PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media

IMNU.or.id – PAC IPNU-IPPNU Bungah Siap Berdikari Sejak Dini Dengan Sosial Media – Pada hari sabtu tanggal 3 Maret 2018, IMNU bersama IPNU dan IPPNU PAC Kecamatan Bungah Gresik mengadakan Pelatihan Internet Marketers di Gedung SMK Assa’adah Sampurnan Bungah Gresik. Acara yang dilaksanakan dengan tema Berdikari Sejak Dini dengan Pemanfaatan Sosial media ini di hadiri oleh 25 orang yang berasal dari PAC IPNU-IPPNU se Kabupaten Gresik.

Materi Pelatihan dibawakan oleh beberapa orang diantaranya yaitu Nidlomuddin Ar Raffii yang memberikan materi tentang pentingnya personal branding untuk membentuk sebuah market di Facebook sehingga nantinya bisa digunakan untuk banyak hal, khususnya jualan dan menebarkan konten yang positif.

Selanjutnya materi dilanjutan oleh Ja’far Shodiq atau biasa di panggil Mas Jack. Disini, Mas Jack memeberikan pengetahuan dasar tentang cara melakukan editing video menggunakan software software yang mudah digunakan dan tentu saja dengan hasil yang menarik untuk dapat dinikmati banyak pihak di Youtube, mulai dari Videografi, Sinematografi dan cara melakukan Optimasi Personal Youtube Channel.

Kemudian, ada juga materi dadakan tentang How To blogging yang disampaikan oleh Jefri yang merupakan seorang Writter dari Personal Blog yang sudah mulai menikmati hasil jerih payah menulis konten secara manual. Jefri menuturkan bahwa di dunia Internet tidak ada yang instant, harus ada proses belajar dari setiap kesalahan yang dilakukan di setiap waktunya. Jefri sendiri bercerita bahwa sebelum bisa berpenghasilan, dia pernah 12 bulan nge-Blog tanpa hasil sedikitpun

Terakhir, materi disampaikan oleh Teguh Hadi Santoso yang merupakan Owner dari VIP Academy. Disini, Teguh memberikan materi tentang bagaimana mudahnya menjual sebuah produk dengan menggunakan Platform Youtube. Selain itu, Om Teguh -sapaan akrab beliau- juga menegaskan bahwa mindset sebagai seorang marketers perlu dipahami sejak awal, sehingga nantinya teman teman PAC IPNU-IPPNU tidak lagi bingung antara memilih menjadi Produsen atau Marketers. Pada kesempatan ini juga, Om Teguh mengajarkan secara langsung kepada peserta langkah-langkah cepat untuk bisa memanfaatkan Youtube sebagai sebuah sarana mengenalkan Produk yang nantinya bisa dijual.

Harapannya, pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi akan bisa melahirkan pelatihan-pelatihan lain sehingga bisa menjadi sebuah komunitas marketers yang kondusif di Wilayah Gresik.

PCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan

IMNU.or.idPCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan – Dunia bisnis mengalami pergeseran hebat sejak internet mulai umum digunakan masyarakat. Di Indonesia, hal ini terjadi sejak dekade 2000-an, bahkan jauh sebelum masuk tahun 2000, masyarakat sudah sering mendengar jargon “era data” yang pegang datalah yang akan menjadi pemenang. Data disini tentu saja bisa berupa sebuah informasi, karena apapun bisnis anda tanpa anda memiliki sebuah informasi detail tentang market, maka bisnis anda akan mudah dikalahkan dan terjungkal oleh sanga pemilik data. Lalu muncul lagi slogan, “era informasi digital” dilanjut dengan “era digital” disinilah arus pergeseran besar terjadi, mungkin ini sudah dimulai sejak tahun 2000an, tetapi hanya sebagian kecil saja pelaku usaha yang memahami momentum itu, kemudian melakukan langkah-langkah strategis menyikapi perubahan besar ini. Dunia bisnis mengenal ini sebagai era digitalisasi usaha. Sayangnya tak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan arus perubahan besar ini, bahkan mirisnya banyak pembisnis yang tak pernah tahu akan adanya arus perubahan besar ini, sehingga menyebabkan mereka akhirnya gulung tikar. Terjungkal oleh arus besar era digitalisasi usaha.

Kita bisa lihat sekarang, semua sudah serba online, orang butuh apa saja tinggal duduk manis sambil klak-klik hp pesan apa saja yang dibutuhkan jasa atau barang, tak butuh waktu lama, pesanan akan sampai, ada yang instant, ada yang harus menunggu, tetapi semua itu bukti bahwa perubahan besar itu sudah mulai diterima masyarakat, dan sebagai dampaknya, pelaku usaha yang masih belum move on, masih mengandalkan basis layanan offline, akan tertinggal. Dan siapa pemanangnya? Merekalah anak-anak muda kreatif yang jeli mengamati perilaku pasar dan bisa membaca arus perubahan besar itu, serta berani mengambil langkah/ take action!

Menyikapi fenomena ini, pemerintah, dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat maupun para penggiat dunia bisnis melakukan workshop untuk memberikan pemahaman baru tentang era digitalisasi usaha ini.

NU sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, yang tentu saja memiliki banyak sekali kader ataupun jamaahnya yang berkecimpung didunia bisnis, tak bisa lepas dari era perubahan besar ini. Utamanya lembaga atau Banom di tubuh NU yang membidangi usuran ekonomi, tentu harus bisa melakukan kerja nyata mengedukasi jamaahnya yang memiliki usaha/bisnis untuk segera melakukan perubahan signifikan kalau tidak mau tertinggal dan tergerus arus perubahan besar ini.

Warga Nahdliyin tersebar diberbagai kota hampir menyeluruh disegala penjuru Nusantara, tentu memiliki ke-khasan dan ciri sendiri-sendiri dari sisi kegiatan perekonomiannya masing-masing. Sebagai contoh Nahdliyin Pekalongan banyak yang menekuni usaha dibidang perbatikan, sebagaimana kita ketahui, Pekalongan adalah salah satu produsen Batik terbesar tanah air, namanya bahkan sudah melambung ketingkat dunia Internasional. Sayang sekali kalau sampai menjadi korban arus perubahan besar digitalisasi usaha.

Upaya-upaya sudah banyak dilakukan oleh NU untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan menyongsong era online ini. Sebagaimana telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan, yang langsung bergerak atktif memberikan pembelajaran Internet Marketing kepedagang Batik dikota Pekalongan.

Namun nampaknya upaya dari PCNU Kota Pekalongan masih belum mendapatkan respon positif, para pedagang masih menanggapi dingin dan acuh soal pentingnya mengikuti arus pasar yang sedang menuju kearah online/digital. Bisa jadi karena pada umumnya para pedagang ini gaptek dengan teknologi informasi, atau mungkin juga karena susahnya melepaskan sesuatu yang telah mengakar soal pola pikir atau mindset lama soal bisnis.

Hal ini diceritakan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Mutarom, mengisahakan bagiamana perjuangannya dahulu dalam upaya sosialisai dan empowering pebisnis Nahdliyin mengahdapi era digital kepada para pebisnis Batik Kota Pekalongan, yang notabene merupakan jamaahnya.

“Dulu tahun 2005 an, setelah belajar Internet Marketing, saya coba sampaikan konsep itu di Pekalongan, terutama di warga NU, namun kurang mendapat respon,” tutur Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom saat membuka Workshop Digital Marketing IMNU di gedung Aswaja Pekalongan (1/2/2018).

Dan akhirnya terbukti, banyak pelaku bisnis Batik diPekalongan yang tak kuat mengahdapi arus besar ini, akhirnya harus gulung tikar.

Kini di tahun 2018 ini, PCNU Kota Pekalongan kembali ingin memberikan kontribusi nyata lagi kepada para pelaku usaha Batik Kota Pekalongan, khususnya Nahdliyin yang berkecimpung dibisnis Batik. Kali ini PCNU kota Pekalongan bekerjasama dengan IMNU, sebuah komunitas anak-anak muda Nahdliyin yang bergerak dibidang dunia bisnis internet, atau lebih dikenal sebagai Internet Marketers. IMNU sendiri kependekan dari Internet Marketers Nahdlatul Ulama.

Hal ini tentu saja seperti gayung bersambut, disatu sisi misi dan visi IMNU yang ingin berjuang secara sukarela memberikan ilmu dan pelatihan dibidang bisnis online, disisi lain ternyata PCNU kota Pekalongan sedang serius memikirkan tentang bagaiamana memberikan kontribusi nyata kepada pelaku usaha Batik diPekalongan utamanya dalam Migrasi menuju ke Bisnis berbasis Internet atau Online, penggabungan dari core bisnis darat dengan dunia Internet adalah sebuah keniscayaan kalau ingin tetap eksis dan menjadi pemenang.

Sebagaimana kita tahu, bisnis online itu seperti raksasa rakus yang sangat buas memangsa pengusaha-pengusaha konvensional.

“Saat ini pengunjung pasar di Indonesia terlihat menurun. Karena pola belanjanya banyak yang beralih ke online,” kata Muhtarom, yang juga pengusaha batik itu.

Dia berharap pedagang Pekalongan segera sadar perkembangan pasar online. Sehingga perlu digeliatkan pembelajaran online marketing. Untuk memacu para pengusaha dan terciptanya wirausaha baru dari warga NU dan Kota Pekalongan. (Abd)

Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU

Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Ketua PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU

IMNU.or.id – Pelatihan Dakwah Cyber di Tegal, Sekretaris Jenderal PCNU Tekankan Dukung Kegiatan IMNU Belum lama ini IMNU, Internet Marketers Nahdlatul Ulama bersama RMI Rabithoh Ma’ahid Islamiyah, mengadakan kegiatan pelatihan dakwah mendulang rupiah di Kabupaten Tegal. Bertempat diPondok Pesantren Dzikrul Ghofilin Al-Hasyimiyah Danawarih Kabupaten Tegal, acara ini ternyata sangat diminati peserta, dari 40 an undangan yang disebar ke beberapa pesantren, ternyata yang menghadiri jumlahnya melebihi Kuota. Bersyukur sekali, pihak panitia dan tuan rumah telah mengantisipasi kejadian, sehingga acara tetap berjalan tertib, meriah dan penuh suka cita. Acara ini sendiri dihadiri oleh ketua PCRMI Pusat Bapak Kyai Haji Syamsul Arifin dan juga Sekretaris Jenderal PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari.

Dalam sambutannya Sekretaris Jenderal PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya sebuah acara Dakwah Mendulang Rupiah yang dimotori oleh IMNU dan RMI. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan rasa bahagianya karena menurutnya kegiatan semacam ini sudah sangat lama dinanti-nanti oleh warga Nahdliyin. Hal ini tentu sangat beralasan, karena menurut beliau, selama ini telah terjadi kegelisahan, diantara pengurus cabang dan pengurus ranting NU pada khususnya dan seluruh warga NU senusantara pada umumnya, H Nurcholish Sobari mengungkapkan, kekhawatirannya terkait maraknya gerakan fundamentalis dan puritanisme, Sekretaris Jenderal menceritakan sebuah kilas balik sejarah 14 abad yang lalu, dimana Sayidina Ali bin Abi Thalib Karomallahuwajha, dibunuh oleh orang yang sama-sama orang Islam, dan bukan sembarang orang Islam, yang membunuh Sayidina Ali adalah Qoimullail, Shoimun Nahar, Hafidzul Qur’an. Beliau adalah Abdurakhman Ibnu Muljam, dan kenapa ulama sekaliber beliau bisa membunuh seorang Sahabat Rasul, yang notabene adalah menantu Rasulullah SAW juga? Tak lain dan tak bukan adalah karena beliau telah salah memahami Alquran, sehingga beliau selalu mengatakan,” La Hukma Illallah” Tidak ada hukum, selain hukum yang dibuat oleh Allah.

Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholish Sobari

Sementara Sayyidina Ali Bin Abi thalib meneruskan perjuangan nabi kita Muhammad SAW, beliau menyaksikan sendiri, sekaligus terlibat dalam sebuah permusyawaratan, setelah Rasul melakukan sebuah perjalanan Hijrah, dari Mekah menuju kota yang dulu bernama kota Yatsrib, yang sekarang telah berganti nama menjadi Madinah. Setelah Beliau memenangkan peperangan, dan berhasil menguasai Yatsrib, kemudian serta merta akan dibuat sebuah negara Islam? Tetapi ternyata tidak demikian, Rasulullah SAW terlebih dahulu mengumpulkan seluruh komponen masyarakat yang ada di kota Yatsrib, diajak berunding, diajak untuk terlibat secara aktif memikirkan bagiamana Madinah akan dikelola, hal ini terbukti dengan dihasilkannya sebuah kesepakatan bersama, yang sekarang lebih dikenal dengan Piagam Madinah. Bunyi kesepakatan itu adalah: Bismillahirrahmanirrahim, Hadza kitabu muhammad al muslimuna min quraisy wal muslimuna min yatsrib wal yahud waman tabiahum wal khithobihim wajahada ma ahum innahum ummatan waakhidah yang artinya ummat islam pendatang, ummat islam pribumi dan yahudi asalkan satu cita-cita, satu visi dan misi, satu garis perjuangan sebenarnya mereka itu adalah ummatun waakhidah.

Kembali ke 14 abad yang lalu ketika tragedi berdarah terbunuhnya Sayidina Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam, membuktikan bahwa Abdurakhman Ibnu Muljam lupa akan persitiwa penting sejarah terbitnya kesepakatan yang kita kenal sebagai Piagam Madinah tersebut.Ibnu Muljam lebih mengedepankan nafsu dalam memahami agama, sehingga ia tega membunuh Sayidina Ali. Peristiwa ini hampir mirip-mirip seperti akan terulang kembali dalam bentuk lain, tapi dengan semangat yang sama, oleh orang-orang atau kelompok-kelompok fundamentalis dan radikalis.

Penjajahan yang sedang dialami oleh NU saat ini oleh kelompok tersebut, terjadi secara massive didunia internet. Ini semua kita harus menyepakati, bagaimana aksi-aksi yang digelar diJakarta digerakkan hanya melalui media sosial, mulai dari aksi bela Islam pertama, kedua dan seterusnya.

Wakil Ketua IMNU Memberikan Materi Pengenalan IMNU

Ketua PCNU kabupaten Tegal sangat berharap, acara seperti ini kedepannya akan lebih sering diadakan, karena ini sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Nahdliyin, agar bisa ikut serta berperan secara aktif melakukan jihad perjuangan membela NU dan melindungi warga Nahdliyin dari sebaran konten-konten hoax, provokasi dan fitnah yang bertubi-tubi yang diarahkan ke NU. Kita bisa dengan mudah menmukan disosial media bagaimana kyai-kyai NU, BANSER, ANSOR yang terus-terusan diserang dicaci dan difitnah. Nahdliyin harus bangkit untuk melakukan upaya-upaya counter pemberitaan hoax,fitnah dan provokasi, sekaligus membela tanah air tercinta dari upaya-upaya sekelompok orang yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara. Beliau telah menyiapkan peserta khusus dari anggota PCNU untuk diberi pelatihan khusus tentang dakwah cyber, sekaligus pelatihan untuk mendulang rupiah dari internet.

Acara perdana gawean IMNU dan RMI dikabupaten Tegal ini terbilang sukses, dengan ditandai mebludaknya peserta, yang sangat antusias mengikuti run down keseluruhan acara, yang berlangsung dari ba’da Ashar, dan berakhir hingga jam 1 pagi. Antusiasme peserta dijawab dengan penuh gegap gempita oleh panitia, terkhusus oleh para pemateri yang sangat detil dan telaten memberikan setiap materi dari tingkat dasar hingga expert.

Anes Eko Setiawan Sedang Memberikan Pelatiahn Youtube.jpg

Salah satu pemateri bernama Anes Eko Setiawan yang merupakan anggota IMNU Pusat, didatangkan khusus dari Depok, untuk memberikan pelatihan bagaimana bermain Youtube, untuk dijadikan media dakwah, sekaligus untuk dimonetize atau bisa juga untuk dijadikan media jualan. Hampir 1 jam lebih mas Anes semangat memberikan materi-materinya, para peserta langsung disuruh mempraktekan langsung semua teori yang sebelumnya telah lebih dulu disampaikan, dan hasilnya banyak peserta yang tersenyum puas, karena ternyata membuat sebuah konten video, tidak serumit apa yang mereka bayangkan.

Materi yang tak kalah seru juga telah dibawakan oleh pemateri ganteng asal Surabaya, yang saat ini sedang mengambil S2 dikota Jogja, ia bernama Muhammad Mufid Muwafaq, membawakan materi yang juga telah dinanti-nanti peserta, yakni bagaimana menghasilkan uang dari Facebook. Sebagaimana kita tahu, banyak dari kita menggunakan facebook hanya untuk kegiatan sosial saja, berbagi cerita, posting unek-unek, dan media narsis, tetapi ditangan pemuda yang juga merupakan anggota IMNU pusat ini, sekarang main facebook bisa mendapatkan bayaran. Teknik ini sendiri dinamakan Instant Article, yakni mengintegrasikan platform web (wordpres) dengan fanspage.

Mufid Ketua Divisi Dakwah IMNU Memberikan Materi Tentang Instant Articles

Sesi selanjutnya yaotu materi tentan UU ITE yang dijelaskan oleh Ahmad Muzakka, disini Zakka -panggilan akrab- yang merupakan advokat yang juga tergabung dalam IMNU Pusat menuturkan pentingnya mengetahui Undang-Undang tentang ITE khususnya di sosial media, sehingga memberi garis tegas bahwa di dalam kegiatan bersosial media yang kita lakukan, terdapat peraturan yang harus dipatuhi berkenaan dengan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Ahmad Muzakka Memberikan Penjelasan Mengenai UU ITE

Terakhir adalah tanya jawab, dilanjutkan dengan pembagian kelompok terhadap minat masing-masing peserta, bagi yang yang mau bermain Instant article, Youtube, Blog maupun jualan online, mereka dibagi dalam kelompoknya masing-masing, untuk selanjutnya dikasih materi pendalaman.

Acara ini tidak hanya dihadiri peserta dari lingkup Tegal saja, tercatat ada beberapa peserta luar kota yag sengaja datang jauh-jauh dari Kota seperti Cirebon, Pekalongan, Banjarnegara, dan Purwokerto.

Setelah acara selesai, selanjutnya para peserta akan tetap mendapatkan bimbingan (follow up) dari kawan-kawan IMNU, demi tercapainya target bisa berdakwah sekaligus mendulang rupiah lewat internet. Semoga kedepannya acara angkatan selanjutnya bisa diadakan dengan lebih matang persiapan, sarana dan prasarana, dan semoga bisa menjangkau lebih banyak peserta. (Imam Soleh/Red)

Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

IMNU.or.id Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now Dakwah kini dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, Tak terbatas ruang dan waktu. Pesatnya perkembangan teknologi membuat para kader dakwah harus senantiasa mengikuti perkembangan tersebut. Tugas dan tanggung jawab para kader dakwah saat ini semakin kompleks, terutama sebab teknologi yang tak tak dapat dibendung. Informasi mengenai agama saat ini sangat mudah didapatkan terlepas dari bagaimana kejelasan sanad informasi tersebut. Beberapa diantara informasi bahkan merupakan pemahaman yang mengancam Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nahdliyyah. Oleh karena itu, para santri yang merupakan kader dakwah, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk turut serta terjun kedalam medan dakwah saat ini. Utamanya pemahaman bermedia.

Media sosial merupakan salah satu wadah baru dalam menyebarkan pemahaman ajaran samawi (red : Agama). Berbagai pemahaman mengenai agama disebarluaskan melalui media ini. Media yang heterogen membuat sanad informasi menjadi bias. Oleh sebab itulah, pentingnya para santri dalam memahami teknologi digital (media sosial) guna menangkal biasnya informasi keagamaan di media sosial.

PCNU Sukabumi menggelar pelatihan Dakwah Santri Digital bekerjasama dengan IMNU (Internet Marketer Nahdlatul Ulama). Pelatihan ini digelar pada tanggal 14 Desember 2017 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Salafi Ma’arif Al-Fathonah, Sukabumi, dengan mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Milenial, Meneguhkan Kedaulatalan Digital”.

Kegiatan ini disambut dan dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-fathonah, KH Ridwan. Dalam sambutannya, KH Ridwan mengatakan bahwa para santri dituntut untuk melakukan tabayyun. Tabayyun saat ini tak serta merta merupakan kefasihan retorika saja, namun juga kefasihan menggunakan media sosial sebagai wadah dakwah.

Sebanyak 60 peserta terdiri dari santri dan guru perwakilan pondok pesantren dan masyarakat umum nampak antusias mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan langsung oleh ketua IMNU, Cariban Gaban serta didampingi oleh Anes Eko Setiawan.

Menjadi Nilai Tambah

Selain diajarkan bagaimana menggunakan media sosial, para peserta pun diajarkan bagaimana mendapat penghasilan dari media sosial yang dimiliki. Bekal pengetahuan ini, amat bermanfaat guna menjadi ladang untuk mencari pendapatan yang menunjang perjuangan dakwah.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para santri dapat menjadi motor penggerak dalam menangkal isu negatif mengenai agama. Selain itu, para santri juga diharapkan memiliki wawasan luas untuk memanfaatkan berbagai peluang di dunia maya. Serta diharapkan dapat menambah imunitas pesantren dalam menghadapi isu-isu tersebut. Sukabumi 15/12/2017 (NUlfie/Red.)

IMNU Subang – NU harus Menjadi Fa’il di Internet

Pelatihan IMNU di Subang

IMNU.or.idIMNU Subang – NU harus Menjadi Fa’il di Internet Untuk memanfaatkan penggunaan internet dengan positif, PCNU Kabupaten Subang menggelar kegiatan pelatihan Internet Marketing berbasis media sosial dan aplikasi android, kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) tersebut digelar di aula Kantor PCNU Subang Jalan Darmodiharjo No.4, Sukamelang Subang. Ahad (26/11)

Dalam sambutannya, KH Musyfiq Amrullah menyampaikan bahwa warga NU perlu lebih banyak mewarnai konten-konten positif di internet karena disadari ataupun tidak saat ini internet sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat, hal ini bisa diukur dari aktifitas masyarakat hampir semuanya bisa dilakukan secara online.

“Di zaman now kita harus bisa menjadi fa`il di dunia internet, jangan hanya menjadi maf`ul saja dan melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan semua peserta bisa menjadi fa`il dalam mengisi konten-konten positif di internet”tandasnya

Pengasuh Pesantren Attawazun ini menambahkan, karena internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari maka pelatihan internet marketing ini merupakan bagian dari pelaksanaan kaidah yang menjadi salah satu prinsip NU, yaitu al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Senada dengan Kiai Musyfiq, Fahmi Baihaqi, wakil ketua IMNU Pusat menjelaskan bahwa tujuan berdirinya IMNU antara lain adalah untuk mengisi konten positif dan konten ke-NU-an di dunia maya, karena sebelumnya konten Islam Ahus Sunah waljamaah an-nahdliyah di internet sangat minim sekali, dampaknya adalah ajaran Islam Ahus Sunah waljamaah an-nahdliyah kurang begitu dikenal masyarakat secara luas. “Atas kegelisahan tersebut para pelaku internet marketing yang berlatarbelakang NU akhirnya sepakat untuk mendirikan IMNU” Tutup praktisi aplikasi android ini.

Dalam pelatihan yang dilakukan satu hari penuh ini, ada beberapa materi yang disampaikan, diantaranya yang paling utama adalah pelatihan Toko Online menggunakan Facebook Ads yang disampaikan oleh Aola Sahidin yang memang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam Facebook Marketing, khususnya branding terhadap produk sendiri. Pelatihan juga dilakukan dengan pengenalan bagaimana cara membuat Aplikasi Android yang disampaikan oleh Fahmi Baihaqi. (Aiz Luthfi/Redaksi)

Pelatihan di Soppeng, IMNU Tekankan Pentingnnya Dakwah di Internet Zaman Now

Pelatihan di Soppeng

IMNU.or.id – Pelatihan di Soppeng, IMNU Tekankan Pentingnnya Dakwah di Internet Zaman Now – Minggu ini, adalah hari yang sedikit untuk teman teman IMNU, selain pelatihan di Jombang, di minggu yang sama juga sedang berlangsung pelatihan yang diadakan di Soppeng Sulawesi Selatan. Dalam pelatihan ini, IMNU bergandengan dengan PC GP Ansor Kab Soppeng mengajak Kiai dan Dai Muda untuk ikut berperan aktif mengawasi paham radikalisme di dunia maya.

Kegiatan yang dibalut dengan tema ‘Membumikan Ideologi Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyyah untuk Melahirkan Kader Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiah dan Berakhlaqul Karimah’ dilaksanakan di di kampus STAI AL Gazali Soppeng. Salah satu pembicara dari IMNU yaitu Om Baldan dalam acara ini berbagi pengalaman kepada para Kiai dan Dai Muda tentang Pentingnnya Dakwah di Internet Zaman pada saat ini.

Salah satu pesan penting yang dia sampaikan kepada peserta yang Backgroundnya Kyai Muda dan Dai, adalah agar Dai-dai NU lebih melek Internet dan Wajib membangun Jaringan Dakwah nya melalui Internet, hal tersebut dilakukan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh dan masuk ke dalam paham-paham radikal danpaham-paham yang mengancam Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah an-Nahdliyah.

Pada pelatihan ini, ada sekitar 30 Kyai Muda dan Dai seluruh Kab Soppeng antusias mengikuti materi yang sudah di siapkan, Selain itu acara pelaithan ini juga dihadiri oleh Ketua Fatayat NU A. Tenri Ampa dan Ketua Tanfiziyah NU Drs. H. Muh. Asis Makmur S.Pd.I beserta sahabat-sahabat pengurus GP Ansor Kab Soppeng.

Nantinya, Om Baldan bersama PC GP Ansor Kab Soppeng  berencana mengadakan pelatihan Khusus yg lebih detail tentang Dakwah di Internet, khususnya sosial media.

Prayitno Aldy Game, Publisher Harus FOKUS dan ACTION

Prayitno Aldy Game, Publisher Harus FOKUS dan ACTION

IMNU.or.idPrayitno Aldy Game, Publisher Harus FOKUS dan ACTION – Bagi Publisher Android, siapa yang tak kenal dengan Om Prayitno Aldy Game? Om Aldy Lahir 45 th yang lalu di Surabaya. Kemudian dia merantau di Pulau Kalimantan 1991 tepatnya di kota Tarakan. Disini, dia bekerja di mini market sebagai technisi sd 2002. Setelah keluar dari minimarket, om Aldy tidak langsung terjun ke Dunia Internet Marketing, melainkan mencoba membuka usaha Rental dan Toko Playstation counter HP Aldy Game 1999 s/d 2016.

Selain ber wirausaha, om Aldy juga aktif berpolitik dan pencapaian terbesarnya yaitu, dia dipercaya untuk menjadi Ketua Partai Politik di kota Tarakan dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Ada salah satu kisah menarik yang om Aldy ceritakan kepada Admin, diantaranya yaitu pada tahun 2011 dia menderita Tumor otak dan di vonis umur sisa 4 bulan. Kemudian pada tanggal 15 desember 2011 om Aldu pergi ke Hongkong untuk melakukan pengobatan hingga akhirnya sebuah keajaiban datang dan dinyatakan sembuh dari Tumor otak.

Kemudian pada tahun 2014 om Aldy mulai fokus untuk membuat aplikasi android dan di bulan pertama berhasil mencapai $1000 dari aplikasi yang dia buat hingga mencapai mencapai kurang lebih $10.000. Di Kesempatan ini, teman teman IMNU melakukan obrolan ringan om Aldy, tentang bagaimana awal mula hingga suka dukanya dalam bermain android, berikut video dan hasil transkrip dari wawancara tersebut.

Apa yang om Aldy fokusin di dunia internet merketing?

Alhamdulillah, untuk saat ini, saya fokus ke pembuatan aplikasi android.

Apa Yang Membuat om Aldy Tertarik?

Pertama, kita lihat dari jumlah oemakai smartphone android disitu ada pasar yang potensial, yaitu para pemakai aplikasi-aplikasi tersebut

Awal Mula Terjun di Dunia Android?

Awal pertama, saya dulu bekerja dari surabaya hijrah ke kalimantan dan bekerja sebagai tekhnisi permainan anak atau game yang saat itu lagi booming yaitu Ding Dong. Nah kemudian pada tahun 2002 saya memutuskan berhenti dari pekerjaan saya dan berusaha untuk mandiri dengan mebuka toko play station. Kemudian sesuai dengan perkembangan zaman, pada saati itu, pada tahun 2005 handphone suda mulai booming. Dan saya juga sudah beralih dari berjualan play station saya gabung dengan penjualan handphone. Pada tahun 2009, saat itu handphone Android pertama kali muncul, saya sudah memprediksi bahwa android ini mempunyai pasar yang sangat besar karna mema    ng di dukung oleh Google. Pada tahun 2014 awal, saya sering bepergian ke tarakan ke surabaya sampai jakarta, dengan mobilitas yang sangat tinggi tersebut saya mempunyai kebutuhan yaitu tentang tiket pesawat. Bagaimana tiket pesawat tersebut bisa ada dalam aplikasi android. Kemudian saya mencari referensi di intenet, search google dan sebagainya untuk membuat aplikasi android. Alhamdulillah pada tahun 2014 saya sudah bisa membuat aplikasi android yang sangat-sangat sederhana.

Menurut om Aldy, siapa sih sosok yang memotivasi di Android?

Pada saat saya pertama bermain  android, karena saya tinggal di kalimantan di kota tarakan dan itu sangat sangat lokasinya di indonesia bagian Utara dan untuk komunitas Android sendiri belum ada. Dan saya pengen bertemu dengan temen temen, sesama komunitas Android. Itu saya temukan pada saat ada gathering di jogja yang dicetus oleh mas Ivan, disitu beliau banyak memberikan motivasi-motivasi dan bagaimana cara bermain android yang baik dan bagaimana cara me-monetize nya. Disitu pikiran saya mulai terbuka dan berkat bimbingan beliau, Alhamdulillah earning saya yang hanya $1000 per bulan, bisa meningkat hingga berlipat-lipat, setelah mendapat motivasi dan bimbingan dari teman teman. Intinya, kita harus memperbanyak temandi dunia Android.

Apa Suka Duka di Dunia Android?

Pahitnya, pada saat pertama kali bermain android kita gak tau, peraturan-peraturan yang di buat oleh google, sehingga akun kita, aplikasi kita bahkan akun [Google Developer] kita bisa kena banned.

Apa Pesan om Aldy untuk Pemula?

Pesan untuk temen temen yang baru bermain di Android. Pertama, FOKUS!! Fokus, konten apa yang mau di pake. Kedua, ikuti prosesnya dan terus belajar, belajar, belajar dan belajar. Karena perkembangan dunia android ini sangat fleksibel dan  sangat cepat dan dinamis. Kita juga harus selalu update Informasi, terus bertukar pikiran dengan temen temen sesama pemain android. Yang penting FOKUS, FOKUS, FOKUS dan ACTION. Tanpa ACTION itu semua tidak akan kita raih, kalau kita pemikiran kita akan membuat aplikasi A, B, C, D dan E, tapi hanya berupa KONSEP tanpa ACTION, maka itu percuma.

Selain fokus pada bidang Publisher Android, pada tanggal 15 desember 2016 om Aldy juga kembali melakukan pelebaran sayap ke dunia wirausaha dan membuka Aldy’s Barbershop Tarakan dengan karyawan 12 orang dan pada Tgl 15 desember 2017 akan di buka cabang ke 2 dari Barbershop ini. Nah, kamu sudah FOKUS dan Action Belum?

Aldy's Barbershop

Reporter: Azfar Fahmi
Video Editor: TIM IMNU
Transkrip: Moh Mufid Muwaffaq

IMNU Sumedang Berikan Pelatihan Gratis Untuk Guru Ngaji

Pelatihan IMNU Sumedang

IMNU.or.idIMNU Sumedang Berikan Pelatihan Gratis Untuk Guru Ngaji – Saat ini bisnis online merupakan salah satu solusi bagi generasi milenial untuk meningkatkan pendapatan. Membangun bisnis online yang profitable adalah impian banyak orang. Kehadiran IMNU menjadi angin segar bagi warga nahdliyin dan masyarakat untuk bisa belajar bisnis online.

Sejak dibentuk dan diresmikan pada 5 Agustus 2017, IMNU terus berupaya untuk menjadi salah satu pelopor kebangkitan ekonomi digital bagi warga nahdliyin.

Menyambut hari santri, IMNU sendiri mengadakan pelatihan bisnis online berbagai daerah. Salah satu pelatihan yang dijalankan yaitu Workshop Toko Online Revolution. Workshop yang biasanya digelar dengan mahar sekitar 1.500.000,- ini diberikan secara gratis bagi santri, guru ngaji dan pengurus GP Ansor Kab.Sumedang. Selain dari Sumedang ada juga peserta yang rela berangkat dari kota lain seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta bahkan Surabaya.

Peserta Pelatihan IMNU Sumedang

Sebagai salah satu Founder IMNU, Kang Fahmi mengatakan “Bisnis toko online ini menjadi salah satu solusi bagi siapapun dia yang ingin maju dalam segi ekonomi, tanpa modal yang besar, semua orang bisa memiliki toko online.”

Kang Fahmi juga berpesan bahwa saat ini saantri harus benar-benar mandiri dari segala sisi, salah satunya mandiri dari segi ekonomi. “Walaupun santri itu Cuma sarungan doang, tapi penghasilan seorang santri harus juga gede. Agama akan kuat jika ekonomi kuat” jelasnya.

Dalam pelatihan ini, IMNU Sumedang bekerjasama dengan Doddy Rahman sebagai owner dari Toko Online Revolution atau lebih dikenal dengan TOR. TOR merupakan sebuah tools yang bisa digunakan untuk membuat Toko Online secara masif tanpa harus memikirkan Iklan. Tools yang dijual dengan harga satu juta setengah ini sudah digunakan oleh ribuan pembisnis online di Indonesia.

Dody Rahman secara khusus memberikan hak akses gratis pada IMNU Sumedang sebagai kado istimewa untuk kalangan santri di Kab.Sumedang. “Santri itu jangan kalah sama orang yang bukan santri, tapi harus jadi pioner dalam kemandirian… dan ini hadiah dari saya buat para santri.” Paparnya pada Workshop Freemium ini.

Bapak Hendra Hidayat sebagai salah satu pengurus GP Ansor sangat antusias mengikuti workshop ini, menurutnya “karena bagaimanapun bisnis online adalah trend masa kini dan pemuda ansor juga harus bisa menjadi percontohan bagi yang lain.”

 

Hari Santri Semarang: Kirab Santri Berhadiah Umroh

Hari Santri Semarang

IMNU.or.idHari Santri Semarang: Kirab Santri Berhadiah Umroh Sejak petang (22 Oktober) Makam Pahlawan Semarang sudah dipadati oleh ribuan warga dan santri untuk melantunkan doa kepada pahlawan sebagai rasa syukur dan terimakasih atas penjuangan mereka dalam mempertahankan perjuangan Indonesia.

“Sebelum berkumpul di Simpang Lima, ribuan santri akan mengadakan tahlil di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal dan dilanjutkan Kirab Santri menuju Simpang Lima” kata Ketua Tanfidziyah PCNU KH Anasom dalam rilisnya (17/10).

Selanjutnya ribuan santri dari beberapa pesantren, kampus dan beberapa yayasan Islam di daerah semarang melaksanakan kirab santri, berjalan dari makam pahlawan hingga panggung utama yang berada di lapangan simpang lima dengan berbagai macam kreasi, tanpa sedikit lelah, bahkan semangat menggelora mereka terus berjalan dengan sholawar nariyah dan lagu yalal wathon yang terus menggema sepanjang jalan.

Rasa lelah mengikuti rangkaian acara inipun sirna dan berubah menjadi kebahagiaan manis bagi para santri, karena panitia sudah mempersiapkan Doorprize menarik, mulai dari sepeda, kulkas, rice cooker, sarung hingga Umroh gratis yang di fasilitasi oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, SE, MM. bekerja sama dengan PT. Kaisa Rossi salah satu biro pejalanan wisata,haji dan umroh kota semarang.

Dalam acara ini salah satu sahabat IMNU Eko Siswanto bertemu dengan pengurus IMNU Wilayah Semarang Mustofa Nabhan Syafiq dan keduanya berharap, pada hari Santri tahun depan IMNU bisa ikut turut andil dan berkontribusi dalam rangkaian acara hari santri semarang.

Tulisan ini Disadur dari laporan Saudara Eko Siswanto di Group Sahabar IMNU. (Moh Mufid Muwaffaq)

Tasikmalaya: IMNU Hadir di Tengah Lautan Santri

Tasikmalaya: IMNU Hadir di Tengah Lautan Santri

IMNU.or.id – Tasikmalaya: IMNU Hadir di Tengah Lautan Santri – Hari ahad 22 Oktober 2017, bertempat di lapangan upacara Dadaha ribuan santri dari seluruh pondok pesantren kota Tasikmalaya mengikuti apel akbar hari santri nasional ke tiga yang langsung di pimpin oleh bapak walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman.

Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa peran santri dan kiyai sangatlah besar dalam memerdekakan bangsa ini, terutama dalam menjalin persatuan dan kesatuan antar warga indonesia yang bertajuk pada peringatan hari santri nasional tersebut.

Dalam hal ini beliau menegaskan dan menekankan bahwa Santri harus mampu mempunyai daya saing yang tidak hanya sebatas Imtak, dalam masalah Iptek pun santri harus benar-benar menguasai.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh beberapa para tokoh alim Ulama, Instansi Pemerintah kota Tasikmalaya dan simpatisan Pondok Pesantren se-Kota Tasikmalaya.

Pada kesempatan dan waktu terbaik ini, beberapa tokoh pun turut dalam menanggapi kegiatan tersebut, salah satunya pendapat dan pandangan yang langsung dikemukakan oleh ketua umum IMNU kota Tasikmalaya Muhammad Asep Ramdhan Qusaeri.

“Alhamdulilah untuk momen kegiatan tahun ini bisa berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga dengan kegiatan tersebut bisa memupuk tali shilaturahmi antar umat muslim, khususnya dari para santri sendiri.

Karena dengan dedikasi yang lahir jiwa seorang santri tersebut mampu menghantarkan kemajuan dan kemerdekaan negara ini bisa terwujudkan sebagaimana makna yang hadir dari estafet perjuangan para Ulama.

Dan untuk IMNU sendiri beliau juga menambahkan akan pentingnya keseimbangan dan pengetahuan di bidang internet, sebagai upaya untuk bisa mengimbangi sekaligus memfilter dampak yang kurang baik dari penggunaa internet tersebut.

Nah, IMNU dalam hal ini yang merupakan sebuah organisasi kultural di bawah naungan NU merasa tergugah dan menjadi kewajiban untuk bisa berkontribusi dalam masalah seperti itu.

Khususnya dari kurang efektifnya dampak dari penggunaan internet, terlebih lagi dalam momen seperti hari santri ini adalah kesempatan terbaik untuk bisa menunjukan peran dan kontribusi IMNU terhadap semua hal yang berhubungan dengan umat khususnya bagi kaum Nahdliyin.

Begitulah tutup beliau dalam pandangannya mengenai kegiatan peringatan hari santri nasional ini.