Syariaid, Aplikasi Cari Ustadz Terdekat

Keinginan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman agama menjadi trend kebutuhan masyarakat terutama masyarakat perkotaan akhir-akhir ini di Indonesia. Hal ini muncul sebagai kesadaran masif masyarakat tentang pentingnya memaknai kehidupan yang tidak hanya dilihat dari sisi materi saja. Ada hal-hal diluar jangkauan pikiran manusia untuk bisa dipahami dan disitulah ruang agama masuk.

Kesadaran ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan informasi keagamaan baik media digital maupun konvensiional. Mulai itu mendatangi majelis taklim di mesjid maupun tempat umum, mengakses kanal berita-berita agama, menonton youtube hingga aktif di sosial media yang membicarakan hal-hal terkait agama

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi atau aktivitas yang rutin seperti karyawan swasta, PNS, BUMN dan lain sebagaimana mereka lebih banyak memanfaatkan media digital seperti youtube, Facebook, Instagram dan website untuk mendapatkan berbagai jenis informasi keagamaan.  Selain itu sebagian dari mereka memanfaatkan waktu yang terbatas untuk mengikuti kajian-kajian seleas sholat dhuhur maupun Ashar di mesjid-mesjid perkantoran mereka

Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya pemahaman agama yang didapat terutama dari sumber mediga digital yang kadang cenderung klik bait (permainan dari judul agar diklik user), informasi yang dipotong, sumber yang tidak terverifikasi jikalaupun sumbernya ada, belum tentu sumber itu memiliki kapabilitas menyampaikan pemahaman agama yang utuh. Belum lagi jika ada beragam pemahaman yang berbeda namun cenderung menyalahkan pemahaman yang berbeda tersebut karena sudah mendapat pemahaman dari satu sumber

Dari sisi keluarga juga mengalami masalah yang sama terutama untuk pendidikan agama anak-anak kita. Minimnya waktu dan pemahaman agama yang dimiliki orang tua mengakibatkan pengetahuan dan pemahaman agama anak diserahkan kepada institusi pendidikan. Jika sekolah mereka merupakan institusi pendidikan berbasis agama maka mereka akan mendapatkan materi dan pemahaman agama yang cukup. Namun jika mereka bersekolah di institusi pendidikan umum, mereka mendapat porsi pengetahuan dan pemahaman agama yang kurang signifikan. Di sinilah peran orang tua untuk menambahkan kekurangan tersebut. Namun apa daya orang tua juga memiliki pemahaman agama yang kurang serta waktu yang tidak tersedia karena kesibukan pekerjaan

Disinilah urgensinya kehadiran aplikasi SYARIAID ditengah-tengah masyarakan perkotaan pada khususnya. SYARIAID adalah aplikasi pencarian ustadz dan ustadzah terdekat berbasis android. Melalui aplikasi ini siapa saja bisa mencari  dan mengundang ustadz dan ustadzah terdekat untuk mengisi berbagai kajian dan pengajian baik di rumah, mesjid, perkantoran, kampus, sekolah dan lain sebagainya sesuai dengan kesepakatan lokasi dan waktu

Melalui aplikasi SYARIAID, jamaah dapat menentukan sendiri kapan dan dimana untuk mengadakan kajian maupun bimbingan islam seperti kajian sunnah, kajian tauhid, belajar bahasa Arab, tahfidz Quran dan lain-lain. Jamaah juga dapat melihat profile para ustadz yang tergabung dengan aplikasi SYARIAID sebagai mitra mulai dari latar belakang pendidikan umum dan pendidikan agama, kitab-kitab yang dikuasai hingga aktivitas saat ini. Selain itu foto para ustadznya juga dapat dilihat secara jelas. Selain fleksibilitas penentuan waktu dan lokasi, kelebihan  lainnya adalah jamaah dapat menentukan materi kajian secara spesifik. Jamaah hanya perlu menuliskan secara detil materi seperti apa yang ingin disampaikan oleh ustadz pada saat kajian tersebut. Kemudian terkait infaq yang akan diberikan ke ustadz, aplikasi SYARIAID tidak menampung dana infaq dari jamaah untuk diberikan ke ustadz namun jamaah yang memberikan langsung infaq tersebut setelah kajian selesai.

Aplikasi SYARIAID sangat bermanfaat sekali bagi individu-individu di kota-kota besar yang ingin mendapatkan bimbingan islam secara langsung dari ustadz dan ustadzah yang memiliki kompetensi  ilmu keagamaan. Mereka dapat memanfaatkan aplikasi SYARIAID untuk mencari dan mengundang ustadz untuk mengisi kajian keluarga, acara pengajian rutin bersama tetangga juga untuk membimbing anak-anak mereka dalam belajar agama islam secara baik dan benar. Selain dibutuhkan oleh para keluarga, aplikasi ini juga sangat berguna untuk para pengurus mesjid baik mesjid komplek perumahan maupun mesjid perkantoran yang membutuhkan ustadz dan ustadzah untuk mengisi kajian-kajian rutin.

SYARIAID, aplikasi yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan khususnya untuk belajar dan memahami agama secara baik dan benar langsung dari sumber yang terverifikasi secara keilmuannya. Download aplikasi cari ustadz SYARIAID disini

HARLAH IMNU 2.0 Di Hadiri 32 DKC dan DKW dari Seluruh Indonesia

HARLAH IMNU KE-2 Internet Marketer Nahdlatul Ulama : Nahdliyin Digital Empowerment 4.0

Sabtu 19 Oktober 2019 bertempat di Gedung PWNU Yogyakarta, IMNU menggelar hari lahirnya yang ke-2. Acara ini dihadiri oleh pengurus IMNU wilayah dan daerah se-Indonesia.

IMNU yang lahir pada tanggal 9 September 2017 di Bandung, adalah komunitas nahdliyin yang memiliki penghasilan dari internet. Mereka terdiri dari berbagai keahlian digital seperti bisnis owner, affiliate, youtuber, blogger, web developer, android developer, advertiser google ads dan facebook ads, dan berbagai keahlian lainnya.

Sebagai pelopor dan penggerakn kaderisasi digital serta penggerak kemandirian ekonomi nahdliyin berbasis digital, IMNU sudah mencapai tahap aktualisasi. Di tahap ini, IMNU sudah memiliki jaringan kepengurusan yang tersebar se Indonesia, dan memiliki 2 program yang dilaunching :

  1. Aplikasi Marketplace Pasarijo
  2. Aplikasi Cari ustadz – Syariaid
  3. Pesantren Digital di Wonosobo Jatim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama (IMNU) sudah memiliki dua aplikasi yang sudah launching :

1. Pasarijo :

www.pasarijo.com

Pasarijo adalah patform jual beli online. Sebagaimana pada umumnya marketplace yang ada di tanah air, dalam PASARIJO setiap individu dapat menjadi penjual dan pembeli aneka produk yang ada.

Beberapa hal yang menjadi pembeda antara lain :

Pertama selain sebagai pembeli, setiap orang juga dapat menjadi dropshipper (reseller yang tanpa membeli produk terlebih dahulu sebelum menjual produknya), suppllier.

Kedua, setiap droshipper dan supplier akan memiliki dashboard untuk mengelola produk yang dijual belikan seperti pengaturan harga, toko, foto-foto produk dan lain-lain.

Ketiga, setiap dropshipper dan supplier akan memiliki group-group tersendiri untuk konsultasi dan pembelajaran bisnis online yang dibimbing langsung oleh para pakar bisnis online IMNU.

Keempat dan ini yang menjadikan PASARIJO sangat berbeda dengan lainnya adalah dengan memiliki jaringan cabang IMNU di berbagai daerah, para dropshipper dan supplier dapat dibimbing secara langsung (offline) di masing-masing daerah tentang berbagai hal untuk meningkatkan produksi dan penjualan secara online.

Pelatihan dan workshop bisnis online ini sekaligus untuk memberdayakan ekonomi secara digital terhadap produk-produk yang dimiliki UKM-UKM di daerah maupun pesantren-pesantren.

Sebagai komunitas yang para anggotanya terdiri dari para pemain bisnis online, IMNU terus melakukan evaluasi dan melakukan peningkatan terhadap program-program untuk memberdayakan ekonomi secara digital terhadap warga nahdliyin pada khususnya.

Di tahun ketiga ini, program-program yang sudah berjalan antara lain pelatihan pengenalan bisnis online di pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga NU, workshop pendalaman berbagai jenis bisnis online yang dilaksanakan di beberapa pesantren dan komunitas cabang-cabang IMNU di berbagai daerah. Selain itu ada juga FGD berbagai bisnis online dengan jumlah terbatas. Dan yang terbaru dan sedang dalam proses seleksi adalah program coacing bisnis online.

Dengan kehadiran PASARIJO, diharapkan menjadi salah satu platform yang akan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi digital warga Nahdliyin pada umumnya yang dapat diukur dengan seberapa banyak produk dan UKM Nahdliyin yang terlibat didalamnya.

Semakin banyak UKM yang produknya dipasarkan di PASARIJO maka semakin besar pula kesadaran warga Nahdliyin untuk memanfaatkan dunia digital untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Aplikasi Pasarijo sudah tersedia dan bisa didownload di Playstore :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.diengcyber.pasarijo

2. Aplikasi Cari ustadz – Syariaid

www.syaria.id

Yaitu platform untuk menjawab keluhan di masyarakat sulitnya mendapatkan nara sumber/ustaz yang kompeten untuk berbagai macam acara keagamaan yang sudah menjadi kebutuhan.

cariustadz.id menjadi nara-hubung antara umat dengan para ustaz tanpa perantara.

Diibaratkan PSQ sebagai dapur yang selama ini telah menyiapkan aneka macam menu yang halal (kopenten), thayyiban/menyehatkan (moderat) maka cariustad adalah restorannya yang siap membantu dan melayani berbagai macam keperluan umat.

Akan banyak yang bisa dilakukan ketika kita semua yang selama ini merindukan tersebarnya pemahaman Islam yang moderat bersinergi untuk bahu membahu memperjuangkan misi tersebut.

Aplikasi Syariaid juga bisa didownload di Playstore :

https://play.google.com/store/apps/details?id=santri.syaria

3. Pesantren Digital IMNU

Pesantren Digital IMNU adalah sebuah formalisasi program terbaru IMNU untuk mencetak pebisnis online di kalangam santri secara konsisten. Pesantren Digital IMNU dipusatkan di
Pondok Pesantren Enterpreneur Ar Ridwan.

Di Pesantren ini selain mengaji kitab-kitab turats sebagaimana umumnya pondok pesantren. Di pesantren Digital IMNU juga mengajarkan, (1) mindset bisnis online dengan media sosial
‌punya produk buat siap dijual, (2) cara membuat konten marketing yang menjual tapi gak bikin target menolak, (3) teori dan praktik langsung membuat coywriting, (4) teknik CLOSING biar nggak sering kena CLBK (Chat Lama Beli Kagak), (5) cara membangun IG dan FP dengan FOLLOWER TERTARGET.

Di Pesantren Digital IMNU, santri bakal di mentorin pakar-pakar Internet Marketing dari IMNU (Internet Marketer Nahdlatul Ulama) secara intensif selama 3 bulan.

Semoga menjadi catatan amal salih untuk kita semua.

Rujukan Kaum Milenial Belajar Agama

Ada satu tantangan yang dihadapi pesantren dan lembaga pendidikan agama tradisional dalam era keterbukaan informasi digital saat itu. Tantangannya adalah apakah metode belajar agama dengan konsep mereka saat ini mampu bertahan di tengah gempuran internet khususnya media sosial di mana orang-orang bisa dengan mudah mempelajari ilmu agama di mana saja dan kapan saja dengan mudah sesuai keinginan mereka. Berbanding terbalik dengan metode pesantren yang mengharuskan orang mengikuti metode belajar secara ketat

Apakah dakwah digital ini akan mematikan lembaga pendidikan seperti pesantren?

Read moreRujukan Kaum Milenial Belajar Agama

IMNU Meluncurkan Pasarijo, Marketplace Produk Lokal

Memasuki tahun kedua, tepatnya 1 juli 2019, IMNU (Internet Marketers Nahdlatul Ulama) kembali membuat suatu gebrakan dengan meluncurkan (soft launch) sebuah patform jual beli online bernama PASARIJO. Sebagaimana pada umumnya marketplace yang ada di tanah air, dalam PASARIJO setiap individu dapat menjadi penjual dan pembeli aneka produk yang ada. Beberapa hal yang menjadi pembeda antara lain, pertama selain sebagai pembeli, setiap orang juga dapat menjadi dropshipper (reseller yang tanpa membeli produk terlebih dahulu sebelum menjual produknya), suppllier. Kedua, setiap droshipper dan supplier akan memiliki dashboard untuk mengelola produk yang dijual belikan seperti pengaturan harga, toko, foto-foto produk dan lain-lain. Ketiga, setiap dropshipper dan supplier akan memiliki group-group tersendiri untuk konsultasi dan pembelajaran bisnis online yang dibimbing langsung oleh para pakar bisnis online IMNU. Keempat dan ini yang menjadikan PASARIJO sangat berbeda dengan lainnya adalah dengan memiliki jaringan cabang IMNU di berbagai daerah, para dropshipper dan supplier dapat dibimbing secara langsung (offline) di masing-masing daerah tentang berbagai hal untuk meningkatkan produksi dan penjualan secara online. Pelatihan dan workshop bisnis online ini sekaligus untuk memberdayakan ekonomi secara digital terhadap produk-produk yang dimiliki UKM-UKM di daerah maupun pesantren-pesantren

Read moreIMNU Meluncurkan Pasarijo, Marketplace Produk Lokal

IMNU Banyumas Adakan Pelatihan Google Adword Untuk Memasarkan Produk Lokal

Read moreIMNU Banyumas Adakan Pelatihan Google Adword Untuk Memasarkan Produk Lokal

Program Coaching Bisnis Online IMNU

Apa kabar sahabat IMNU semua
Disini dengan kang IM

Sebagai wadah para pemain bisnis online baik dari level pemula maupin level mastah, IMNU selalu membuka diri dalam menerapkan setiap program untuk para anggotanya. Beberapa program yang sudah dan masih berjalan antara lain pelatihan pengenalan bisnis online, program-program pendalaman bisnis online yanag dilakuka secara reguler di cabang-cabang IMNU msupun di pesantren-pesantren yang bekerja zama dengan IMNU. Kemudian FGD berbagai jenis bisnis online mulai dari blogger adsense, dropshipping marketplace hingga scale up bisnis dan lain sebagainya

Read moreProgram Coaching Bisnis Online IMNU

Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama

Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama

IMNU.or.id – Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama Drama kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob Depok akhirnya berhasil ditanggulangi oleh aparat penegak hukum setelah berlangsung selama 36 jam. Kerusuhan akibat ulah nara pidana teroris itu merenggut 5 nyawa anggora kepolisian yang tewas secara mengenaskan dan 1 pihak teroris. Kita mengutuk keras tindakan para narapidana teroris tersebut dan semoga para korban mendapat tetap yang mulia di sisi Allah SWT. Kita patut apresiasi terhadap pihak kepolisian yang tetap melakukan pendekatan persuasif kepada para perusuh tersebut meskipun lebih banyak korban dari pihak kepolisian.

Dukungan dari masyarakat kepada aparat kepolisianpun terus mengalir begitu juga ucapan bela sungkawa kepada para korban dari pihak kepolisian. Hal ini tentu membuktikan bahwa masyarakat kita sudah dapat berpikir dengan cerdas dalam menyikapi kejadian akhir-akhir ini. Masyarakat sudah dapat membedakan mana kejadian yang patut mendapat apresiasi dan dukungan moral serta mana peristiwa-peristiwa yang bersifat politis yang hanya perlu disikapi sewajarnya meski dibalut dengan nuansa religi.

Peristiwa kerusuhan yang memakan korban nyawa di Mako Brimob ini tentu menjadi catatan serius untuk aparat kepolisian kita. Perlu dilakukan evaluasi-evaluasi internal agar kejadian tersebut tidak terulang di masa mendatang. Hal ini mengigat para narapidana tersebut adalah narapidana teroris baik yang ditangkap di tanah air maupun alumni-alumni suriah yang ditangkap saat berusaha pulang ke Indonesia. Para teroris berkedok islam ini sangat berbahaya sekali. Bukan hanya karena mereka rela mengorbankan nyawa demi ideologi islam yang mereka percayai seperti pemerintahan Indonesia yang thogut yang harus diganti dengan sistem khilafah. Namun lebih dari itu, aksi “heroik” mereka yang dengan mudah dan cepat tersebar keluar lewat media online maupun social media akan berpengaruh besar pada simpatisan-simpatisan mereka di luar maupun orang-orang yang gamang yang sedang mencari indentitas keislaman. Sel-sel tidur itu akan merasa bangga dan memompa semagat mereka untuk mengikuti “martir-martir” mereka.

Sebagai masyarakat pada umumnya, tentu kita tidak bisa tinggal diam melihat fenomena tersebut. Meski tindakan nyata tidak bisa kita lakukan secara langsung kepada para teroris tersebut namun satu hal yang sangat penting yang harus ada dalam benak setiap anggota masyarakat adalah bahwa tindakan teroris tersebut layak dikutuk. Segala aksi yang dilakukan teror adalah keliru dan mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di mata hukum. Setiap anggota masyarakat mulai dari kaum buruh, profesional, pemuka agama dan juga pihak pemerintah harus sepakat mengenal hal ini. Kita tidak memberi ruang kepada tindakan teror apapun bentuknya apalagi yang berkedok agama.

Kesepakatan dan kesepemahaman ini penting sekali untuk mencegah ideologi teroris berkembang di masyarakat luas. Jika masyarakat luas memiliki tekad bulat memerangi ideologi teroris maka dengan sendirinya ajaran-ajaran teroris tersebut akan mentah ketika ditawarkan ke masyarakat
Kesepakatan ini yang sepertinya belum utuh. Kita bisa lihat dari kasus terbaru kerusuhan hingga penyanderaan para napiter di Mako Brimob kemarin. Masih ada segelintir masyarakat khususnya di media social yang memberikan statement-statement berbeda. Bukan memberi support kepada pihak kepolisian atau memberi ucapan bela sungkawa kepada para korban, segelintir masyarakat ini justru memberikan sikap nyinyir yang tidak pantas dalam suasana seperti itu. Untungnya mereka hanya segelintir. Namun tetap perlu jadi catatan agar seluruh masyarakat memiliki pandangan yang sama tentang terorisme. Bahwa aksi teror berkedok agama adalah tindakan anti kemanusiaan, tindakan yang merendahkan rasa kemanusiaan yang justru bertentangan dengan ajaran agama manapun di dunia.

Satu hal yang sudah menjadi kesepakatan bersama adalah para teroris tersebut memanfaatkan agama untuk mencapai tujuannya. Islam hanya kedok bagi mereka untuk mencapai tujuan mereka sebenarnya. Karena mereka memahami sekali bahwa kedok agama merupakan senjata yang ampuh untuk mempengaruhi masyarakat awam. Maka sudah jelas sekali bagi kita untuk tidak mendukung tindakan-tindakan mereka sekecil apapun dalam bentuk apapun termasuk sharing-sharing berita yang justru menyudutkan pihak kepolisian kita yang sudah bekerja keras memerangi para teroris ini.

IMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital

Ketua IMNU Pusat Memberikan Pelatihan di Sumedang

IMNU.or.idIMNU Sukabumi Kembali Adakan Pelatihan Dakwah Santri Digital – Belum genap empat bulan, IMNU kembali mengadakan pelatihan dakwah santri digital di kabupaten Sukabumi tanggal 28/03/2018. Kegiatan yang mengusung tema : mewujudkan generasi milenial meneguhkan kedaulatan digital, kali ini diadakan di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah yang dihadiri oleh sekitar 100 orang lebih, yang terdiri dari Mahasiswa, IPNU, IPPMU, PMII, dan para santri.

Pelatihan kali ini juga diisi materi oleh ketua pusat IMNU Cariban Gaban, dan Anes Eko Setiawan seorang youtube expert dan SEO.

Peserta Pelatihan Sumedang Peserta Pelatihan Sumedang

Di dalam pelatihan ini, suhu (sapaan akrab master) Cariban Gaban, mensosialisasikan komunitas Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU), serta menumbuhkan kesadaran akan kedaulatan aswaja di dunia digital. Selain itu, suhu Anes Eko Setiawan juga menyampaikan materi yang sangat menarik, yaitu creative youtube dan brain storming internet marketing. Suhu Anes memang spesialis mendulang rupiah lewat youtube, dan adsense.

Dengan adanya pelatihan ini, IMNU berharap kesadaran nahdliyin khususnya di kabupaten Sukabumi untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dan aswaja dari serangan faham non aswaja yang telah lebih dulu menguasai jagat digital, khususna di halaman pertama google, youtube, facebook, dan media sosial lainnya. [Ichsan]

Kader GP Ansor Jaktim Meraup Rupiah dengan Internet

Kader GP Ansor Jaktim Meraup Rupiah dengan Internet

IMNU.or.idKader GP Ansor Jaktim Meraup Rupiah dengan Internet – Pimpinan Cabang GP Ansor yang ber markas di daerah Cibubur Jakarta Timur yang tepatnya beralamat di Jalan Raya Jambore NO.93 Rukan Jambore Park Lantai 1 yang di nakhodai oleh Panglima Ansor Jaktim KH. Mahmud Muzofar. Pada kali ini Pimpinan Cabang GP Ansor Jaktim menggelar acara/kegiatan di bidang teknologi informasi yang berbentuk training atau pelatihan internet. Pelatihan ini dihadiri oleh kader kader Ansor Jakarta Timur yang terdiri dari 10 (Sepuluh) Pimpinan Anak Cabang yang tersebar di seluruh wilayah kota administrasi Jakarta Timur yang berjumlah 30 orang kader Ansor. Kegiatan tersebut berlangsung 1 Hari Full dari pukul 09.00 hingga pukul 20.00 WIB.

Kegiatan Pelatihan Internet ini merupakan kegiatan yang telah diagendakan pada program kerja tahunan PC GP Ansor Jaktim. PC GP Ansor Jaktim dalam hal ini Panglima Ansor Jaktim berkomitmen untuk terus mensupport kegiatan positif kader kader Ansor Jaktim dalam hal pemberdayaan kader, apalagi pada saat saat ini dunia internet menjadi media informasi untuk segala bidang baik dalam bidang agama,politik,hukum,sosial,budaya terlebih lagi bidang ekonomi.

Program ini bertema “Pelatihan Cyber dan Internet Marketing”. Pada kesempatan kali ini Ansor Jaktim dalam pelaksanaan program tahunan nya di Support penuh oleh Internet MarketersNahdlatul Ulama (IMNU). Pihak IMNU menghadirkan Narasumber yaitu praktisi praktisi internet yang handal pada bidangnya masing masing dan telah meraih profit besar dari dunia internet tentunya dengan cara berjualan via internet. Praktisi Internet tersebut adalah Sahabat Anes E.S yang mumpuni di bagian google adword dan Sahabat Asyrof Elf yang jago jualan dan punya banyak produk serta berpenghasilan setengah milyar dari satu produk yang dijualnya lewat internet.

Dengan adanya kegiatan pelatihan internet tesebut diharapakan kader kader Ansor khususnya Ansor Jaktim dapat meraup keuntungan dari dunia internet. “Program pelatihan ini juga akan diadakan sebulan sekali untuk merefresh ilmu yang telah didapat di pelatihan kemarin ungkap Sahabat Kukuh yang berkedudukan sebagai ketua Bidang IT PC Ansor Jaktim dan sekaligus Wakil Sekretaris PC GP Ansor Jaktim. Kedepannya akan banyak lagi kegiatan yang akan diadakan oleh tim IT GP Ansor dan semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan mudah diaplikasikan pada kegiatan sehari hari dan banyak meraup Rupiah.

IMNU Ponorogo Kembali Sukses Menggelar Pelatihan Online Shop

IMNU Ponorogo Kembali Sukses Menggelar Pelatihan Online Shop

IMNU.or.id – IMNU Ponorogo kembali sukses menggelar Pelatihan Online Shop – Cuaca cerah pada siang hari itu (3/3) sejalan dengan suasana hati panitia gelaran Pelatihan Santri Olshop. Ya, IMNU Ponorogo, yang baru saja dibentuk, pada hari sabtu kemarin mengadakan pelatihan online marketing yang bertajuk “Pelatihan Gratis Santri Olshop”. Bertempat di Aula Kampus INSURI Ponorogo, pelatihan tersebut mendatangkan Kang Ichvan Setiawan, yang biasa disapa Kang Ivan, senior pelaku bisnis Online dari Magelang.

Ichvan Setiawan bersama Banser Ponorogo

Pelatihan santri olshop kali ini mengambil tema “ Wujudkan kemandirian umat demi tegaknya islam    ”. Cukup besar antusiasme warga Ponorogo dalam mengikuti pelatihan ini. Terbukti, dari 40 kuto peserta yang ditetapkan panitia hadir lebih dari 50 orang. Pesertanyapun juga beragam dari berbagai latarbelakang pekerjaan, mulai dari santri, mahasiswa, pelaku bisnis, bahkan ibu rumah tanggapun juga hadir dalam acara tersebut.

Antusiasme warga Ponorogo yang besar menambah semangat Kang Ivan dalam menyampaikan materinya. Ia menyampaikan kisah suka dukanya dalam dunia online shop, yang sudah ia mulai sejak 5 tahun silam. “Untuk memulai bisnis, kita harus punya faktor penekan” Kata Kang Ivan memulai cerita soal kegagalannya dalam usaha yang pernah dijalaninya pernah merugi ratusan juta rupiah dan menyisakan hutang. Faktor penekan itulah yang membuat Kang Ivan berfikir keras supaya dia bisa bangkit dari kegagalan dan segera melunasi hutang-hutangnya. Dan pilihan itu jatuh pada bisnis Online.

Pemaparan langsung lika-liku bisnis internet marketing dari pelaku asli tampak membuka harapan besar dari para peserta untuk ikut sukses dalam dunia internet marketing. Kang Barok selaku ketua panitia mengaku bahagia dan bangga, acara yang dia dan teman-teman IMNU Ponorogo adakan, menambah semangat peserta untuk siap sukses dalam bisnis internet marketing. Karena sejalan dengan visi-misi NU dalam pemberdayaan umat khususnya didibang ekonomi.

Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah peserta diharapkan mampu secara mandiri menjalankan bisnis internet marketing. Untuk itu, dari 50 peserta yang ada akan dibentuk kelompok-kelompok kecil. Dari kelompok-kelompok kecil tadi akan dilakukan mentoring intensif oleh para sahabat IMNU Ponorogo, seperti Kang Gofur, Kang Ade, Kang Zam, dan Kang Barok sendiri yang sekaligus sebagai ketua panitia.

Jangan pula dilupakan, suksesnya acara ini juga berkat dukungan dari HMJ Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, INSURI Ponorogo yang sekaligus sebagai panitia lokal, dan beberapa Banom NU seperti : GP Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU Ponorogo. Juga tentu ada dukungan moral spiritual dari sesepuh NU Ponorogo.

Semoga acara semacam ini lebih banyak digelar diberbagai daerah di Indonesia. Diharapkan pelatihan internet marketing seperti ini dapat membawa manfaat yang besar bagi Nahdiyin sebagai upaya pemberdayaan ekonomi. Selain itu pelaku bisnis internet marketing juga dapat membantu memerangi hoax dan menebarkan Islam yang ramah, Islam cinta damai, dan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Adb/Ans)