Segala aksi yang dilakukan teror adalah keliru dan mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di mata hukum. Setiap anggota masyarakat mulai dari kaum buruh, profesional, pemuka agama dan juga pihak pemerintah harus sepakat mengenal hal ini. Kita tidak memberi ruang kepada tindakan teror apapun bentuknya apalagi yang berkedok agama.

Artikel IM Lainnya:  Bertekad Sejahterakan Warga Nahdliyyin dan Pesantren NU di Yogyakarta, IMNU DIY akan Gelar Ini

Kesepakatan dan kesepemahaman ini penting sekali untuk mencegah ideologi teroris berkembang di masyarakat luas. Jika masyarakat luas memiliki tekad bulat memerangi ideologi teroris maka dengan sendirinya ajaran-ajaran teroris tersebut akan mentah ketika ditawarkan ke masyarakat
Kesepakatan ini yang sepertinya belum utuh. Kita bisa lihat dari kasus terbaru kerusuhan hingga penyanderaan para napiter di Mako Brimob kemarin. Masih ada segelintir masyarakat khususnya di media social yang memberikan statement-statement berbeda. Bukan memberi support kepada pihak kepolisian atau memberi ucapan bela sungkawa kepada para korban, segelintir masyarakat ini justru memberikan sikap nyinyir yang tidak pantas dalam suasana seperti itu. Untungnya mereka hanya segelintir. Namun tetap perlu jadi catatan agar seluruh masyarakat memiliki pandangan yang sama tentang terorisme. Bahwa aksi teror berkedok agama adalah tindakan anti kemanusiaan, tindakan yang merendahkan rasa kemanusiaan yang justru bertentangan dengan ajaran agama manapun di dunia.

Satu hal yang sudah menjadi kesepakatan bersama adalah para teroris tersebut memanfaatkan agama untuk mencapai tujuannya. Islam hanya kedok bagi mereka untuk mencapai tujuan mereka sebenarnya. Karena mereka memahami sekali bahwa kedok agama merupakan senjata yang ampuh untuk mempengaruhi masyarakat awam. Maka sudah jelas sekali bagi kita untuk tidak mendukung tindakan-tindakan mereka sekecil apapun dalam bentuk apapun termasuk sharing-sharing berita yang justru menyudutkan pihak kepolisian kita yang sudah bekerja keras memerangi para teroris ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *