Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now

IMNU.or.id Pelatihan Dakwah Santri Digital, Tabayyun Jaman Now Dakwah kini dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, Tak terbatas ruang dan waktu. Pesatnya perkembangan teknologi membuat para kader dakwah harus senantiasa mengikuti perkembangan tersebut. Tugas dan tanggung jawab para kader dakwah saat ini semakin kompleks, terutama sebab teknologi yang tak tak dapat dibendung. Informasi mengenai agama saat ini sangat mudah didapatkan terlepas dari bagaimana kejelasan sanad informasi tersebut. Beberapa diantara informasi bahkan merupakan pemahaman yang mengancam Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nahdliyyah. Oleh karena itu, para santri yang merupakan kader dakwah, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk turut serta terjun kedalam medan dakwah saat ini. Utamanya pemahaman bermedia.

Media sosial merupakan salah satu wadah baru dalam menyebarkan pemahaman ajaran samawi (red : Agama). Berbagai pemahaman mengenai agama disebarluaskan melalui media ini. Media yang heterogen membuat sanad informasi menjadi bias. Oleh sebab itulah, pentingnya para santri dalam memahami teknologi digital (media sosial) guna menangkal biasnya informasi keagamaan di media sosial.

PCNU Sukabumi menggelar pelatihan Dakwah Santri Digital bekerjasama dengan IMNU (Internet Marketer Nahdlatul Ulama). Pelatihan ini digelar pada tanggal 14 Desember 2017 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Salafi Ma’arif Al-Fathonah, Sukabumi, dengan mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Milenial, Meneguhkan Kedaulatalan Digital”.

Kegiatan ini disambut dan dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-fathonah, KH Ridwan. Dalam sambutannya, KH Ridwan mengatakan bahwa para santri dituntut untuk melakukan tabayyun. Tabayyun saat ini tak serta merta merupakan kefasihan retorika saja, namun juga kefasihan menggunakan media sosial sebagai wadah dakwah.

Sebanyak 60 peserta terdiri dari santri dan guru perwakilan pondok pesantren dan masyarakat umum nampak antusias mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan langsung oleh ketua IMNU, Cariban Gaban serta didampingi oleh Anes Eko Setiawan.

Menjadi Nilai Tambah

Selain diajarkan bagaimana menggunakan media sosial, para peserta pun diajarkan bagaimana mendapat penghasilan dari media sosial yang dimiliki. Bekal pengetahuan ini, amat bermanfaat guna menjadi ladang untuk mencari pendapatan yang menunjang perjuangan dakwah.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para santri dapat menjadi motor penggerak dalam menangkal isu negatif mengenai agama. Selain itu, para santri juga diharapkan memiliki wawasan luas untuk memanfaatkan berbagai peluang di dunia maya. Serta diharapkan dapat menambah imunitas pesantren dalam menghadapi isu-isu tersebut. Sukabumi 15/12/2017 (NUlfie/Red.)

Bersama PC GP ANSOR Jombang, IMNU Berikan Pelatihan Optimasi YouTube

Bersama PC GP ANSOR Jombang, IMNU Berikan Pelatihan Optimasi YouTube

IMNU.or.idBersama PC GP ANSOR Jombang, IMNU Berikan Pelatihan Optimasi YouTube Sukses dengan pelatihan pertama, IMNU kembali menggelar pelatihan Internet Marketing untuk warga Nahdliyin di Jombang. Motor penggagas pada pelatihan kali ini masih sama yaitu Om Teguh Hadi Santoso. Selain berperan sebagai penggagas, ia juga berperan sebagai pengisi materi dalam pelatihan tersebut. Jika pada pelatihan perdana pria yang akrab disapa Om Teguh ini hanya memperkenalkan apa itu Internet Marketing, kini ia lebih memfokuskan pelatihan pada Youtube.

Seperti yang kita ketahui bahwa Youtube dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sosial media yang sangat populer di Indonesia. Mungkin sebagian besar orang melihat Youtube hanya sebagai hiburan semata, namun bagi sebagian besar orang lain melihat Youtube sebagai ladang penghasilan. Lihat saja bagaimana para Youtuber Profesional yang berhasil meraup jutaan rupiah per bulannya dari Youtube ini.

Namun ada satu sisi Youtube yang tidak banyak diketahui oleh orang, yaitu sisi pemasaran. Om Teguh yang memiliki usaha Apotik di daerah Sidoarjo, Jawa Timur ini menyadari betul bagaimana Youtube sangat bermanfaat sebagai alat pemasaran untuk obat dan alat kesehatan yang ia jual. Dan hasilnya tak main-main, bahkan ia bercerita pernah menjual barang seharga 80 Juta Rupiah melalui Youtube. Sungguh bermanfaat bukan ?

Nah pengetahuan inilah yang ingin ia tularkan kepada masyarakat Nahdliyin di wilayah Jombang. Pelatihan Youtube oleh Om Teguh ini pun dilakukan dua sesi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sesi pertama dimulai dari pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB, dan sesi kedua di mulai dari pukul 14.00 WIB – 20.00 WIB. Setiap sesi memiliki waktu istirahat untuk sholat dan makan.

Guna memaksimalkan pelatihan, di setiap sesinya Om Teguh hanya membatasi maksimal 20 Orang. Hal ini jelas lebih efektif ketimbang langsung mengadakan workshop untuk banyak orang dalam satu waktu. Tak hanya pematerinya saja yang bersemangat, para peserta pun tak kalah antusias dalam menyambut pelatihan ini. Sebab meski secara formal pelatihan berakhir pukul 20.00 WIB, namun sesi ramah tamah dilakukan hingga pukul 01.00 WIB dini hari, sungguh luar biasa.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini warga Nahdliyin Jombang bisa memanfaatkan Youtube sebagai media pemasaran mereka. Sebab sangat disayangkan jika kita hanya memanfaatkan Youtube hanya untuk hiburan semata. Nah, jadi kapan daerah kamu akan di kunjungi IMNU ?

IMNU Subang – NU harus Menjadi Fa’il di Internet

Pelatihan IMNU di Subang

IMNU.or.idIMNU Subang – NU harus Menjadi Fa’il di Internet Untuk memanfaatkan penggunaan internet dengan positif, PCNU Kabupaten Subang menggelar kegiatan pelatihan Internet Marketing berbasis media sosial dan aplikasi android, kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) tersebut digelar di aula Kantor PCNU Subang Jalan Darmodiharjo No.4, Sukamelang Subang. Ahad (26/11)

Dalam sambutannya, KH Musyfiq Amrullah menyampaikan bahwa warga NU perlu lebih banyak mewarnai konten-konten positif di internet karena disadari ataupun tidak saat ini internet sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat, hal ini bisa diukur dari aktifitas masyarakat hampir semuanya bisa dilakukan secara online.

“Di zaman now kita harus bisa menjadi fa`il di dunia internet, jangan hanya menjadi maf`ul saja dan melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan semua peserta bisa menjadi fa`il dalam mengisi konten-konten positif di internet”tandasnya

Pengasuh Pesantren Attawazun ini menambahkan, karena internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari maka pelatihan internet marketing ini merupakan bagian dari pelaksanaan kaidah yang menjadi salah satu prinsip NU, yaitu al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Senada dengan Kiai Musyfiq, Fahmi Baihaqi, wakil ketua IMNU Pusat menjelaskan bahwa tujuan berdirinya IMNU antara lain adalah untuk mengisi konten positif dan konten ke-NU-an di dunia maya, karena sebelumnya konten Islam Ahus Sunah waljamaah an-nahdliyah di internet sangat minim sekali, dampaknya adalah ajaran Islam Ahus Sunah waljamaah an-nahdliyah kurang begitu dikenal masyarakat secara luas. “Atas kegelisahan tersebut para pelaku internet marketing yang berlatarbelakang NU akhirnya sepakat untuk mendirikan IMNU” Tutup praktisi aplikasi android ini.

Dalam pelatihan yang dilakukan satu hari penuh ini, ada beberapa materi yang disampaikan, diantaranya yang paling utama adalah pelatihan Toko Online menggunakan Facebook Ads yang disampaikan oleh Aola Sahidin yang memang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam Facebook Marketing, khususnya branding terhadap produk sendiri. Pelatihan juga dilakukan dengan pengenalan bagaimana cara membuat Aplikasi Android yang disampaikan oleh Fahmi Baihaqi. (Aiz Luthfi/Redaksi)

Pelatihan di Lamongan, IMNU Fokus Perbanyak Konten Positif

Pelatihan di Lamongan

IMNU.or.idPelatihan di Lamongan, IMNU Fokus Perbanyak Konten Positif – Meski baru seumur jagung, namun komunitas yang memiliki akronim Internet Marketers Nahdlatul Ulama’ ini terus melebarkan sayapnya di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Setelah beberapa minggu lalu beberapa kader IMNU sudah memberikan pelatihan Internet Marketing di Kabupaten Jombang, Jawa Timur dan Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kini Kabupaten Lamongan menjadi destinasi terbaru dari IMNU.

Bekerja sama dengan PC GP Ansor Lamongan, IMNU sukses memberikan pelatihan atau Workshop Internet Marketing yang dilaksanakan di Kantor MWC NU Laren. Pelatihan yang diadakan pada hari Sabtu, 25 November 2017 ini mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari berbagai macam kader Banom NU di Kabupaten Lamongan.

Pada pelatihan kali ini, IMNU mengirimkan dua kadernya untuk menjadi pemateri yakni Nidlomudin Ar Raffii dan Jafar Shoddiq. Dua kader ini dipilih karena memang domisili keduanya yang tak jauh dari Lamongan, keduanya tinggal di Kabupaten Gresik. Selain itu baik hu Nidlom dan hu Jafar memang sudah cukup berpengalaman di dalam dunia Internet Marketing.

Di workshop yang diikuti sebanyak 50 peserta dari PAC Ansor se Kabupaten Lamongan, IPNU, dan PMII ini lebih membahas mengenai UU ITE, Facebook Marketing dan juga Creative Youtube. Sebab ketiga materi ini dirasa memang sangat perlu untuk diberikan kepada para kader NU dari berbagai banom sebagai bekal untuk terjun ke dunia maya, khususnya mengenai UU ITE yang saat ini memang sedang ramai di perbincangkan.

Antusias Peserta Pelatihan IMNU di Lamongan

Sementara untuk Facebook Marketing dijelaskan secara rinci oleh hu Nidlom kepada para peserta. Sebab di dunia Internet Marketing sendiri, hu Nidlom memang khusus mendalami bagaimana kita bisa mendapatkan uang dari Facebook. Hingga saat ini, hu Nidlom masih sangat aktif menjual creative digital produk yang cukup unik dan tentunya sangat bermanfaat tak terkecuali bagi orang awams sekalipun.

Dan untuk materi Creative Youtube dipegang oleh hu Jafar yang memang memiliki skill editing video dan graphic diatas rata-rata dari para kader IMNU lainnya. Diharapkan dengan adanya materi ini para peserta bisa memanfaatkan media desain baik desain gambar maupun video untuk dijadikan alat berdakwah di era modern hingga dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan uang dari berbagai macam sumber, khususnya Youtube.