Sukses! Seminar Kiprah IMNU di Abad Informasi di Tasikmalaya Peserta Membludak

Seminar IMNU di Tasikmalaya

IMNU.or.idSukses! Seminar Kiprah IMNU di Abad Informasi di Tasikmalaya Peserta Membludak Untuk kesekian kalinya IMNU (Internet Marketers Nahdlatul Ulama) mengadakan pelatihan dan seminar yang dikhususkan untuk warga Nahdliyin dalam rangka memberikan pembekalan bagaimana berdakwah melalui internet, serta pemberdayaan ekonomi melalui dunia online/digital. Kali ini Kota Tasikmalaya yang mendaptkan jatah gelaran workshop IMNU, setelah sebelumnya IMNU banyak melakukan roadshow kebeberapa daerah hampir diseluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Acara yang ditunggu-tunggu oleh pelaku bisnis internet khususnya warga Nahdliyin jadi juga digelar pada tanggal 18/02/2018. Bertempat di Hotel Horison Kota Tasikmalaya Jawa Barat, acara bertajuk Kiprah IMNU di Abad Informasi ini sukses digelar dengan menghadirkan banyak tokoh senior pelaku Internet Marketers dari Kota-kota Besar.

Sekedar kilas balik, IMNU adalah sebuah komunitas kecil yang terbentuk atas inisiatif beberapa individu yang jiwanya terpanggil untuk berdaya bhakti kepada NU. Founding father IMNU adalah anak-anak muda pelaku bisnis online yang gerah dengan keadaan bangsa. Anak-anak muda NU yang pekerjaan sehari-harinya aktif diinternet sangat tahu dan paham betul bagaimana hoax dan fitnah-fitnah keji hampir setiap detik muncul diberanda akun media sosial, menyerang membabi-buta kepada ulama-ulama dan kyai-kayai NU.

Kegelisahan ini ternyata banyak juga dirasakan oleh generasi muda NU yang notabene tidak terdata secara struktural ada didalam keanggotaan NU, tetapi jiwa dan spiritnya sangat cinta NU karena secara historis terlahir dari keluarga NU, tetapi tidak pernah masuk kedalam keanggotaan. Bahkan sebagian anggota IMNU adalah mantan anak-anak pesantren yang terjun didunia internet Marketing. Jiwa mereka terpanggil, kemudian saling mencari teman yang masih peduli dengan NU, mereka bergerilya melalui media sosila berusaha menemukan teman-teman yang sepemikiran dan satu ide, yang didarah dan sanubarinya masih mengalir spirit NU, kecintaan kepada kyai dan ulama-ulama NU, kecintaan kepada negara dan bangsa, akhirnya terbentuklah sebuah komunitas kecil cikal bakal berdirinya IMNU.

Tak lama setelah terbentuk, IMNU langsung melakukan gebrakan. Setelah kopdar perdananya di gedung PBNU pusat (Jakarta), kemudian peresmian dan pendeklarasian berdirinya IMNU diBandung, komunitas kecil ini langsung mendapat perhatian dari khalayak terkhusus warga Nahdliyin, serta pengurus-pengurus NU, baik dipusat maupun daerah, seperti menemukan oase digurun gersang, karena kiprah IMNU sangat sejalan dengan apa yang sedang dibutuhkan NU, IMNU adalah eksekutor lapangan, orang-orang yang ikhlas yang memiliki skill dan pengetahuan memadai dibidang ilmu internet yang totalitas mau terjun berjuang memberdayakan NU, bagaimana berdakwah melalui internet, sekaligus mendulang rupiah, sebagai wujud nyata gerakan IMNU dalam rangka pemberdayaan Nahdliyin dibidang ekonomi.

Seminar gawean IMNU di Tasikmalaya ini termasuk Istimewa, karena banyak menghadirkan tokoh-tokoh besar pelaku bisnis online, serta dihadiri banyak pengurus pusat IMNU yang sengaja datang dari luar kota, khusus untuk mengikuti dan memberikan sepatah dua patah kata tentang pengalaman serta ilmu-ilmu internet marketing yang mereka miliki.

Diantara pembicara dari IMNU yang boleh dibilang sudah menjadi The Legend didunia Internet Marketing adalah Bapak Rully Kustandar, serta Oom Wientor Rahmada, dua punggawa besar di tubuh IMNU yang telah mencatatkan banyak kisah suka duka perjalanan awal mereka merintis bisnis internet marketing, serta kisah sukses gemilang dunia internet marketing yang telah mereka raih.

Tentu saja duo Legend ini saja sudah cukup membuat animo peserta seminar menjadi tinggi. Antusiasme para peserta seminar yang diikuti dari beberapa perwakilan BANOM dan Lembaga-lembaga dibawah naungan NU serta dari perwakilan Pondok Pesantren dan juga BEM mahasiswa se-Kota Tasikmalaya, sangat terlihat jelas tergambar dari keseriusan mereka dalam menyimak setiap materi-materi yang diberikan oleh para pembicara.

Bahkan menurut pihak panitia penyelenggara, Muh. A Ramdan Al-Qusaeri yang merupakan ketua IMNU Tasikmalaya, acara ini juga dihadiri oleh pelaku internet Marketer dari luar kota Tasik seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Sumedang, Kuningan, Pangandaran, Ciamis serta Purbalingga Jawa Tengah. Mereka sengaja datang menghadiri seminar.

Tanpa bermaksud mengecilkan peran pembicara IMNU lainnya yang juga adalah anak-anak IMERS yang sudah cukup punya nama didunia bisnis online, seperti Mas Cariban sang Ketum IMNU, Ustadz Fahmi Baihaqi, WAKETUM IMNU, Ahmad Imdadun Hakim (Pengasuh Pondok Spammer), M Rijal AR Sutadiredja (CV. Bang Zenk), serta mastah serta suhu-suhu lain yang tidak bisa disebut satu persatu. Beliau para suhu-suhu inipun sudah lama mengidolakn duo Legends IM, Karena duo Legends ini (Mas Rully Kustandar dan oom Wientor ) adalah memang senior dan sering memberi pelatihan-pelatihan baik secara pribadi maupun secara colongan, dengan cara sowan kerumahnya.

Tujuan diadakan acara ini adalah sesuai tema, yakni memberikan pemahaman serta pelatihan bagaimana cara berdakwah melalui internet untuk melawan hoax dan fitnah serta provokasi-provokasi yang terus dilemparkan dari kaum intoleran, yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, bisa menhancurkan kerukunan dan keharmonisan yang selama ini telah susah payah dibina bersama.

NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar tanah air memiliki andil besar dalam rangka ikut serta berperan aktif menjada kedamaian, dan kerukunan antar umat beragama, serta sudah teruji dan terbukti menjadi benteng terakhir pertahanan kedaulatan Pancasila dan NKRI. Sayangnya diera digital ini, NU seperti kalah langkah dan tertinggal, padahal ada jutaan umat didunia maya yang butuh binaan dari NU, agar tidak termakan oleh propaganda jahat kaum intoleran yang tidak suka dengan kedaiaman dan persatuan. Sebagaimana kita tahu, para perongrong akidah ASWAJA, para perusak kedaulatan negara dan kerukunan bangsa ini bergerak secara leluasa didunia maya.

Untuk itulah IMNU bersinergi dengan Pengurus-pengurus NU pusat dan daerah serta BANOM melakukan langkah dan gerak cepat untuk mengejar ketertinggalan itu.

Dalam sambutannya, ketua PCNU Kota Tasikmalaya memberi arahan, agar terselengaranya acara ini bisa berdampak pada semakin menguatnya tali persaudaraan, serta untuk para santri dan siapapun yang telah mengikuti seminar ini agar segera bisa mempraktekkan dan beraksi nyata berjuang dan berdakwah melalui internet.

Acara ini juga dihadiri tamu undangan khusus diantaranya Setda Kota Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota, Ketua MUI, dan juga perwakilan dari PT. Telkom Kota Tasikmalaya.

Semoga kedepannya acara-acara serupa bisa juga dihadirkan dikota-kota lainnya dengan harapan agar gaung dakwah Nahdliyin melalui Internet semakin terasa dan tersebar luas, karena NU masih membutuhkan sangat banyak generasi muda yang mau berjihad serius didunia internet.

PCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan

IMNU.or.idPCNU dan IMNU Ajarkan Internet Marketing ke Pengusaha Batik Pekalongan – Dunia bisnis mengalami pergeseran hebat sejak internet mulai umum digunakan masyarakat. Di Indonesia, hal ini terjadi sejak dekade 2000-an, bahkan jauh sebelum masuk tahun 2000, masyarakat sudah sering mendengar jargon “era data” yang pegang datalah yang akan menjadi pemenang. Data disini tentu saja bisa berupa sebuah informasi, karena apapun bisnis anda tanpa anda memiliki sebuah informasi detail tentang market, maka bisnis anda akan mudah dikalahkan dan terjungkal oleh sanga pemilik data. Lalu muncul lagi slogan, “era informasi digital” dilanjut dengan “era digital” disinilah arus pergeseran besar terjadi, mungkin ini sudah dimulai sejak tahun 2000an, tetapi hanya sebagian kecil saja pelaku usaha yang memahami momentum itu, kemudian melakukan langkah-langkah strategis menyikapi perubahan besar ini. Dunia bisnis mengenal ini sebagai era digitalisasi usaha. Sayangnya tak sedikit pelaku usaha yang mengabaikan arus perubahan besar ini, bahkan mirisnya banyak pembisnis yang tak pernah tahu akan adanya arus perubahan besar ini, sehingga menyebabkan mereka akhirnya gulung tikar. Terjungkal oleh arus besar era digitalisasi usaha.

Kita bisa lihat sekarang, semua sudah serba online, orang butuh apa saja tinggal duduk manis sambil klak-klik hp pesan apa saja yang dibutuhkan jasa atau barang, tak butuh waktu lama, pesanan akan sampai, ada yang instant, ada yang harus menunggu, tetapi semua itu bukti bahwa perubahan besar itu sudah mulai diterima masyarakat, dan sebagai dampaknya, pelaku usaha yang masih belum move on, masih mengandalkan basis layanan offline, akan tertinggal. Dan siapa pemanangnya? Merekalah anak-anak muda kreatif yang jeli mengamati perilaku pasar dan bisa membaca arus perubahan besar itu, serta berani mengambil langkah/ take action!

Menyikapi fenomena ini, pemerintah, dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat maupun para penggiat dunia bisnis melakukan workshop untuk memberikan pemahaman baru tentang era digitalisasi usaha ini.

NU sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, yang tentu saja memiliki banyak sekali kader ataupun jamaahnya yang berkecimpung didunia bisnis, tak bisa lepas dari era perubahan besar ini. Utamanya lembaga atau Banom di tubuh NU yang membidangi usuran ekonomi, tentu harus bisa melakukan kerja nyata mengedukasi jamaahnya yang memiliki usaha/bisnis untuk segera melakukan perubahan signifikan kalau tidak mau tertinggal dan tergerus arus perubahan besar ini.

Warga Nahdliyin tersebar diberbagai kota hampir menyeluruh disegala penjuru Nusantara, tentu memiliki ke-khasan dan ciri sendiri-sendiri dari sisi kegiatan perekonomiannya masing-masing. Sebagai contoh Nahdliyin Pekalongan banyak yang menekuni usaha dibidang perbatikan, sebagaimana kita ketahui, Pekalongan adalah salah satu produsen Batik terbesar tanah air, namanya bahkan sudah melambung ketingkat dunia Internasional. Sayang sekali kalau sampai menjadi korban arus perubahan besar digitalisasi usaha.

Upaya-upaya sudah banyak dilakukan oleh NU untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan menyongsong era online ini. Sebagaimana telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan, yang langsung bergerak atktif memberikan pembelajaran Internet Marketing kepedagang Batik dikota Pekalongan.

Namun nampaknya upaya dari PCNU Kota Pekalongan masih belum mendapatkan respon positif, para pedagang masih menanggapi dingin dan acuh soal pentingnya mengikuti arus pasar yang sedang menuju kearah online/digital. Bisa jadi karena pada umumnya para pedagang ini gaptek dengan teknologi informasi, atau mungkin juga karena susahnya melepaskan sesuatu yang telah mengakar soal pola pikir atau mindset lama soal bisnis.

Hal ini diceritakan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Mutarom, mengisahakan bagiamana perjuangannya dahulu dalam upaya sosialisai dan empowering pebisnis Nahdliyin mengahdapi era digital kepada para pebisnis Batik Kota Pekalongan, yang notabene merupakan jamaahnya.

“Dulu tahun 2005 an, setelah belajar Internet Marketing, saya coba sampaikan konsep itu di Pekalongan, terutama di warga NU, namun kurang mendapat respon,” tutur Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom saat membuka Workshop Digital Marketing IMNU di gedung Aswaja Pekalongan (1/2/2018).

Dan akhirnya terbukti, banyak pelaku bisnis Batik diPekalongan yang tak kuat mengahdapi arus besar ini, akhirnya harus gulung tikar.

Kini di tahun 2018 ini, PCNU Kota Pekalongan kembali ingin memberikan kontribusi nyata lagi kepada para pelaku usaha Batik Kota Pekalongan, khususnya Nahdliyin yang berkecimpung dibisnis Batik. Kali ini PCNU kota Pekalongan bekerjasama dengan IMNU, sebuah komunitas anak-anak muda Nahdliyin yang bergerak dibidang dunia bisnis internet, atau lebih dikenal sebagai Internet Marketers. IMNU sendiri kependekan dari Internet Marketers Nahdlatul Ulama.

Hal ini tentu saja seperti gayung bersambut, disatu sisi misi dan visi IMNU yang ingin berjuang secara sukarela memberikan ilmu dan pelatihan dibidang bisnis online, disisi lain ternyata PCNU kota Pekalongan sedang serius memikirkan tentang bagaiamana memberikan kontribusi nyata kepada pelaku usaha Batik diPekalongan utamanya dalam Migrasi menuju ke Bisnis berbasis Internet atau Online, penggabungan dari core bisnis darat dengan dunia Internet adalah sebuah keniscayaan kalau ingin tetap eksis dan menjadi pemenang.

Sebagaimana kita tahu, bisnis online itu seperti raksasa rakus yang sangat buas memangsa pengusaha-pengusaha konvensional.

“Saat ini pengunjung pasar di Indonesia terlihat menurun. Karena pola belanjanya banyak yang beralih ke online,” kata Muhtarom, yang juga pengusaha batik itu.

Dia berharap pedagang Pekalongan segera sadar perkembangan pasar online. Sehingga perlu digeliatkan pembelajaran online marketing. Untuk memacu para pengusaha dan terciptanya wirausaha baru dari warga NU dan Kota Pekalongan. (Abd)