IMNU Berdayakan Warga Nahdliyin Makassar Lewat Internet Marketing

IMNU.or.id – IMNU Berdayakan Warga Nahdliyin Makassar Lewat Internet Marketing. Meski saat ini umat muslim Indonesia sedang fokus menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan, namun hal tersebut tak menyurutkan langkah IMNU berkontribusi untuk warga Nahdliyin. Yap, jika pada umumnya bulan Ramadhan sering diisi dengan kajian-kajian Fiqh, Tasawuf, atau Akidah, DKC IMNU Makassar justru mengadakan kajian bagaimana cara bisa menghasilkan uang melalui internet.

Bahkan kajian anti mainstream internet marketing ini tak cukup dilaksanakan dalam satu hari, dan bertempat di Ruko Insignia BTP Makassar. Workshop Internet Marketing ini pun juga diikuti dari beberapa unsur elemen Nahdlatul Ulama’ baik dari segi komunitas hingga badan otonom seperti GP Ansor Kota Makassar, Komunitas Gusdurian, Komunitas Human Illuminaty, dan beberapa kalangan santri.

Dan tak lupa di setiap pelatihan, IMNU selalu dikenalkan dalam sebuah segmen khusus mengingat komunitas tercinta kita ini belum genap setahun berdiri dan belum dikenal secara luas oleh khalayak. Dalam segmen pengenalan IMNU kali ini diisi siapa lagi kalau bukan Sekretaris Umum IMNU kita yaitu Baldanur Baharuddin mengingat beliau juga berdomisili di Makassar.

Dalam penyampaiannya, pria yang akrab disapa Om Baldan ini menekankan betapa pentingnya keterlibatan Dai-Dai muda NU untuk berdakwa di sosial media. Mengingat hingga saat ini sosial media kini telah beralih fungsi menjadi medan perang berbagai kelompok sehingga mudah untuk disisipi faham Radikal, Intoleran dan Takfirisme. “Insya Allah IMNU yg merupakan Komunitas Independen yang lahir dr Anak2 Muda NU, akan mampu bersinergi dengan semua Kalangan Nahdliyyin” ujar bapak dua anak ini.

Sementara di hari kedua, barulah diadakan pelatihan bagaimana cara meraup pundi-pundi rupiah melalui internet yang diisi oleh Ketua DKC IMNU Makassar yakni Haris Tompo yang ditemani oleh Jihan Afandy selaku pebisini toko online. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya adalah cara berjualan baik di Facebook, Instagram, maupun cara memanfaatkan Google Bisnis.

Peserta yang membawa laptop dan modem masing-masing menyimak dan mempraktekkan dengan baik pelatihan kali ini mengingat kesempatan seperti sangatlah langkah. Sebab dalam pelatihan kali ini peserta tidak dikenakan biaya sepeser pun. “Kita akan terus bangun sinergi dan aktif memberikan Pelatihan seperti ini, dan itu GRATIS” tutup Haris Tompo.

Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama

Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama

IMNU.or.id – Kita Harus Satu Kata Memerangi Teroris Berkedok Agama Drama kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob Depok akhirnya berhasil ditanggulangi oleh aparat penegak hukum setelah berlangsung selama 36 jam. Kerusuhan akibat ulah nara pidana teroris itu merenggut 5 nyawa anggora kepolisian yang tewas secara mengenaskan dan 1 pihak teroris. Kita mengutuk keras tindakan para narapidana teroris tersebut dan semoga para korban mendapat tetap yang mulia di sisi Allah SWT. Kita patut apresiasi terhadap pihak kepolisian yang tetap melakukan pendekatan persuasif kepada para perusuh tersebut meskipun lebih banyak korban dari pihak kepolisian.

Dukungan dari masyarakat kepada aparat kepolisianpun terus mengalir begitu juga ucapan bela sungkawa kepada para korban dari pihak kepolisian. Hal ini tentu membuktikan bahwa masyarakat kita sudah dapat berpikir dengan cerdas dalam menyikapi kejadian akhir-akhir ini. Masyarakat sudah dapat membedakan mana kejadian yang patut mendapat apresiasi dan dukungan moral serta mana peristiwa-peristiwa yang bersifat politis yang hanya perlu disikapi sewajarnya meski dibalut dengan nuansa religi.

Peristiwa kerusuhan yang memakan korban nyawa di Mako Brimob ini tentu menjadi catatan serius untuk aparat kepolisian kita. Perlu dilakukan evaluasi-evaluasi internal agar kejadian tersebut tidak terulang di masa mendatang. Hal ini mengigat para narapidana tersebut adalah narapidana teroris baik yang ditangkap di tanah air maupun alumni-alumni suriah yang ditangkap saat berusaha pulang ke Indonesia. Para teroris berkedok islam ini sangat berbahaya sekali. Bukan hanya karena mereka rela mengorbankan nyawa demi ideologi islam yang mereka percayai seperti pemerintahan Indonesia yang thogut yang harus diganti dengan sistem khilafah. Namun lebih dari itu, aksi “heroik” mereka yang dengan mudah dan cepat tersebar keluar lewat media online maupun social media akan berpengaruh besar pada simpatisan-simpatisan mereka di luar maupun orang-orang yang gamang yang sedang mencari indentitas keislaman. Sel-sel tidur itu akan merasa bangga dan memompa semagat mereka untuk mengikuti “martir-martir” mereka.

Sebagai masyarakat pada umumnya, tentu kita tidak bisa tinggal diam melihat fenomena tersebut. Meski tindakan nyata tidak bisa kita lakukan secara langsung kepada para teroris tersebut namun satu hal yang sangat penting yang harus ada dalam benak setiap anggota masyarakat adalah bahwa tindakan teroris tersebut layak dikutuk. Segala aksi yang dilakukan teror adalah keliru dan mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di mata hukum. Setiap anggota masyarakat mulai dari kaum buruh, profesional, pemuka agama dan juga pihak pemerintah harus sepakat mengenal hal ini. Kita tidak memberi ruang kepada tindakan teror apapun bentuknya apalagi yang berkedok agama.

Kesepakatan dan kesepemahaman ini penting sekali untuk mencegah ideologi teroris berkembang di masyarakat luas. Jika masyarakat luas memiliki tekad bulat memerangi ideologi teroris maka dengan sendirinya ajaran-ajaran teroris tersebut akan mentah ketika ditawarkan ke masyarakat
Kesepakatan ini yang sepertinya belum utuh. Kita bisa lihat dari kasus terbaru kerusuhan hingga penyanderaan para napiter di Mako Brimob kemarin. Masih ada segelintir masyarakat khususnya di media social yang memberikan statement-statement berbeda. Bukan memberi support kepada pihak kepolisian atau memberi ucapan bela sungkawa kepada para korban, segelintir masyarakat ini justru memberikan sikap nyinyir yang tidak pantas dalam suasana seperti itu. Untungnya mereka hanya segelintir. Namun tetap perlu jadi catatan agar seluruh masyarakat memiliki pandangan yang sama tentang terorisme. Bahwa aksi teror berkedok agama adalah tindakan anti kemanusiaan, tindakan yang merendahkan rasa kemanusiaan yang justru bertentangan dengan ajaran agama manapun di dunia.

Satu hal yang sudah menjadi kesepakatan bersama adalah para teroris tersebut memanfaatkan agama untuk mencapai tujuannya. Islam hanya kedok bagi mereka untuk mencapai tujuan mereka sebenarnya. Karena mereka memahami sekali bahwa kedok agama merupakan senjata yang ampuh untuk mempengaruhi masyarakat awam. Maka sudah jelas sekali bagi kita untuk tidak mendukung tindakan-tindakan mereka sekecil apapun dalam bentuk apapun termasuk sharing-sharing berita yang justru menyudutkan pihak kepolisian kita yang sudah bekerja keras memerangi para teroris ini.

IMNU Jogjakarta Sukses Gelar Seminar Bisnis Online

IMNU.OR.ID – IMNU Jogjakarta Sukses Gelar Seminar Bisnis Online – Pengurus Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) Kota Jogja menggelar seminar dengan mengangkat tema ”peran serta annahdliyah dalam internet marketing untuk kemandirian bangsa”. Acara ini dilaksanakan di sekertariat IMNU yang berada di jl.dongkelan No. 351 A Kota  Jogjakarta  kamis sore 10/5.

Peserta Seminar IMNU Yogtakarta

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan banom dan lembaga di bawah naungan NU, juga peserta perwakilan dari pondok pesantren NU di Jogja, aktivis PMII kota Jogja, serta beberapa mahasiswa UGM UIN yang turut hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Wakil Ketua  IMNU Kota Jogjakarta Muhaimin  dalam sambutannya mengatakan, tujuan seminar ini ialah untuk memberikan dasar dasar pemahaman dan orientasi awal kepada santri dan para warga nahdliyyin mengenai cara cara berdakwah dan menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui internet.

tambahnya bahwa selain itu tujuan kegiatan ini juga untuk meredang dan membendung faham extremisme, radikalisme serta banyaknya berita berita hoax yang bersileweran di jagad dunia maya.

Hal senada diungkapkan oleh Said Muhammad selaku dewan penasehat IMNU Kota Jogja beliau mengatakan bahwa visi jangka panjang IMNU Jogja bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, melalui program amal dan ilmu Internet marketers ini semoga warga makin berdaya melawan ketidak tahuan dan gagap teknologi, memutus mata rantai hoax dan kemiskinan.

Kepada para anggota IMNU Jogja Said sapaan akrabnya, ia berpesan bahwa kalau sekiranya saat ini ada anggota IMNU yang belum lapang untuk berbagi harta, maka sudah lebih dari cukup jika ilmunya yang ada pun dibagikan untuk orang lain, dan insya Allah IMNU ini hadir di Jogja untuk berbagi keduanya, pungkas alumni pondok pesantren Krapyak itu

Acara ini berlansung khidmat, di isi dengan 4 sesi dan pemberian materi, dan diakhir acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang hadir.

DKC IMNU Kendal Isi Materi Pemanfaatan Media Sosial di Acara PKD Ansor PAC Kendal

IMNU.or.id – DKC IMNU Kendal Isi Materi Pemanfaatan Media Sosial di Acara PKD Ansor PAC Kendal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada hari Sabtu s/d Minggu (5-6 Mei 2018). PKD ini sendiri dilaksanakan di Padepokan Panembahan Pring Jadag Kelurahan Sukodono, Kabupaten Kendal.

Menurut Misbahul Munir, S.Pd.I, yang merupakan Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Kendal, acara tersebut diikuti oleh 42 peserta dari unsur Pimpinan Ranting se Kecamatan Kendal dan perwakilan dari Kecamatan Rowosari dan Kecamatan Kangkung. Tujuan dari PKD ini adalah untuk membentuk para kader Ansor yang tangguh dan juga militan, serta memiliki bekal yang mumpuni. “Acara Pelatihan Kepemimpinan Dasar ini untuk membentuk kader Ansor yang tangguh, militan dan terlatih. Bukan kader yang banyak alsan dan banyak tuntutan.” demikian kata Misbahul Munir.

Acara pembukaan PKD ini dilakukan pada Sabtu (5/5) pagi, dan dihadiri oleh unsur Badan Otonom (Banom) Nahdlotul Ulama dan dari Koramil Kecamatan Kendal. Dalam sambutannya, Asmanto, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kendal menyampaikan bahwa acara pelatihan kepemimpinan dasar ini adalah sebagai upaya kaderisasi, harapannya, semua peserta bisa mengikuti rangkaian acara sampai selesai.

Rangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar tersebut diisi dengan berbagai materi. Diantaranya adalah materi kepemimpinan, keorganisasian, Ahlussunah Wal Jama’ah An Nahdliyah, hingga materi pemanfatan media sosial sebagai sarana dakwah dan peningkatan ekonomi.

Materi disampaikan oleh para aktivis senior PC GP Ansor Kendal, sementara itu materi pemanfaatan media sosial disampaikan oleh tim dari komunitas Internet Marketer Nahdlotul Ulama’ (IMNU) Dewan Koordinasi Cabang Kabupaten Kendal. Dalam kesempatan itu, Achmad Mudlofir, pemateri dari IMNU Kendal menyampaikan pentingnya mengelola media sosial sebagai sarana dakwah dan peningkatan ekonomi yang selama ini masih belum maksimal dimanfaatkan.

Sementara itu, dalam sebuah diskusi di acara tersebut, salah seorang aktivis GP Ansor Cabang Kendal menyampaikan, bahwa media sosial adalah medan yang sangat bagus untuk membangun opini publik.

“Media sosial menjadi tempat straregis untuk membangun opini publik. Gerakan cyber angkatan muda NU di Kendal dalam mengawal Islam Aswaja dan NKRI akan makin solid dan dapat berimpact yang jauh lebih besar jika diorganisir dengan baik. Apakah itu SDM nya, seperti berapa orang yang aktif di medsos, dan isu apa saja yang menjadi agenda gerakan” ungkapnya Sulhanudin Attar.

Acara Pelatihan Kepemimpinan Dasar GP Ansor Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Kendal ditutup Minggu (6/5) jam 17:00 WIB dengan mengunjungi tokoh masyarakat dan Kyai Kampung sekitar tempat kegiatan.

DKC IMNU Bojonegoro Siap Mengabdi Kepada NU, Bangsa, dan Negara Lewat Digital Marketing

IMNU.or.id – DKC IMNU Bojonegoro Siap Mengabdi Kepada NU, Bangsa, dan Negara Lewat Digital Marketing. Seiring dengan semakin berkembangnya zaman, para pelaku Internet Marketing di Indonesia pun semakin lama semakin berkembang. Tak terkecuali dari para warga NU yang sudah melek teknologi dengan memanfaatkan media internet sebagai salah satu sumber penghasilan. Namun sayangnya belum ada wadah khusus untuk menampung atau sebagai tempat berkumpulnya para Internet Marketers NU ini.

Atas dasar inilah inisiator sekaligus Ketua DKC IMNU Bojonegoro yaitu Agus Hafidh dan dua teman lainnya yaitu M Farid Ansyaruddin dan Setyo Utomo, mereka sepakat untuk membuat perkumpulan yang menjadi cikal bakal DKC IMNU Bojonegoro saat ini. Kang Agus Hafidh dan kawan-kawan sadar betul bahwa para pemain Internet Marketing yang berfaham Aswaja An Nahdliyah khususnya di Kabupaten Bojonegoro sebenarnya cukup banyak.

Terlebih lagi hadirnya IMNU sebagai bentuk keprihatinan terhadap perkembangan sosial dan keagamaan di Indonesia. Sebab semakin hari semakin semrawut akibat semakin lebatnya jiwa merasa paling benar dalam berpendapat, sehingga dengan mudah menyalahkan kelompok lain yang tidak sependapat dengannya. Belum lagi perkembangan media sosial juga turut mempengaruhi perspektif masyarakat terhadap konten yang didapat, tanpa memilah mana konten yang bernilai positif dan mana konten yang bernilai negatif.

Karena niat yang tulus mengabdi pada NU, Bangsa, dan Negara. Tanggal 06 April 2018 menjadi tonggak sejarah awal pergerakan Kang Agus beserta kader-kader NU yang berkecimpung di dunia IM di Bojonegoro. Sebab ditanggal inilah perbincangan mengenai pembentukan DKC IMNU Bojonegoro mulai dibicarakan.

Dan dengan Ridho Allah SWT, pada tanggal 18 april 2018 terbentuklah DKC IMNU Bojonegoro. Yang mana DKC IMNU Bojonegoro tujuan utama untuk melawan radikalisme di Indonesia sekaligus menyebar konten-konten positif di berbagai Sosial Media hingga mesin pencarian Google yang saat ini banyak dikuasai oleh kaum-kaum berfaham radikal.

Beberapa program guna merealisasikan tujuan ini ialah program silaturahim sowan ke PCNU Bojonegoro dan para pimpinan Ponpes di Kabupaten Bojonegoro. Lalu mensosialisasikan peran IMNU dalam bidang dakwah sosial media. Agar kedepannya, aktivitas dan pengajian – pengajian yang ada di pesantren khususnya di Bojonegoro bisa diadakan live streaming atau bentuk pendokumentasian. Dan terakhir DKC IMNU Bojonegoro akan mengenalkan serta mengajarkan kepada para santri tentang Internet Marketing serta dilanjutkan dengan pelatihan untuk pengurus internal DKC IMNU Bojonegoro.

PAC IPNU dan IPPNU Gunung Anyar Gandeng IMNU Adakan Pelatihan Internet Marketing

IMNU.or.id – PAC IPNU dan IPPNU Gunung Anyar Gandeng IMNU Adakan Pelatihan Internet Marketing. Seolah tak ingin ketinggalan dari daerah lain, PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya juga menggandeng IMNU untuk mengadakan pelatihan Internet Marketing.

Pelatihan yang bertema “Rahasisa Bisnis Online Sejak Dini, Tanpa Mengganggu Sekolah” ini menjadi bukti bahwa untuk bisa belajar apa itu Internet Marketing tak perlu mengenal usia. Sebab beberapa rekan penulis sendiri memang sudah belajar dasar-dasar Internet Marketing sejak dalam bangku sekolah.

Pada acara pelatihan yang diadakan pada Sabtu, 10 Maret 2018 kali ini banyak dihadiri oleh Mahasiswa, dan pelajar baik dari bangku sekolah menengat atas, atau menengah pertama. Antusias paling tinggi datang dari para pelajar menengah atas karena mau tidak mau setelah lulus sekolah mereka dihadapkan pada dua pilihan yakni bekerja atau kuliah.

Sementara untuk para mahasiswa juga tak kalah, karena bisnis dalam Internet Marketing sangatlah menjanjikan karena tidak akan mengganggu kuliah. Dan acara yang diadakan di SMP Miftahul Ulum ini dihadiri langsung oleh Teguh Hadi Santoso dan Anes Eko Setiawan yang mana kedua adalah praktisi Digital Marketing baik dalam bidang Youtube, Blogging, hingga Online Shop.

IMNU Garut Siap Berdayakan Santri di Dunia Internet Marketing

IMNU.or.id – IMNU Garut Siap Berdayakan Santri di Dunia Internet Marketing. 27 April 2018 menjadi hari yang cukup bersejarah, sebab ditanggal inilah Dewan Koordinasi Cabang IMNU Garut resmi dibentuk. DKC IMNU yang digawangi oleh Nasrul Mumin Gumati hadir guna menyikapi perkembangan teknolgi dan ekonomi yang kini sudah beralih dari konvensional menjadi digital.

Salah satu misi utama lahirnya IMNU Garut ini adalah sebagai roda penggerak pemberdayaan para santri. Sehingga para santri ini tak hanya kompeten dibidang ilmu agama, melainkan juga mahir dibidang ekonomi khususnya digital marketing.

DKC IMNU Garut yang dibentuk di Pondok Pesantren Al Huda juga memiliki misi dimana santri harus memenuhi dunia sosial media sebagai media untuk berdakwah. Sebab dimasa seperti sekarang ini tak dapat dipungkiri bahwa sosial media memilikan bentuk potensi yang positif dan negatif. Dengan kemampuan para santri yang dibekali oleh para Kyai inilah santri diharapkan mampu menekan potensi negatif tersebut dan memanfaatkan seluas-luasnya sosial media.

“Banyak peluang profesi dengan pemanfaatan internet. Apabila santri memiliki pemahaman mengenai hal itu dan memiliki kejelian dalam e-commerce sudah tentu akan menjadi hal luar biasa.” Ujar Ketua IMNU Garut Nasrul Mumin Gumati.

Sebagai bentuk aksi nyata pemberdayaan para santri ini, DKC IMNU Garut dalam waktu dekat akan melakukan roadshow ke beberapa pesantren di Garut untuk melakukan berbagai macam seminar dan workshop Internet Marketing. Beberapa bentuknya adalah seperti cara membuat artikel yang baik dan benar, video kajian dari para kyai, info grafis biografi kyai, dakwah singkat di media sosial hingga memberikan pelatihan khusus agar santri bisa memanfaatkan dunia digital untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Tentunya hal ini akan terasa berat jika hanya dilakukan oleh DKC IMNU Garut sendiri. Oleh karena itu DKC IMNU Garut akan bekerja sama dengan lembaga pesantren hingga lembaga Banom NU terdekat untuk merealisasikan program kegiatan ini.

Ketua Divisi Pengkaderan dan Organiasai DKC IMNU Garut, Fahmi Fauzi juga berpendapat bahwa santri memang harus memiliki peran dalam penangkalan berita hoax di dunia maya. “Sebenarnya para netizen memiliki kerinduan akan konten islami, kebetulan konten yang intoleran itu yang hilir-mudik di linimasa. Mereka telan mentah dan selanjutnya tersebar secara masif.” singkatnya.